Pelaksanaan Desain Engineering

Posted by Taufick Max Kamis, 30 Mei 2013 0 komentar
Share on :

Pelaksanaan Desain Engineering

Pelaksanaan Desain Engineering- Setelah parameter Desain-Engineering ditetapkan, langkah berikutnya adalah pelaksanaan desain-engineering fasilitas produksi atau produk yang hendak dibangun. Kegiatan ini melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti uraian dibawah ini.

Engineering Proses dan Mekanikal

Kegiatan ini terdiri dari pembuatan perincian spesifikasi derajat kemurnian produk dan bahan mentah sesuai permintaan atau pengamatan pasar. Desain proses merupakan pekerjaan hulu yang memberikan masukan penting pada kegiatan desain-engineering berikutnya. Adapun perincian desain proses dan mekanikal adalah sebagai berikut.

•Merancang diagram arus proses, menghitung neraca panas dan neraca bahan.
•Menghitung keperluan utilitas, seperti tenaga listrik, uap air, dan air pendingin.
•Membuat spesifikasi peralatan yang akan digunakan, dalam hubungannya dengan panas, tekanan, aliran, dan ketahanan terhadap korosi dan bahan-bahan kimia, serta spesifikasi-spesifikasi lainnya yang berhubungan dengan aspek mekanikal.
•Merancang diagram pipa dan instrument (P&-ID), diagram listrik untuk proses, utilitas, dan merancag denah (layout) unit-unit di dalam instilasi.
• Menyusun spesifikasi yang berkaitan dengan batasan-batasan yang diberlakukan, dalam rangka menjaga kelestarian lingkup hidup.

Diagram Proses dan Instrumen

Diagram arus proses (process flow diagram) menjelaskan berbagai aliran material dan panas pada proses produksi instalasi yang dimaksudkan. Diagram ini menjadi masukan utama untuk menyusun rancangan diagram pipa dan instrument (P&-ID), yang menggambarkan posisi, letak, dan hubungan antara pipa, kerangan (valve), instrument, dan peralatan. 

Dokumen P&-ID selanjutnya akan menjadi dasar bagi disiplin lain untuk menentukan denah (layout) tempat kedudukan peralatan, membuat gambar (engineering- drawing), dan model. Pekerjaan penting lain adalah mempersiapkan lembaran data peralatan (LDP), yaitu lembaran yang memuat daftar peralatan yang hendak dipesan ke pabrik atau manufaktur, seperti pompa, kompresor, alat penukar panas, kolom, dan lain-lain. 

Pada LDP dicantumkan perincian nama peralatan, kondisi operasi, dan jenis material yang diinginkan (carbon steel stainless steel, dan lain-lain). Adapun kelompok desain-engineering mekanikal bertanggung jawab atas hal-hal berikut.

•Menambahkan syarat-syarat atau spesifikasi dalam aspek mekanikal pada LDP, seperti ukuran tebal pipa, bejana, alat penukar panas, dan lain-lain.
•Koordinasi dengan disiplin engineering lain dalam rangka membuat material takeoff dan paket MR, untuk penyusunan anggaran biaya proyek dan pemesanan barang.
•Mengkaji dan menyetujui gambar vendor drawing, yaitu gambar engineering dari perusahaan manufaktur sebelum pesanan peralatan mulai dipabrikasi.
Disamping itu, disiplin ini juga bertugas membuat spesifikasi peralatan mekanisme, seperti pengatur suhu ruangan, handing material, dan alat-alat pencegah bahaya kebekaran.

Civil dan Arsitek

Bagian civil bertugas mempersiapkan desain-engineering penyiapan lahan lokasi proyek, yang terdiri dari merancang pekerjaan-pekerjaan clearing and grubbing, jalan masuk, civil. Untuk proyek yang kandungan pekerjaan civil-nya cukup besar, seperti membangun lapangan terbang, bendungan, irigasi, jembatan, jalan raya, dan lain-lain, maka disamping pekerjaan tersebut di atas, disiplin engineering civil berperan memimpin, dalam arti mempersiapkan pekerjaan hulu, membuat spesifikasi dan menentukan denah, yang selanjutnya dipakai sebagai dasar untuk desain disiplin-disiplin berikutnya. 

Demikian juga halnya pada proyek yang memiliki kandungan arsitektur cukup tinggi, maka kelompok arsitek memimpin kegiatan merancang, yang meliputi antara lain desain gedung, dengan masukan hasil studi penggunaan tata ruang dan keindahan, interior, eksterior, lantai, dinding, dan atap.

Pipa dan Instrumen

Untuk proyek industry yang memproses material cair atau gas, seperti refinery, petrokimia, kilang-kilang LNG, LPG, dan sebagainya, maka pekerjaan desain pipa mempunyai porsi jam-orang yang besar ( 33 persen), dan dari segi jadwal merupakan jalur kritis proyek. Pekerjaan ini meliputi desain, membuat spesifikasi, dan mempersiapkan paket pembelian material seluruh sistem pipa proyek. Setelah dena peralatan ditentukan, Disiplin engineering pipa (DEP) dan Disiplin engineering instrument (DEI) melanjutkan dengan merancang diagram pipa dan instrument (P&ID), menetukan elevasi peralatan serta sistem pipa yang menghubungkannya. 

Langkah akhir DEP adalah membuat gambar isometrik, yaitu gambar desain terinci system pipa, yang antara lain dipakai untuk petunjuk pabrikasi pipa dan membuat model.  Adapun DEI bertanggung jawab atas system pengendalian (control) dan otomatisasi atau komputerisasi instalasi ataupun produk yang dihasilkan proyek. 

Peralatan yang berkaitan erat dengan sistem tersebut antara lain adalah pengukuran dan pengendalian panas, aliran, tekanan, serta jalinannya dengan pusat pengendalian. DEI membubuhkan tanda-tanda letak serta fungsi peralatan tersebut pada gambar P&ID. 

Pada proyek industri, lingkup kerja DEI termasuk menyiapkan sistem pengendalian di pusat pengendalian (control room), yang meliputi menentukan denah, panel dan konsol, serta hubungannya dengan unit-unit proses yang bersangkutan. Lainnya, DEI membantu mempersiapkan paket pembelian, khususnya paket pembelian peralatan instrument dengan menyusun spesifikasi, kriteria, dan kuantitas yang diperlukan.  Menjelang tahap akhir proyek, terutama pada praoperasi dan start-up, DEI melakukan kalibrasi serta memeriksa dan menyesuaikan alat-alat instrument agar berfungsi sebagaimana mestinya.

Listrik

Disiplin Engineering Listrik (DEL) bertugas mempelajari dan merancang sistem kelistrikan, mulai dari sumber tenaga listrik proyek, jaringan distribusi, switch gear atau gardus listrik atau trafo, sampai pada titik-titik pemakaia, seperti motor listrik penggerak, lampu tanda-tanda pada instrument, dan alat pemanas listrik. 

Juga menyiapkan angka-angka perhitungan keperluan tenaga listrik instalasi pada saat telah beroperasi. Merancang system kelistrikan ini antara lain meliputi, mempelajari beban (load) yang diperlukan, diagram single-line, relay, interlock, kondunit, serta merancang penerangan seluruh instalasi. Dalam membantu bidang pembelian, DEL menyusun spesifikasi, kriteria, dan kuantitas peralatan listrik yang akan dimasukkan dalam paket MR.

Denah Instalasi

Bila penentuan filosofi desain mempunyai dampak yang besar terhadap biaya, maka salah satu titik kunci yang mempengaruhi kelancaran pekerjaan  desain-engineering adalah penentuan denah instalasi. Sebelum denah ini dibuat, belum dapat ditentukan letak dan kedudukan peralatan atau unit-unit yang merupakan bagian dari instalasi, seperti reaktor, kolom, penukar panas, pendingin, generator, kompresor, dapur, pusat pengendalian, (control room), dan lain-lain. Oleh karena itu, perancang pekerjaan berikutnya, seperti perancang pondasi, pipa penghubung, pipa penyangga, selokan pembuang, jalan-jalan untuk angkutan, dan pemeliharaan di dalam instalasi dapat tertahan.  

Dari keterangan di atas terlihat bahwa dalam kegiatan desain-engineering, terdapat pola hubungan yang tertentu, baik hubungannya dengan penggunaan jam-orang ataupun urutan pelaksanaan pekerjaan. Dengan memahami masalah-masalah tersebut, maka dapat dipersiapkan perencanaan yang sebaik-baiknya, kapan dan berapalama teknisi diperlukan untuk masing-masing disiplin, sehingga dicapai pemakaian sumber daya yang efisien dalam kegiatan desain dan engineering.

Kriteria dan Spesifikasi

Dokumen yang memuat kriteria dan spesifikasi desain-engineering, selain penting bagi kegiatan perancang juga penting bagi “penjaminan mutu”. Kriteria desain dan engineering memuat keterangan terinci perihal maksud dan fungsi setiap peralatan yang hendak dipesan ke pabrik maupun unit instalasi yang hendak dibangun. 

Di samping itu, terdapat juga data yang memuat keterangan teknis tentang segala sesuatu yang mempengaruhi, atau harus diperhitungkan dalam perancangan peralatan dan unit instalasi, antara lain kondisi lokasi proyek (keadaan tanah, iklim, transportasi, dan komunikasi), metode konstruksi, kebijakan penyediaan suku cadangan, pemeliharaan, dan lain-lain. Berdasarkan kriteria dan data ini, disusunlah spesifikasi dan metode konstruksi untuk instalasi atau unit produksi yang hendak dibangun.

Gambar Engineering

Dikenal beberapa macam gambar (drawing) sebagai produk kegiatan desain dan Engineering. Misalnya, ganbar sementara untuk bahan pengkajian dsn komentar, gambar konstruksi yang dipakai pelaksanaan konstruksi, dan asbuilt drawing, yaitu gambar akhir yang sesuai dengan keadaan sesungguhnya dari unit atau instalasi yang sudah dibangun. 

Disamping itu, terdapat vonder drawaing, yaitu gambar yang dipersiapkan oleh pabrik (manufacturer) penjualan atau suatu peralatan yang dipesan oleh proyek. Gambar gambar tersebut berfungsi memberikan ilustrasi aspek aspek teknis suatu rancangan, dengan menunjukan denah letak peralatan atau unit unit di dalam instalasi dan hubungan antara satu dengan yang lain. 

Gambar gambar ini juga menunjukan ukuran, dimensi, elevasi, dan jenis material yang akan digunakan. Dengan menggunakan gambar engineering yang lengkap dan jelas, perancang dapat berkomunikasi dengan pihak pihak lain yang berkepentingan tentang spesifikasi peralatan atau metode konstruksi yang diinginkan. Kecuali bagi proyek yang bersifat duplikasi, gambar engineering perlu dipersiapkan secara khusus untuk masing masing proyek yang hendak dibangun.

Spesifikasi

Spesifikasi memberikan petunjuk tentang persyaratan kualitas instalasi yang hendak dibangun. Spesifikasi ini berupa penjelasan tertulis, yang meliputi pengunaan material dan metode kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan proyek, agar  dicapai standar  mutu yang dikehendaki. Spesifikasi dan gambar berfungsi saling melengkapi, dalam arti penjelasan penjelasan yang tidak praktis bila diutarakan dalam bentuk gambar, akan tertulis dalam halaman halaman yang memuat penjelasan spesifikasi; misalnya mutu material yang dikehendaki, cara cara konstruksi, prosedur uji coba, dan lain sebagainya. 

Adanya spesifikasi dan gambar yang cukup lengkap dan jelas dalam suatu paket dokumen lelang, akan merupakan bantuan yang besar bagi peserta lelang untuk menghitung angka penawaran dan nantinya menjadi petunjuk pokok dalam kegiatan desain dan engineering, pembelian material dan peralatan konstruksi bagi kontraktor utama.

Macam Spesifikasi

Dalam hubungannya dengan kegiatan proyek,K, A Tenah dan J. M. guevera (1985) mengolongkan spesifikasi menjadi system hasil dan metode.

•System Hasil  Sistem hasil disebut juga spesifikasi kinerja (performance spesification). Pada intinya, spesifikasi kinerja ini hanya mencantumkan hasil akhir yang dapat memenuhi syarat sesuai dengan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, di dalam spesifikasi perlu dicantumkan prosedur pengujian untuk memenuhi criteria tersebut. dengan pendekatan ini, kontraktor mempunyai kebebasan untuk mengunakan cara cara yang dianggap paling efesien baginya dalam mencapai syarat yang telah di ditentukan. Sedangkan pemilik diyakinkan dengan adanya uji coba berikut masa jaminan dalam periode tertentu.

•System Metode  Sistem ini memberiakn rincian material yang digunakan dan prosedur yang harus diikuti untuk melaksanakan suatu pekerjaan proyek, untuk memenuhi mutu yang telah ditentukan. Pendekatan ini dilakukan bila hasil uji coba tidak dapat mengungkapkan kualitas secarah keseluruhan, misalnya pemasangan isolasi pada pipa atau alat penukar panas dari instalasi industry petrokimia. Spesifikasi dan metode konstruksi perlu di tulis sedemikian rupa sehingga selain jelas dan tepat, juga harus mudah ditangkap dan dimengerti oleh para pelaksana proyek seperti juru pembelian, pelaksana dilapangan, yaitu tukang las, tukang pipa, juru gambar, dan para pengawas.

Maket atau Model

Salah satu saran yang ampuh untuk mendapatkan komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam desain-engineering dan konstruksi adalah model atau maket instalasi. Model merupakan unit instalasi berskala kecil. Dengan model dapat dilihat gambaran tiga dimensi unit instalasi yang hendak dibangun sehinnga memberikan kemudahan dalam hal-hal:

•Menyusun rancangan terinci, misalnya arah dan letak pipah, jarak antara peralatan, penentuan tangga, plafon, fasilitas pemeliharaan, dan lain-lain;
•Memberikan petunjuk kepada pelaksana kegiatan konstruksi tentang langkah yang akan dikerjakan;
•Peragaan kepada calon-calon operator yang akan melaksanakan operasi instalasi dan pemeliharaan.

Pembuatan model dilakukan bersamaan dengan pekerjaan desain-engineering karena kedua pekerjaan ini saling member masukan yang diperlukan.

Baca Artikel Lain di Bawah ini :

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Pelaksanaan Desain Engineering
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/05/pelaksanaan-desain-engineering.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer