Fungsi Manajemen dalam perusahan Konstruksi

Posted by Taufick Max Minggu, 12 Mei 2013 0 komentar
Share on :

Fungsi Manajemen dalam Perusahan Konstruksi

Fungsi Manajemen Proyek
Seperti telah diuraikan sebelumnya, defenisi manajemen adalah suatu metode atau proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, yang dituangkan dalam fungsi-fungsi manajemen.

Fungsi-fungsi manajemen dikemukakaan oleh beberapa ahli ilmu manajemen yang pada dasarnya memiliki kesamaan, yaitu sebagai berikut :

- Louis Allen : Planning, Organizing, Leading, controling (POLc)
- Harold Koontz : Planning, organizing, Staffing, Directing, Leading, controlling (POSDLc)
- Luther Gulick : Planning, organizing, Staffing, Directing, coordinaing,reporting, Budgeting (POSdiCorB)
- Goerge R Terry : Planning, Organizing, Actuating, ontroling (POAC)

Perlu diingati fungsi-fungsi manajemen di dalam unsur manajemen merupakan perangkat lunaknya (prosedur Operasi), Manajer merupakan perangkat SDM (Brainware) serta organisasi,Berikut perangkat pendukungnya merupakan perangkat kerasnya. lebih lanjut akan diuraikan fungsi-fungsi manajemen menurut George R Terry

Planning atau Perencanaan

Perancanaan Proyek
Planning atau perencanaan merupakan suatu tindakan pengambilan keputusan data, informasi, asumsi atau fakta kegiatan yang dipilih dan akan dilakukan pada masa mendatang. bentuk tindakan tersebut antara lain :

- Menetapkan tujuan dan sasaran usaha
- Menyususn rencana induk jangka panjang dan pendek
- Menyumbang strategi dan prosedur operasi
- Menyiapkan pendanaan serta standar kuaitas yang diharapkan.

Manfaat dari fungsi perencanaan diatas adalah sebagai alat pengawas maupun pengendalian kegiatan, atau pedoman pelaksanaan kegiatan, serta sarana  untuk memilih dan menetapkan kegiatan yang diperlukan.

PMBOK ( Project Management Body of Knowledge ) membuat area ilmu manajemen bagi perencanaan yaitu :

- Perencanaan lingkup proyek

Perencanaan lingkup proyek merupakan suatu proses penggambaran proyek dan batas-batasnya secara tertulis.Misalnya, untuk proyek konstruksi, perencanaan lingkup proyek didapat dari tahap awal siklus proyek yang mencakup study kelayakan, terutama yang mencakup biaya dan manfaat proyek, jadwal serta mutu, agar diperoleh alternatif lingkup yang terbaik.

- Perencanaan mutu

Perencanaan mutu proyek merupakan proses penentuan standar dan kriteria mutu yang akan dipakai oleh proyek, serta usaha untuk dapat memenuhinya. ketentuan standar mutu akan besar pengaruhnya terhadap biaya proyek terutama pada waktu desain engginering, seleksi peralatan, dan material

- Perencanaan waktu dan penyusunan

Perencanaan  waktu meliputi hal-hal mengenai penyelesaian proyek yang tepat waktu yang ditetapkan. perencanaan ini memerikan masukan kepada perencanaan sumber daya agar suber daya tersebut siap pada waktu dierlukan.

- Perencanaan biaya

Perencanaan biaya merupakan rangkaian langkah untuk perkiraan besarnya biaya dari sumber daya yang diperlukan oleh proyek. Langkah-langkah tersebut termasuk juga mempertimbangkan berbagai alternatif yang mungkin dalam mendapatkan biaya yang paling ekonomis bagi kinerja atau material. hal ini menyababkan perencanaan biaya baru dapat diselesaikan bila telah tersedia perencanaan keperluan sumber daya

- Perencanaan SDM

Perencanaan sumber daya proyek dapat dikelompokan menjadi dua golongan, yaitu perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang meliputi rancangan organisasi, pengisisan personeil untuk kantor pusat, mobilisasi dan pelatihan tenaga kerja untuk lapangan, serta sumber daya non manusia yang meliputi pengadaan material, peralatan yang akan menjadi bagian permanen proyek serta peralatan konstruksi.

Pengorganisasian atau Organizing

Fungsi manajemen
Pengorgannisasian adalah suatu tindakan mempersatukan kumpulan kegiatan manusia, yang mempunyai pekerjaan masing-masing, saling berhubungan satu sama lain dengan tata cara tertentu. tindakan  tersebut antara lain berupa :

- Membagi pekerjaan ke dalam tugas operasional
- Menghubungkan jabatan ke dalam unit terkait
- Memilih dan menempatkan orang-orang pada pekerjaan yang sesuai
- Menyesuaikan wewenang dan tanggungjawab masing-masing personel

Manfaat dari fungsi organisasi merupakan  pedoman pelaksanaan fungsi, pembagian tugas serta hubungan tanggung jawab serta delegasi kewenangannya terlihat jelas

Organisasi yang dibentuk akan berhasil jika setiap angota mampu bekerja sama dengan mencapai tujuan bersama.
proses pembentuan organisasi atau siklus hidup organisasi pada umumnya mengikuti tahap-tahap sebagai berikut :

A. Prestage, Bahwa setiap Individu memiliki tujuan dan ketertarikan yang berbeda-beda. keinginan ini sering dituangkan dalam visi-misi

B. Forming, tahap pertama, berupa pengamatan antara sesama anggota organisasi dengan anggapan bahwa setiap anggota adalah bagian dalam grup

c. Storming, Merupakan tahap kedua. pada tahap ini setiap anggota dengan berbagai keterkaitan, mulai melakukan pengelompokan

d. Norming, adalah tahap ketiga yang memberikan sebuah aturan main yang disebut regulasi. tujuannya untuk membawa grup tetap berfokus pada tujuan grup, bukan individu.

e. Permorming, merupakan tahap keempat. pada tahap ini, grup sudah berfungsi dan mengarah pada tujuan grup. masing-masing anggota melaksanakan tugas sesuai perannya. ukuran kinerja dapat dilihat dan dievaluasi setiap saat.

f. Adjourning, adalah tahap akhir setelah tujuan tercapai, masing-masing anggotanya mulai berhenti memainkan fungsi dan perannya.

Actuating atau Pelaksanaan

Dari keseluruhan proses manajemen, fungsi pelaksanaan adalah yang terpenting diantara fungsi lainnya, karena fungsi ini ditekankan pada hubungan dan kegiatan langsung para anggota organisasi, sementara perencanaan dan pengorganisasian lebih bersifat abstrak atau tidak langsung. George R. Terry menguraikan bahwa pelaksanaan adanya upaya untuk mengerakan anggota organisasi sesiao dengan keinginan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan perusahan serta nggota  di organisasi karena setiap anggota pasti juga memiliki tujuan pribadi.

Tindakan yang dilakukan dalam fungsi actuating antara lain :

a. Mengkordinasi pelaksanaan kegiatan
b. Berkomunikasi secara efektif
c. Mendistribusikan tugas, wewenang dan tanggungjawab
d. Memberikan pengarahan, penugasan dan motivasi
e. Berusaha memperbaiki pengarahan sesuai petunjuk pengawasan

Manfaat dari fungsi pelaksanaan ini adalah terciptanya keseimbangan tugas, hak dan kewajiban masing-masing bagian dalam organisasi, dan mendorong tercapainya efisiensi serta kebersamaan dalam bekerja sama untuk tujuan bersama. selain itu,karyawan menjadi termitivasi jika merasa percaya diri dapat melakukan pekerjaan tersebut, yakin bahwa pekerjaan tersebut akan menambah nilai diri mereka, dan berhubungan antara sesa,a karyawan menjadi harmonis dalam organisasi.

Controling atau Pengendalian

Pengendalian manajemen merupakan usaha yang tersistematis dari perusahan untuk mencapai tujuannya dengan cara membandingkannya prestasi kerja dengan rencana dan membuat tindakan yang tepat untuk mengoreksi perbedaan yang penting

Pengendalian merupakan tindakan pengukuran kualitas dan evaluasi kinerja. tindakan ini juga diikuti dengan perbaikan yang harus diambil terhadap penyimpangan yang terjadi, khususnya diluar batas-batas toleransi. tindakan tersebut meliputi, antara lain :

a. Mengukur kualitas hasil
b. Menbandingkan hasil terhadap standar kualitas
c. Mengevaluasi penyimpangan yang terjadi
d. Memberikan saran-saran perbaikan
e. Menyusun laporan kegiatan

Manfaat dari fungsi pengendalian adalah memperkecil kemungkinan kesalahan yang terjadi dari segi kualitas, kuantitas, biaya maupun waktu.

Dalam proyek konstruksi, pengendalian diperlukan menjada agar pelaksanaan tidak menyimpang dari perencanaan. Tiap pekerjaan yang dilaksanakan harus benar-benar diinspeksi dan dicek oleh pengawas lapangan, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau belum. Misalnya, pengangkutan bahan harus diatur dengan baik dan bahan-bahan yang dipesan harus diuji terlebih dahulu di masing-masing pabriknya. 

Jika pengendalian dilaksanakan dengan baik, maka keterlambatan jadwal dan pembengkakan biaya proyek dapat dihindari. pengendalian jadwal dan biaya merupakan bagian dari divisi manajemen proyek yang mencakup pemantauan kemajuan pekerjaan, reduksi biaya, optimasi, model, dan analisis.

Disampinh pengendalian terhadap waktu dan biaya, pengendalian mutu fisil konstruksi juga harus dijalankan. Divisi pengendalian mutu fisik konstruksi terpisah dengan pengendalian jadwal dan biaya. Pengendalian terhadap mutu konstruksi dilakukan secara tersendiri oleh pengawas teknik melalui gambar-gambar rencana dan spesifikasi teknik.

Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Manajemen Proyek  dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih

  1. Apa Itu Dinding Diaphragma ?
  2. Apa Itu King Post ?
  3. Apa Itu Lumpur Bentonite ?
  4. Cara Pembuatan Basement
  5. Faktor Keruntuhan Dinding Galian Tanah
  6. Kemampuan Manajemen Dalam Perusahan - New !!
  7. MANAJEMEN PROYEK : Total Quality Control
  8. Manajemen Penjadwalan dan Pengendalian biaya dalam proyek Konstruksi - New !!
  9. Metode Konstruksi : Retaining Wall
  10. Pengenalan Jumping Form
  11. Pengenalan Proyek Konstruksi - New !!
  12. Pengenalan Slip Form
  13. Pengertian atau Defenisi Manajemen - New !!
  14. Penggunaan Form Work Khusus
  15. Strategi Manajemen dalam Perusahan Konstruksi - New !!
  16. Teknologi Form Work
  17. Tingkatan Manajemen dalam Perusahan - New !!

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Fungsi Manajemen dalam perusahan Konstruksi
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/05/fungsi-manajemen-dalam-perusahan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer