Tampilkan postingan dengan label Konstruksi Beton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konstruksi Beton. Tampilkan semua postingan

Perawatan dan perbaikan struktur beton

Posted by taufick max Sabtu, 16 Maret 2013 7 komentar

Perawatan dan perbaikan struktur beton

Perbaikan struktur Beton

Beton yang telah dibuat dan menjadi struktur, harus dirawat selama usia strukturnya. tindakan perawatan ini dimaksudkan untuk menjamin tercapainya usia ekonomi struktur tersebut. salah satu sifat yang penting dari beton adalah keawetannya, yakni mampu menahan serangan (pengaruh) kimia dan fisika serta mekanis (Ductility), contohnya antara lain :

1. Tahan terhadap korosi dan serangan air dibandingkan dengan baja.
2. Tahan terhadap api ( Dibandingkan dengan baja )
3. Tahan terhadap beban kejut dan gempa.
4. Tahan terhadap perubahan suhu (susut karena suhu kecil sekali)

Keawetan yang baik didapatkan jika perencanaan, pelaksanaan, dan perawatan brton pada struktur dilakukan dengan baik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan perencanaan selain dari kekuatan struktur adalah : 

Perawatan Struktur Beton
1. Tidak cukupnya gambaran pembagian beban sehingga pemilihan bahan menjadi tidak benar dan tahapan pelaksanaan menjadi salah.
2. Ketidaktelitian detail, misalnya jarak-jarak tulangan.
3. Kesalahan hitung.
4. Selimut beton kurang diperhatikan.
5. Detail sambungan atau tempat dimana berhentinya pengecoran

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan meliputi :

1. Ketidakkokohan bekisting/acuan dan perancah form-work
2. Tidak adanya selimut beton
3. Kurangnya perhatian pada sambungan beton
4. Penghentian pengecoran pada tempat yang salah
5. Jenis semen yang digunakan tidak tepat
6. Penggunaan bahan kimia tambahan (Admixture)
7. Tinggi penuangan yang besar, dan
8. Cara pemadatan

Kecuali untuk kasus khusus, pengecoran yang menggunakan tremi jarang digunakan lagi karena hal akan menyebabkan :

Perawatan dan Perbaikan stuktur Beton

 

1. Tidak homogennya campuran
2. Keplastisan yang diperlukan tinggi
3. Komposisi campuran kadang-kadang tidak tepat lagi atau lebih banyak air untuk melancarkan penuangan.

Indikasi dari pwngeluaran biaya untuk Pengerjaan beton meliputi :

1. Biaya perawatan atau Curing cost selama pelaksanaan
2. Biaya pemeriksaan (inspection Cost) dan preventive cost yaitu biaya untuk perbaikan.
3. Perawatan koreksi termasuk perbaikan kemudian
4. Penggantian bagian-bagian yang rusak.

Kecerobohan pada saat perencanaan dan pelaksanaan akan menyebabkan tingginya biaya struktur ( cost Strukture) secara keseluruhan. setelah struktur jadipun, banyak terjadi kesalahan dalam pemakaian yang antara lain disebabkan oleh :
1. Pemberian beban yang berlebihan
2. Perubahan fungsi
3. Penambahan struktur yang tidak direncanakan.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Perawatan dan perbaikan struktur beton  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih
 
  1. Cara Pengujian Beton - New !!
  2. Cara Penuangan Beton dalam Air
  3. Cara Perawatan Beton Terbaru
  4. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  5. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  6. Distribusi Data untuk Pengujian Beton - New !!
  7. Evaluasi Pengerjaan Beton - New !!
  8. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  9. Hasil Uji Beton dengan Kekuatan Rendah - New !!
  10. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  11. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  12. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  13. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  14. Komposisi Bahan Campuran Beton
  15. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  16. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  17. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  18. Pekerjaan Konstruksi Beton
  19. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  20. Pengangkutan Beton Segar
  21. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  22. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas
  23. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  24. Pengujian Material Beton - New !!
  25. Pengujian persyaratan Analisis Beton - New !!

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Pemeriksaan dan Perawatan Beton

Posted by taufick max 0 komentar

Pemeriksaan dan Perawatan Beton 

Kerusakan umumnya terjadi 50% pada tahapan desain. untuk meneliti kerusakan pada tahap berikutnya setelah struktur jadi maka perlu dilakukan tindakan pemeriksaan secara berkala,misalnya selama 5 tahun sekali.

Metode Pemeriksaan Beton

Perawatan Beton
Suatu pemeriksaan dimulai dari historis atau sejarah mengenai bangunan dengan perhatian terhadap lokasi, tempat siar, sambungan, prosoalan selama pelaksanaan, campuran beton, tulangan, perawatan kemudian, fishing, dan perbaikan sebelumnya.

Pemeriksaan mengenai sejarah perencanaan dan pelaksanaan akan menghasilkan suatu tindakan perbaikan yang tepat yang akan dilakukan kemudian. Tinjauan mengenai perbaikan ini haruslah memperhatikan aspek ekonomis dan aspek tekniknya, sehingga jika ditinjau secara kekuatan struktur tetap terjaga dan melibatkan biaya perbaikan yang rendah. Pemeriksaan pertama dapat dilakukan secar visual (kasat mata) selanjutnya barulah diambil langkah pemeriksaan secara mendalam (detail)

Pemeriksaan Beton  secara Visual

Pemeriksaan visual ditunjukan pada tempat-tempat rawan (akibat korosi) Misalnya, Elemen tipis, pemasangan pagar bekisi, saluran air, Balkon, sambungan-sambungan. hasilnya ditabelkan pada tabel kerusakan dan penyebabnya serta didokumentasikan dengan foto-foto.

Pemeriksaan  Beton secara detail

Perawatan Beton
Setelah dilakukan pemeriksaan secar visual, dilakukan pemeriksaan detail meliputi :
1. Pengukuran selimut beton
2. Pengukuran karbonat dengan pengujian bor inti ( core-drill). hasil uji dilarutkan dalam fenolftailein sehingga permukaan yang mengalami pengkarbonan dapat ditentukan. (ph<9). beton yang baik akan berwarna merah jambu, sedangkan bagian yang mengalami pengkarbonan tetap berwarna abu-abu. jika permukaan pengkarbonaan telah mencapai tulangan makapengukuran kadar kelembapan pada tulangan perlu dilakukan.
3. Pengkuran kadar klorida dari contoh uji bor inti
4. Pemeriksaan kekerasan dan permeabilitas beton

Perawatan dan tindakan perbaikan beton

Tindakan ini dilakukan untuk menjamin keawetan beton. kegiatan pemeriksaan dilakukan secara teratur, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan segera mungkin

Perawatan beton

Perwatan dapat diartikan sebagai langkah-langkah perlindungan yang diberikan pada beton. langkah perlindungan ini dapat berupa pemberian lapisan perlindungan agar gangguan luar dapat diperkecil. perlindungan ini dapat berupa pengecatan, pemlesteran, pemberian lapisan penutup karet dan baja.

Perbaikan beton

Tindakan perbaikan meliputi perbaikan pada fase pelaksanaan dan setelah beton mengeras. tindakan ini dapat berupa pengasaran lapis permukaan, penghancuran bagian yang rusak dan menggantinya dengan beton baru dan pengasaran sedikit bagian permukaan atau membuang sedikit bagian yang rusak atau pengamplasan., ataupun pemberian lapisan oada permukaan yan diperbaiki. tindakan ini menggunakan mutu bahan yang lebih tinggi dati mutu beton yang diperbaiki, misalnya menggunakan semen grout.
Demikianlah sedikit pembahasan tentang Pemeriksaan dan Perawatan Beton  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih

  1. Cara Pengujian Beton - New !!
  2. Cara Penuangan Beton dalam Air
  3. Cara Perawatan Beton Terbaru
  4. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  5. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  6. Distribusi Data untuk Pengujian Beton - New !!
  7. Evaluasi Pengerjaan Beton - New !!
  8. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  9. Hasil Uji Beton dengan Kekuatan Rendah - New !!
  10. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  11. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  12. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  13. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  14. Komposisi Bahan Campuran Beton
  15. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  16. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  17. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  18. Pekerjaan Konstruksi Beton
  19. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  20. Pengangkutan Beton Segar
  21. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  22. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas
  23. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  24. Pengujian Material Beton - New !!
  25. Pengujian persyaratan Analisis Beton - New !!

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Kerusakan-kerusakan pada Beton

Posted by taufick max 0 komentar

Kerusakan-kerusakan pada Beton

Keawetan struktur beton selama masa pelaksanaan masih tetap memerlukan jaminan pengawasan  pelaksanaannya, agar beton tidak menimbulkan kerusakan pada kondisi normal selama umur rencana. namun demikian. kadangkala beton dapat rusak selama masa umur rencananya. kerusakan-kerusakan tersebut terjadi akibat pengaruh mekanis, fisika dan kimia. untuk itu, perlu diambil langka-langkah pencegahan.

Kerusakan Beton akibat pengaruh mekanis

Kerusakan Beton Akibat Pengaruh Mekanis

 

Pengaruh mekanis yang paling umum adalah gempa. beton harus direncanakan agar dapat berperilaku daktail ( mempunyai sifat daktalitas). Variasi kerusakan yang timbul dapat berupa goresan-goresan (retak rambut) akibat pengaruh bahan dan getaran yang kecil (ledakan) sampai ke kerusakan hancur (gempa tinggi). Menurut SNI, untuk menghindari hal ini strukturnya harus direncanakan dengan mengikuti ketentuan yang tertuang dalam SK.SNI.T-15-1991-03 mengenai tata cara perancangan bangunan gedung.

Kerusakan Beton akibat pengaruh fisika

Kerusakan ini akibat pengaruh temperatur yang dapat menimbulkan kehilangan panas hidrasi dan kebakaran. kerusakan lainnya akibat waktu dan suhu misalnya Creep & crack serta penurunan yang tidak sama pada tanah dasarnya.

Kerusakan Beton  akibat pengaruh kimia


 

Kerusakan ini umumnya paling banyak muncul pada struktur beton, kerusakan ini berkaitan langsung dengan struktur dan lingkungan setempat, misalnya, akibat korosi, tingkat keasaman yang tinggi dan yang lainnya.


Demikianlah sedikit pembahasan tentang Kerusakan Kerusakan Pada Beton  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih
 
 
  1. Cara Pengujian Beton - New !!
  2. Cara Penuangan Beton dalam Air
  3. Cara Perawatan Beton Terbaru
  4. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  5. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  6. Distribusi Data untuk Pengujian Beton - New !!
  7. Evaluasi Pengerjaan Beton - New !!
  8. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  9. Hasil Uji Beton dengan Kekuatan Rendah - New !!
  10. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  11. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  12. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  13. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  14. Komposisi Bahan Campuran Beton
  15. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  16. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  17. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  18. Pekerjaan Konstruksi Beton
  19. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  20. Pengangkutan Beton Segar
  21. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  22. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas
  23. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  24. Pengujian Material Beton - New !!
  25. Pengujian persyaratan Analisis Beton - New !!

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Evaluasi Kuat Tekan Beton

Posted by taufick max 0 komentar

Evaluasi Kuat Tekan Beton

Evaluasi dilakukan untuk menjamin terjagannya komposisi dari campuran, tingkat kemudahan pengerjaan dan kekuatan beton nantinya. Evaluasi ini meliputi pengaruh suhu, llingkungan setempat (environment), pengaruh dari lokasi pengerjuaan, dan hal-hal lain yang menyebabkan sifat-sifat dari beton segar berubah, yang pada akhirnya akan menyebabkan pengarh terhadap kekuatan struktur. Evaluasi dilakukan terhadap hasil dari (1). Pengujian silinder untuk kubus yang dilakukan di laboratorium, (2). Pengujian silinder dengan core drill atau nondestructive test, (3). Pengujian beban langsung (load test).

PENGUJIAN KUAT TEKANAN DI LABORATORIUM DENGAN SILINDER/KUBUS

 

Evaluasi ini bertujuan untuk menguji apakah kekuatan beton telah tercapai sesuai rencana atau belum dan untuk menentukan langkah-langkah preventif dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai ekonomis. Pengajuan dilakukan dengan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 150mm dan tinggi 300mm atau kubus ukuran 150 x 150 x 150 mm. Evaluasinnya selau dalam bentuk pengujian silinder. Jika data dihasilkan dari benda uji berbentuk kubus atau ukuran yang lebih kecil dari standar maka harus dilakukan konversi kedalam bentuk silinder. Satunya yang digunakan adalah N/m2 atau MPa.

Standar Nasional Indonesia telah memberikan langkah-langkah untuk melakukan evaluasi beton keras ini, dengan memperhatikan hasil uji kekuatan tekan selinder beton. Dalam konsep tata cara perancangan dan pelaksanaan konstruksi Beton -1989 5.6.2.3,atau dalam pedoman beton 1989. Pasal 4.7 tercantum bahwa,pelaksanaan beton dapat di terima jika hasil kekuatan tekan betonnya memenuhi dua syarat yang di berikan,nilai-nilai sebagai berikut:

(1) Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji (terdiri dari empat pasangan benda uji) tidak kurangdari     (f'c+0.82s), dengan s adalah standar deviasi.
(2) Tidak satupundari benda iju yang nilainya kurang dari 0.85f,c

Jika langka pertama tidak terpenuhi,maka diambil tindakan perbaikan untuk meningkatkan kekuatan tekan.Jika langka kedua yang tidak terpenuhi tindakan yang diambil adalah dengan menguji apakah kekuatan struktur masih cukup kuat dengan nilai kekuatan aktual,dengan cara menganalisa ulang struktur menggunakan tekan aktuanya atau dengan menguji cara uji tidak merusak (nondesturcti test).

UJI TIDAK MERUSAK UNTUK BETON

 

Beberapa pengujian
tidak merusak dapat dilakukan untuk mengevaluasi beton yang setelah dilakukan uji melalui silinder atau kubus tidak memenuhi syarat yang diberikan. Pengujian tidak merusak dapat menggunakan metode resonansi dan pulse velocity, metode kekerasan permukaan (surface hardness methods) yang meliputi rebound methods, probe penetration test, Pin penetration test (Mohaltra, 1994:320-338).

Metode dasar frekuensi resonansi menurut ASTM C.215 menggunakan dua alternative prosedur yang pertama metode gaya resonansi (forceresonance method) dan metode beban kejut (impact resonance methol). Metode pertama menggunaka pengetaran dengan eletro-makenik (electro-mechanical drive unit).Contoh uji di berikan gaya nyata yang ringan dan tanggapannya dimonitor. Nilai maksimum melalui contoh uji yang dapat diambil untuk tiga modus yang berbeda.Pada metode kedua hampir sama tetapi dengan memberikan beban kejut pada contoh uji. Alat untuk melihat resonansinya biasanya digunakan accelerrometer sebagai alat rekamnya.

salah satu cara yang dikenal dalam pengujian tidak merusak adalah pengambilan contoh uji melalui pengeboran atau core drill,yang di gunakan pada daerah yang di perkirakan tidak memenuhi syarat.Minimal diambil 3 contoh uji.Penganbilan contoh uji tidak bolehmengenai tulangan.Selanjutnya dapat di terimah menurut standar nasional Indonesia jika memenuhi syarat sebagai berikut:

(a) Kekuatan rata rata 3(tiga)bendah uji minimal0.85f'c
(b) kekuatan tekan masing masing hasil uji minimal 0.75f'c.

Pengambilan contoh uji dilakukan menggunakan core drill machine (mesin bor inti) dengan ukuran silinder tertentu,misalnya NX =54 mm, HX = 76 mm.Pelaksanaan pembuatan benda uji dapat mengikuti ketentuan yang tertuang dalam SK.SNI.T-16-1991-03.kemudian sampel uji diuji dengan mesin tekan atau mesin lentur untuk mendapatkan data.

PENGUJIAN MERUSAK UNTUK BETON (Destructive Test)

Pengujian merusak (Destruktive test) merupakan tindakan tahap akhir pada pengujian struktur beton. Langkah ini dapat dilakukan dengan pengujian beban langsung (load test) pada struktur. Pembebanan diberikan sesuai dengan batas pembebanan yang direncanakan, jika kekuatan dan deformasi memenuhi, maka struktur dapat diterima.

Cara paling akhir adalah mereduksi beban-beban yang semula direncanakan dengan memberikan batas kekuatan sesuai dengan kekuatan hasil pengujian. untuk itu harus dilakukan analisis ulang pada struktur yang dibuat.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Evaluasi kuat Tekan Beton  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih
 

  1. Cara Pengujian Beton - New !!
  2. Cara Penuangan Beton dalam Air
  3. Cara Perawatan Beton Terbaru
  4. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  5. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  6. Distribusi Data untuk Pengujian Beton - New !!
  7. Evaluasi Pengerjaan Beton - New !!
  8. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  9. Hasil Uji Beton dengan Kekuatan Rendah - New !!
  10. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  11. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  12. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  13. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  14. Komposisi Bahan Campuran Beton
  15. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  16. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  17. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  18. Pekerjaan Konstruksi Beton
  19. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  20. Pengangkutan Beton Segar
  21. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  22. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas
  23. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  24. Pengujian Material Beton - New !!
  25. Pengujian persyaratan Analisis Beton - New !!

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Hasil Uji Beton dengan Kekuatan Rendah

Posted by taufick max Jumat, 15 Maret 2013 0 komentar

Penyelidikan Hasil Uji Beton dengan Kekuatan Rendah

mesin uji beton
Pada beton yang telah diuji dan nilai kekuatannya ternyata rendah, harus diambil langkah untuk memastikan bahwa kapasitas daya dukung dari struktur tidak membahayakan . Jika menunjukan hasil yang membayangkan, maka dilakukan tindakan pengambilan contoh melalui bor inti, (core drilled) pada daerah yang diperlukan (membahayakan) berdasarkan petunjuk dari "methods of obtaining and testing drilled cores and sawed beams of concrete" ASTM C.42. Setiap contoh uji harus di ambil tiga buah specimen. (PB,1989:25)

Penyelidikan Kekuatan Beton


Bila pada masa layanannya bagian struktur tersebut akan selalu kering maka specimennya harus dikeringkan pada temperatur antara 15 derajat Celcius, dengan kelembaban relatid kurang dari 60% untuk umur 7hari dan diuji pada keadaan kering. Bila pada masa layanannya selalu dalam keadaan basah, maka dilakukan perendaman selama 40 jam, dan diuji pada keadaan basah.

Beton yang diuji dengan spesimen bor inti, kekuatan tekan rata-ratannya harus lebih besar dari 85% dari kekuatan rencana dan tidak satupun benda ujinya kurang dari 75%. Jika hasil dari bor inti inipun tak satupun tak memenuhi syarat, pengawas dapat melakukan perintah uji beban.


Demikianlah sedikit pembahasan tentang hasil uji beton dengan Kekuatan rendah  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih

  1. Aktivitas Pengerjaan Beton
  2. Cara Pengujian Beton - New !!
  3. Cara Penuangan Beton dalam Air
  4. Cara Perawatan Beton Terbaru
  5. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  6. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  7. Distribusi Data untuk Pengujian Beton - New !!
  8. Evaluasi Pengerjaan Beton - New !!
  9. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  10. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  11. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  12. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  13. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  14. Komposisi Bahan Campuran Beton - New !!
  15. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  16. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  17. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  18. Pekerjaan Konstruksi Beton
  19. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  20. Pengangkutan Beton Segar
  21. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  22. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas
  23. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  24. Pengujian Material Beton - New !!
  25. Pengujian persyaratan Analisis Beton - New !!

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Pengujian persyaratan Analisis Beton

Posted by taufick max 0 komentar

Pengujian persyaratan Analisis Beton

Pengujian Kekuatan Beton
Sebelum data dianalisis untuk pengujian hipotesis yang berbentuk korelsi, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi, yaitu keacakan sampel, kenormalan distribusi, keberartian model regresi, dan kelinieran garis regresi.

Dalam penelitian, persyaratan keacakan harus dipenuhi melalui teknik pengambilan sampel yang dilakukan. Persyaratan berikutnya diuji normalitas populasi untuk variabel-variabel yang ditinjau. selanjutnyaq diuji signifikasi dari model regresi dan linieritas dari persamaan regresi yang didapat untuk hubungan variabel bebas dan variabel terikatnya.

Uji Normalitas Beton

Uji Normalitas Kekuatan Beton
Data hasil penyelidikan bahan, beton segar ataupun beton keras, secara statistik harus diuji mengenai normalitasnya. Uji normalitasnya dapat mengikuti pengujian non-parametrik Hasil uji kemudian dibuat suatu hubungan sebab-akibat dapat berbentuk regresi linear dan dianalisis kekuatan hubungan tersebut (Steelle,1994:23) Pekerjaan yang kontinyu dan besar sangat memerlukan evaluasi secara statistik ini. Dalam pekerjaan beton umumnya analisis statistik dilakukan terhadap pengujian kekuatannya baik itu kekuatannya tekan, kekuatan lentuk atau kuat geser dari beton. Nilai statistik yang sering digunakan untuk mengevaluasi adalah niali tengah dan standar deviasi.

Pengujian normalitas suatu kelompok data dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuna program aplikasi statistik seperti SPSS. Metode pengujian normalitas dalam statistik antara lain uji Lilliefours, person ataupun metode kolmogorov-Smirnov, Chi-Square, Binominal dan lainnya.

Pengujian Keberartian Model Beton

Pengujian Model Beton
Keberartian suatu model dalam statistik haruslah diuji melalui pengujian hipotesis. Hal tersebut dilakukan dengan menghitung terlebih dahulu koefisin korelasi sederhana, rumus produk momen dapat digunakan jika garis persamaan regresi sederhana yang dihasilkan kemudian diuji keberartian untuk linieritasnya.

Keberartian model regersi, misalkan hipotesis nol  (Ho) adalah koefisien regresi tidak berarti, dengan hipotesis tandingannya (H1) adalah koefisien regresi berarti. Pengujian menggunakan statistik F (F=varians regresi dibagi varian sisa), melalui daftar analisis varians untuk regresi linier sederhana. Kriteria, tolak hipotesis nol (Ho) jika F yang diperoleh dari hitungan lebih besar dari F tabel dengan derajat kebebasan (dk) pembilang satu dan dk penyebut (dk=n-2).

Sedangkan pengujian kelinieran regresi, hipotesis nol (Ho) jika F yang di peroleh dari hitungan yang lebih besar dari F tabel dengan derajat kebebasan (dk) pembilang satu dan dk penyebut (dk=n-2).

Sedangkan pengujian kelinieran regresi, hipotesis nol (H0) adalah garis persamaan regresi berbentuk liniar, dengan hipotesis tandingannya (H1) Adalah  persamaan garis regresi non-linear. Pengujiannya menggunakan statistik F(F=varians tuna cocok dibagi varian tuna galat), melalui daftar analisis varians untuk regresi linier sederhana. Kriteria, tolak Hipotesis Nol (H0) jika F yang di peroleh dari hitungan lebih besar dari F tabel dengan derajat kebebasan (dk) pembilang sebesar jumlah kelopok dikurang dua (k-2) dan dk penyebut (dk=n-k).


Demikianlah sedikit pembahasan tentang Pengujian persyaratan analisis beton  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih
 
 
  1. Aktivitas Pengerjaan Beton
  2. Cara Pengujian Beton - New !!
  3. Cara Penuangan Beton dalam Air
  4. Cara Perawatan Beton Terbaru
  5. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  6. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  7. Distribusi Data untuk Pengujian Beton - New !!
  8. Evaluasi Pengerjaan Beton - New !!
  9. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  10. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  11. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  12. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  13. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  14. Komposisi Bahan Campuran Beton - New !!
  15. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  16. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  17. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  18. Pekerjaan Konstruksi Beton
  19. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  20. Pengangkutan Beton Segar
  21. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  22. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas - New !!
  23. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  24. Pengujian Material Beton - New !!
  25. Perkerasan Jalan Beton Prategang

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Distribusi Data untuk Pengujian Beton

Posted by taufick max 0 komentar

Distribusi Data untuk Pengujian Beton

Mesin Pengujian Beton

Populasi dan Sampel Pengujian Beton

Pengertian populasi dalam statistik adalah suatu kelompok data dengan sifat dan karakteristik yang diduga sama,  sedangkan pengertian sampel adalah data individu dalam kelompok yang yang mempunyai peluang untuk dipilih sebagai data. Pemilihan sampel dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang paling banyak dilakukan dengan menggunakan metode acak, yaitu memilih secara acak data dalam suatu populasi tertentu.

Distribusi Frekuansi Kekuatan Tekanan Beton

Data statistik yang diperoleh melalui survay sampel atau hasil percobaan biasanya terdiri dari kumpulan data numerik yang kasar daln tidak teratur. Maka data tersebut harus diatur menurut suatu cara, yaitu melihat distribusinya yang menggambarkan suatu pola tertentu.

Contohnya, hasil suatu percobaan tekan suatu benda uji berbentuk silinder seperti tercantum dalam tabel 111.1 kolom 2 kita hanya dapat mengatakan bahwa kekuatan tekan beton tersebutberkisar antara 21.0 MPa sampai 43.0 MPa. Sebenarnya informasi tersebut dapat disusun merupakan suatu pola, secara numerik dapat disusun berdasarkan nilai terendah sampai tertinggi.

Distribusi frekuensi kekuatan tekanan dalam tabel 11.1 dapat di buat menggunakan pendekatan (aturan) sturges (jujanaa, 1996:47). Banyaknya kelas untuk 17 sampel adalah 1+(3,3)log 17=5.06 diambil sebanyak 5 kelas. Rentang kelas 43-21=22, jadi interval kelas adalah 22/5 = 4.4 di ambil 5. Distribusi frekuensi data kekuatan tekan selengkapnya disajikan dalam tabel 11.4 Dapat dikatakan bahwa ada sekitar 29.4% kekuatan tekan beton mempunyai kekuatan 20-25 MPa, dan sebesar 23.5% mempunyai kekuatan lebih besar dari 25 MPa dan lebih kecil dari 30 MPa. dan seterusnya. Agar dapat dengan mudah dimengerti, biasanya disajikan dalam bentuk grafik.

Agar analisis ini dapat dilakukan dengan mudah dapat digunakan alat bantu komputer seperti pengolah data MS.EXEL atau program aplikasi untuk statistik seperti SPSS.
   
Sumber : Teknologi Beton (Ir. Trimulyono, MT)

Demikianlah sedikit pembahasan tentang Distribusi Data untuk pengujian Beton  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih
 
  1. Aktivitas Pengerjaan Beton
  2. Cara Pengujian Beton - New !!
  3. Cara Penuangan Beton dalam Air
  4. Cara Perawatan Beton Terbaru
  5. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  6. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  7. Evaluasi Pengerjaan Beton - New !!
  8. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  9. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  10. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  11. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  12. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  13. Komposisi Bahan Campuran Beton - New !!
  14. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  15. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  16. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  17. Pekerjaan Konstruksi Beton
  18. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  19. Pengangkutan Beton Segar
  20. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  21. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas - New !!
  22. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  23. Pengujian Material Beton - New !!
  24. Perkerasan Jalan Beton Prategang
  25. Persyaratan Bahan Bangunan Beton
  26. Riwayat Perkembangan Beton
  27. Sifat dan Karakteristik Perancangan Beton
  28. Sifat-Sifat Beton Segar - New !!
  29. Syarat Pengadukan Beton SNI
  30. Syarat perancangan Beton SNI
  31. Tata Cara Pengadukan Beton
 

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Evaluasi Pengerjaan Beton

Posted by taufick max 0 komentar

Evaluasi Pengerjaan Beton

Evaluasi Pengerjaan Beton

Evaluasi penerimaan pekerjaan beton merupakan suatu proses untuk melihat hasil dan menganalisis pengujian yang telah dilakukan. Evaluasi ini meliputi evaluasi terhadap kualitas bahan-bahan penyusunannya, kualitas beton segar, dan kualitas beton keras. Secara prosedural pengujian kualitas bahan telah tertuang dalam standar tentang pengujian beton. Standar tersebut sudah memberikan batasan-batasan mengenai kualitas penerimaan dari hasil pengujian tersebut.

Statistik

Statistik
Evaluasi statistik dimaksudkan untuk melihat hasil pengujian data melalui survei sampel ataupun pengujian langsung di laboratorium dengan pendekatan atau kaidah-kaidah statistik. Pengujian statistik umumnya
memerlukan deskripsi numerik yang tepat. Landasan dasar statistik adalah kecenderungan atau lokasi pusat dan ukuran-ukuran lokasi. Tiga ukuran lokasi yang sering kali digunakan adalah maen, median dan modus.

RATA-RATA (maen)

Maen atau harga rata-rata merupakan nilai yang paling sering digunakan untuk analisis statistik. Maen merupakan jumlah nilai suatu data dalam kelompok dibagi banyaknya data. Data yang dievaluasi secara statistik harus dicari nilai tengah, yang merupakan rata-rata  dari kelompok data hasiil pengujian. Data hasil pengujian tekan merupakan rata-rata dua benda uji berpasangan.

NILAI TENGAH (Median)

Median adalah suatu batas ukuran dari sekelompok data, misalnya suatu angka yang menenjukan batas kekuatan tertentu. Sebagai contoh, ada sekelompok data berupa 40 data uji kekuatan tekanan, mediannya 35 MPa dimana 25 data berada pada lebih kecil dari 35 MPa dan 15 berada diatas 35 MPa. (2) Bahwa setelah diurutkan, data kekuatan tekan dalam kolom (3) didapat nilai tengahnya yaitu yang berada pada nomor urut 9 yaitu kelompok data yang berada pada lebih kecil dari 28 MPa. Nilai mediannya sebesar 28 MPa. Nilai mediannya sebesar 28 MPa.

MODUS (Mode)

Bila data dikelompokan, seringkali kita temui bahwa ada satu kelas yang menunjukan frekuensi maksimum. Kelas maksimum tersebut merupakan kelas mode, dan nama kelasnya sebagai mode. Jadi dapat dikatakan bahwa mode adalah suatu nilai tengah dari frekuensi kelas maksimum.

Sebagai contoh  jika dikelompokkan dalam suatu kelas tertentu misalnya dengan pendekatan struges atau lainnya. Jika dikelompokkan dalam kelas dengan interval 10 MPa, tabel tersebut akan menjadi seperti Table 11.2. Kelas 20-30 merupakan kelas yang mempunyai frekuensi maksimum yaitu 9/17 sebesar 53% kelas ini dikatakan sebagai kelas modus dengan nilai  modus sebesar 25 MPa.

                    MODE
            Interval Kelas         Banyak Sampel
               20-30                               9
               30-40                               7
               40-50                               1

   

Ukuran variasi

 

 Hitungan numerik dalam statistik tidaklah identik tetapi dihamburkan pada suatu seberan tertentu. Hitungan statistik untuk mengukur karakteristik data ini merupakan ukuran variasi atau ukuran dispersi. Ukuran variasi tersebut yang sering digunakan dalam statistik beton anata lain range dan deviasi standar.

RANGE

 Range merupakan perbedaan antara harga-harga terbesar dan terkecil dari sekelompok data. Sebagai contoh, dari tabel 11.1 diperoleh harga terendah (minimum) kekuatan tekan beton sebesar 21 MPa dan terbesar (maksimum) sebesar 43 MPa, jadi range sebesar 43-21 sebesar 22 MPa.

STANDAR DEVIASI

 Standar deviasi adalah indentifikasi penyimpangan yang terjadi dalam kelompok data, yang dihitung dengan rumus.


Demikianlah sedikit pembahasan tentang Evaluasi Pengerjaan Beton  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
 
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih
 
  1. Aktivitas Pengerjaan Beton
  2. Cara Pengujian Beton - New !!
  3. Cara Penuangan Beton dalam Air
  4. Cara Perawatan Beton Terbaru - New !!
  5. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  6. Cara dan Proses Pemadatan Beton
  7. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  8. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  9. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  10. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  11. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  12. Komposisi Bahan Campuran Beton - New !!
  13. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  14. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  15. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  16. Pekerjaan Konstruksi Beton
  17. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  18. Pengangkutan Beton Segar
  19. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  20. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas - New !!
  21. Pengujian Beton Segar dan Beton Keras - New !!
  22. Pengujian Material Beton - New !!
  23. Perkerasan Jalan Beton Prategang
  24. Persyaratan Bahan Bangunan Beton
  25. Riwayat Perkembangan Beton
  26. Sifat dan Karakteristik Perancangan Beton
  27. Sifat-Sifat Beton Segar - New !!
  28. Syarat Pengadukan Beton SNI
  29. Syarat perancangan Beton SNI
  30. Tata Cara Pengadukan Beton

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Pengujian Beton Segar dan Beton Keras

Posted by taufick max Kamis, 14 Maret 2013 0 komentar

Pengujian Beton Segar dan Beton Keras

Pengujian Beton Keras

 

Pengujian Beton Segar

Pada dasarnya pengujian beton segar dilakukan untuk melihat konsistensi campuran sebagai dasar untuk kemudahan pekerjaan. tata cara pengadukan dan pengecoran menurut SNI tertuang dalam SK.SNI.T-28-1991-03. pengujian beton segar pada umumnya meliputi pengujian slump, bleeding, dan  berat isi.

Pengujian Beton Keras

Pengujian beton keras dilakukan setelah masa perawatan contoh uji yang caranya dapat mengikuti SK.SNI.T-16-1991-03. SK.SNI.M-08-1991-03. memberikan tata cara pengujian untuk kuat tekan. Pengujian kuat geser tertuang dalam SK.SNI.M-09-1991-03, sedangkan penguian nilai modulus harus sesuai dengan SK.SNI.M-11-1991-03. Benda uji yang digunakan dapat berupa selinder, balok ataupun kubus dengan ukuran sesuai dengan yang disyaratkan.

Banyak Contoh Uji

Lab. Pengujian Beton
Pengambilan contoh dan pengujian beton segar, percobaan atau pengujian ini dilaksanakan setelah komposisi dari suatu campuran beton didapatkan. selanjutnya, dilakukan pengujian sifat-sifat dari beton segar dan pengaruhnya nanti setelah beton mengeras. jumlah pengambilan contoh beton uji kuat tekan dari setiap mutu beton yang dituangkan pada satu hari harus diambil tidak kurang dari satu kali, dengan benda uji berpasangan, (PB, 1989:23)

Berdasarkan kriteria volume suatu pekerjaan, jumlah volume total dari pelaksanaan pengujian akan memberikan contoh uji yang kurang dari lima. bila volume beton dari suatu adukan kurang dari 40 m3,maka penjabat bangunan boleh membatalkankeperluan untuk uji kuat tekan bila dalam pertimbangannya didapat cukup petunjuk yang dapat memberikan bukti dengan cukup memuaskan bahwa beton tersebut mampu memberikan kekuatan yang diharapkan (PB, 1989:24)

Spesimen Uji yang dirawat dilaboratorium dan lapangan

Pengambilan contoh uji untuk kuat tekan beton harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dari " Methods of Sampling freshly Mixed Concrete" ASTM C.172. atau memenuhi syarat " Tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian Laboratorium Mekanikan Batuan" SK.SNI.T-16-1991-03.

Benda Uji Selinder yang diperlukan untuk pengujian kuat tekan harus dicetak dan dirawat didalam Laboratorium sesuai dengan ketentuan dari " Methods of Making and Curing Concrete Test Specimens in The Field" ASTM. C.31. dan uji berdasarkan " Test Methods for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimens" ASTM C.39. bila benda uji dibuat dengan kubus berisi 150 mm, maka pembuatannya mengikuti ketentuan dari BS 1881:part 116:1983 " Methods for Determination of Compresive Strenght of Concrete Cubes". Contoh uji harus diambil dari contoh yang sama dan waktu yang sama dengan pelaksana. Prosedur perawatan harus ditingkatkan jika hasil uji menunjukan bahwa kekuatan tekan beton 85% pada umur yang telah ditetapkan.


Demikianlah sedikit pembahasan tentang Pengujian Beton Segar dan Beton Keras  semoga bermanfaat. Jika ada yang salah mohon diberikan komentar dibawah ini.
 
 
Anda Bisa Membaca Artikel lain tentang Konstruksi Beton dibawah ini. Jika anda suka mohon Like dan di Bagikan ke teman-teman  yang lain. Terima Kasih

  1. Aktivitas Pengerjaan Beton
  2. Cara Pengujian Beton - New !!
  3. Cara Penuangan Beton dalam Air
  4. Cara Perawatan Beton Terbaru - New !!
  5. Cara dan Prosedur Penuangan Adukan Beton
  6. Cara dan Proses Pemadatan Beton - New !!
  7. Hal Penting dalam Pekerjaan Beton - New !!
  8. Kebutuhan Beton Konstruksi di Indonesia
  9. Kebutuhan Dalam Penyeledikan Beton
  10. Kelebihan dan Kekurangan Beton
  11. Kinerja Beton Penting buat Konstruksi
  12. Komposisi Bahan Campuran Beton - New !!
  13. Kriteria Perancangan Campuran Beton
  14. Mengenal Beton dalam Dunia Teknik Sipil
  15. Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton - New !!
  16. Pekerjaan Konstruksi Beton
  17. Penerapan Besi Beton Bertulang Pada Konstruksi
  18. Pengangkutan Beton Segar
  19. Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi
  20. Pengerjaan Beton pada Cuaca Panas - New !!
  21. Pengujian Material Beton - New !!
  22. Perkerasan Jalan Beton Prategang
  23. Persyaratan Bahan Bangunan Beton
  24. Riwayat Perkembangan Beton
  25. Sifat dan Karakteristik Perancangan Beton
  26. Sifat-Sifat Beton Segar - New !!
  27. Syarat Pengadukan Beton SNI
  28. Syarat perancangan Beton SNI
  29. Tata Cara Pengadukan Beton


Baca Selengkapnya ....
Share on :

Materi Populer