Jasa Kontruksi dalam Kegiatan Proyek

Posted by Taufick Max Sabtu, 25 Mei 2013 0 komentar
Share on :

Jasa Kontruksi dalam Kegiatan Proyek

Jasa Konstruksi, Izin Jasa Konstruksi
Jasa Kontruksi dalam Kegiatan Proyek- Pada masyarakat yang telah maju, dengan cirri utama berkembangnya kegiatan usaha dan indusri di segala bidang yang ada giliran selanjutnya menuntut keahlian- keahlian khusus, peranan jasa konsultasi menempati spektrum yang amat luas; tidak ketinggalan di bidang yang terkait dengan penyelenggaraan proyek. Beberapa diantaranya yang telah dikenal luasn diuraikan berikut ini.

A.   Menyiapkan Paket Kerja

Paket kerja ini merupakan bagian atau komponen lingkup kerja proyek, seperti paket pekerjaan arsitektur, engineering, analisis atau untuk tiang pancang dan pondasi, dan lain-lain. Paket-paket tersebut merupakan hasil kerja tuntas siap untuk dilaksanakan, terdiri dari hasil perhitungan dan analisis, gambar, rancangan, hasil testing, dan lain-lain. Langkah berikutnya tergantung kepada pemilik, kepada siapa pemilik akan menyerahkan tanggung jawab atas implementasi fisik proyek.

B.  Survei

Survei meliputi bidang kegiatan yang amat luas, tergantung jenis proyek yang akan diselenggarakan. Misalnya, jika proyek berkaitan dengan lingkungan hidup seperti keanekaragaman hayati (bio-diversity) di suatu wilayah, maka survei ini akan terdiri dari bio-physical tanaman dan satwa, penentuan tapal batas wilayah yang akan dilindungi, menentukan buffer zone dengan daerah pemukiman, studi dan survei sosioekonomi masyarakat dan lain-lain.

Salah satu jenis proyek E-MK yang selalu memerlukan survei adalah membangun jaringan radio telkomunikasi. Di sini survei memerlukan antara lain untuk menentukan letak repeater, penelitian keadaan fisik lokasi, gangguan atau halangan yang munkin ada diantara dua titik atau lebih lokasi. Untuk proyek industry sering dibutuhkan survei tenaga kerja, misalnya perihal penawaran dan permintaan tenaga kerja di sekitar daerah proyek yang akan dibangun.

 C.  Studi dan Penelitian

Studi dan penelitian tidak jarang dibutuhkan untuk mendukung bagian-bagian tertentu kegiatan proyek. Misalnya, bagi lokasi proyek di daerah terpencil dan belum tersedia data yang cukup, seringkali pemilik atau kontraktor meminta jasa konsultan untuk mempelajari dan meneliti keadaan iklim, curah hujan, arah dan kecepatan angin, persediaan air tawar, dan lain-lain. Contoh lain adalah proyek membangun dermaga. Sebelum memiliki lokasi yang pasti, di adakan studi dan penelitian mengenai arah dan kecepatan arah arus, ketinggian gelombang, kecepatan pendangkala, dan lain-lain.

Adapun studi penting yang tidak dapat diabaikan pada awal proyek adalah studi kelayakan, yang mencoba menyoroti semua aspek untuk disimpulkan layak tidak suatu gagasan diimplementasim menjadi proyek. Salah satu studi yang seringkali perlu disertai survei dan telah dituangkan dalam satu peraturan, ialah AMDAL, yaitu bagi proyek yang diperkirakan berpotensi menggangu kelestarian lingkungan, diwajibkan mengadakan studi analisis dampak lingkungan.

D.  Bantuan Manajemen

Jenis konsultasi yang berkembang pesat dalam lingkungan proyek adalah bantuan manajemen. Bantuan ini meliputi sebagian atau seluruh lingkup proyek. Seringkali konsultasi semacam ini di samping memberikan nasehat atau rekomendasi, juga melakukan kegiatan yang langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan implementasinya. Salah satu kegiatan yang telah dipraktekkan secara luas adalah konsultasi manajemen konstruksi-KMK (construction managemen CM).

Konsultasi manajemen untuk aspek lainnya berupa paket usulan restrukturisasi organisasi, peningkatan efisiensi, dan lain-lain. Demkian pula nasehat keahlian yang diperlukan untuk menghadapi situasi yang mendesak, atau tiba-tiba muncul pada waktu menyelenggarakan proyek, misalnya mengenaiaspek pemgelolaan yang harus diperbaiki untuk mengejar keterlambatan jadwal proyek, atau memperkecil atau menghilangkan cost overrun.

E.  Program Pelatihan

Perangkat lunak yang akan menangani operasi dan pemeliharaan instalasi setelah pembangunannya selesai, sudah harus dipersiapkan jauh sebelumnya. Karena operasi dan pemeliharaan berlainan antara satu dengan lain sesuai dengan jenis industri yang dibangun proyek, maka pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di samping yang bersifat dasar, juga bersifat khusus. 

Untuk memenuhinya, disiapkan program pendidikan dan pelatihan khusus, mencakup antara lain merektur, menyeleksi, melatih dikelas dan dilapangan untuk calon operator dan mekanik. Kegiatan ini kompleks, rumit, dan memakan waktu. Umumnya tersedia perusahaan konsultan yang siap secara profesional untuk menangani kegiatan tersebut.

F. Pengendalian Mutu

Pengendalian mutu merupakan pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan dari suatu kegiatan proyek. Sifat pekerjaannya memerlukan prosedur yang khusus, menuntut ketelitian dan pengalaman. Perusahaan konsultan yang menyediakan jasa dalam bidang tersebut, umumnya telah melengkapi diri dengan personil yang terlatih dan peralatan yang cukup, sehingga mampu melakukan tugasnya dengan efisien dan terpercaya.

G.  Prakomisi, Uji Coba, dan Star-tup

Bidang konsultasi untuk proyek meliputi pula pekerja-pekerja inspeksi, prakomisi, uji coba, dan start-tup peralatan, bagian istalasi ataupun keseluruhan. Jenis pekerjaan di atas umumnya amat beragam, dan seringkali memerlukan judgment yang berbobot dalam mengambil keputusan. Oleh karenanya, adanya pengalaman dalam menangani objek atau peralatan  yang sejenis akan sangat membantu.

H. Administrasi, Perijinan, dan Hukum

Banyak kegiatan administrasi yang merupakan tambahan pekerjaan baru bagi suatu organisasi perusahaan operasional yang akan menyelenggarakan proyek. Contoh untuk ini adalah pengelolaan administrasi pinjaman dan (loan administration), mempersiapkan system akuntansi perusahaan dengan kode akuntansi yang dipakai untuk pembebanan biaya dalam pengendalian proyek (asset record), dan lain-lain.

Ijin bangunan, impor barang, pembebasan bea masuk bagi proyek pemerintah, penggunaan tenaga asing, ijin survei lokasi kedaerah-daerah terpencil, misalnya untuk mendirikan repeater proyek telekomunikasi, dan lain-lain. Dalam hubungannya dengan perjanjian ini, yang menjadi prioritas adalah segera dapat diterima atau diperolehnya persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang. Untuk maksud tersebut, diperlukan pengelolaan yang dipegang oleh seseorang atau badan yang telah betul-betul menguasai peraturan, prosedur, dan sega seluk-beluknya agar ijin-ijin tersebut diperoleh pada waktunya.

Konsultasi hukum umumnya diperlukan untuk mempersiapkan rancangan kontrak, ikatan pembelian (PO) untuk barang-barang dengan harga yang tingi, dan pada waktu negosiasi dengan kontraktor utama, kontraktor atau pun konsultan. Dalam hal ini, yang diperhatikan apakah pasal-pasal dalam kontrak atau PO telah cukup kuat melindungi kepentingan pemilik proyek dan apakah semua peraturan pemerintah sudah dipenuhi.

I.  Pengadaan Dana 

Mengusahakan terpenuhinya jumlah dana untuk proyek bukan termasuk hal yany rutin untuk sebuah perusahaan. Dewasa ini dikenal bermacam-macam pola pendanaan yang dibedakan atas dasar sumber, sifat, mekanisme yang diperlukan dipergunakan, dan lain-lain. Sumber dana dapat berasal dari bank, pemilik proyek, subsidi pemerintah, atau institusi keuangan yang lain. Sifat pendanaan dapat berupa pinjaman jangka pendek, sedang, dan panjang. 

Sedangkan untuk proyek-proyek yang melibatkan pembelian mesin-mesin besar, sering ditempuh mekanisme pendanaan dengan sistem kredit (deferred credit), dengan pembayaran yang dicicil dalam jangka waktu tertentu. Salah satu bentuk pandangan proyek yang mendapat banyak perhatian adalah non-recuerse project financing.

Di sini pemberi pinjaman hanya menyandarkan pada pemasukan masa mendatang dari unit ekonomi, misalnya produk dari pabrik yang dibangun oleh proyek, sebagai sumber dana untuk membayar kembali utang. Gambaran di atas menunjukkan banyak jalur terbuka bagi pemilik untuk menentukan skema  atau jalur pinjaman yang akan dipilih, di mana masing-masing jalur memiliki biaya pendanaan (cost of money) yang berbeda, yang akhirnya akan mempengaruhi total biaya proyek. Oleh karena demikian banyak alternative dan liku-likunya, seringkali pemilik mengadakan konsultasi dengan organisasi propesi yang memiliki pengetahuan yang terbaru (up-to-date), jalur komunikasi, dan jangkauan atau akses yang luas dalam masalah tersebut.

Dengan sejauh mana peranan yang dapat dilakukan oleh konsultan dalam suatu penyelenggaraan proyek, maka pemilik perlu meneliti dan mempertimbangkan sebaik baiknya, berdasarkan motif efesiensi ekonomi dan efektifasi, pekerjaan mana yang sebaiknya diserahkan kepada konsultan dan mana yang akan dikerjakan sendiri.

J.  Paket Kerja untuk Konsultan

Berbagai macam paket kerja proyek E-MK yang acapkali diserahkan kepada konsultan untuk mengerjakan seperti terlihat pada gambar 17-1. Konsultan butir butir 1 s/d 6 dikerjakan pada tahap sebelum implementasi fisik, sedangkan 7 s/d 14 umumnya menjelang atau selama implementasi fisik berlangsung.

Sumber ; Manajemen Proyek Imam Soeharto
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Manajemen Proyek  dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih

  1. Cara Membuat Proposal Proyek
  2. Cara Membuat Proposal Proyek 2
  3. Proses Pemilihan Kontraktor Proyek
  4. Jasa dan Lingkup Kerja Kontraktor
  5. Peranan dan Kerja sama Para Peserta Proyek - New !!
  6. Jenis Kontrak hasil Penunjukan Langsung
  7. Paket Pengadaan Barang dan Jasa
  8. Pemilihan Peserta Tender Proyek Konstruksi
  9. Etika dan Peraturan Tender Proyek
  10. Kerjasama Dalam Proyek BOT - New !
  11. Memilih Jenis Proyek Konstruksi -New !
  12. Menerima dan Meneliti Proposal 
  13. Sorotan Khusus Kontrak Proyek Konstruksi
  14. Panitia Tender Proyek Konstruksi
  15. Pemilihan Kontraktor Harga Tidak Tetap New !
  16. Dokumen Kontrak dan Paket Lelang
  17. Rancangan Kontrak Proyek Kontruksi
  18. Cara Menyusun Kontrak Proyek Konstruksi
  19. Peraturan Usaha Jasa Kontruksi


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Jasa Kontruksi dalam Kegiatan Proyek
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/05/jasa-kontruksi-dalam-kegiatan-proyek.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer