Perencanaan Pencahayaan ventilasi Udara Rumah

Posted by Taufick Max Sabtu, 22 Juni 2013 0 komentar
Share on :

Perencanaan Pencahayaan ventilasi Udara Rumah



Desain Karala House Rumah Minimalis

Perencanaan Pencahayaan ventilasi Udara Rumah-Tuntutan untuk menciptakan kenyamanan yang optimal dalam rumah tinggal memang menjadi dambaan bagi setiap insane, namun demikian masih saja sering kita liahat adannya bentuk-bentuk ruamah atau bangunan yang hanya mengejar bentuk semata tetapi mengesampingkan aspek perencanaan pencahayaan dan sirkulasi udara.

Jika kita tinjau secara fisik, rumah sebetulnya mempunyai kemampuan alami untuk membuat udara dalam suatu ruang menjadi dingin (nyaman). Hal tersebut bisa terjadi karena pada  dasarnya sebuah rumah yang dibangun pada suatu lokasi tersebut mempunyai suatu lingkungan, sehingga potensinya bisa dimanfaatkan.

Sebagai contoh misalnya pemanfaatan angin degan membuat bukaan pada suatu tempat tertentu yang berupa jendela atau yang lain serta mngolah material bangunan untuk mengantisipasi panas yang ditimbulkan oelh sinar matahari dan lampu penerangan.

Karena sebagian besar (mayoritas) wilayah Negara Indonesia mempunyai suhu udara dan kelembaban rata-tara yang cukup tinggi, yaitu diatas  30oC dengan kelembabannya (Rh) sebesar 80%,maka secara umum suasana dalam rumah dikebanyakan tempat di Indonesia terasa lembab, panas, dan kurang nyaman.

Mungkin bagi orang yang tidak berpikir lebih panjang untuk mengantisipasi hal tersebut akan menggunakan pendingnin ruangan (AC) agar kenyamanan ruang bisa tercipta secara instan, namun demikian sebetulnya keadaan tersebut bisa diantisipasi dengan perencanaan system pencahayaan dan ventilasi yang biak, Karena kenyamanan sebuah hunian/rumah tinggal sangat dipengaruhi oleh lancarnya sirkulasi udara maupun cukupnya sinar matahari yang masuk kedalam rumah tersebut.

Berapa hal yang bisa anda lakukan untuk merencanakan system pencahayaan dan vintilasi udara agar rumah terasa sejuk serta nyaman adalah sebagi berikut.


1.Upayakan agar jumlah dan  jenis media pencahayaan serta luasan ventilasinya pada suatu ruang sesuai dengan luas ruangan (terjadi keseimbangan/proposional) yang akan diterangi dan didinginkan.

2.Sebaiknya prioritaskan ruang-ruang yang membutuhkan sinar matahari serta sirkulasi udara (cross ventilation) secara langsung agar mempunyai bukaan ruang brupa pintu, jendela, BV, atau bentuk bukaan yang lain dengan posisi yang sesuai dengan orientasi/arah hadap bangunan. Hal ini penting dilakukan karena untuk menyesuaikan dengan arah sinar matahari serta  aliran disekeliling rumah.

3.Rencanakan agar ruang-ruang utama seperti ruang tidur utama, ruang tidur anak dan ruang makan serta ruang keluarga bisa memperoleh sinar matahari secara langsung pada jam tertentu (pagi) serta mandapatkan aliran udara secara langsung (cross ventilation) sepanjang hari.

4.Untuk menambah kenyamanan ruang juga bisa dilakukan penambahan jalusi pada dinding bagian atas dibawah atap. Hal ini akan sangat membantu produksi udara panas yang masuk kedalam ruang dibawah atap diatas plafod, sehingga ruang didalamnya akan terasa sejuk dan nyaman.

5.Tidak menggunakan jenis bukaan ruang (jendela,BV, atau jenis bukaan lain) dengan ukuran yang tidak sesuai dengan luasan ruang (tidak proposional), sehingga tidak terlalus silau dan panas.

6.Gunakan bahan untuk pintu dan jendela yang tidak menimbulkan panas dan silau Karena pantulan sinar matahari maupun lampu, misalnya seperti bahan almunium yang tidak dicoting.

7.Minimalkan penggunaan fasilitas  penyejuk udara, kipas angin, serta lampu pada siang hari degan melakukan pengaturan serta pengolahan pencahayaan dan sirkulasi udara secara optimal, misalnya dengan menggunakan dinding kaca, jalusi, maupun lubang angin/ventilasi.

8.Optimalkan sirkulasi udara alami dan pencahayaan dalam ruang dengan membuat desain jendela atau lubang angin/ventilasi yang mempunyai dua bukaan berbeda. Misalnya buatlah bukaan jendela dengan ukuran berbeda, bagian bawah yang berukuran lebih besar untuk memasukan cahaya sekaligus udara, sedangkan bukaan pada bagian atas dengan ukuran yang lebih kecil untuk memaksimalkan aliran udara (ventilasi) dalam ruangan tersebut.

9.Untuk membantu mengontrol intensitas cahaya matahari yang masuk dalam rumah, maka bisa ditambahkan jalusi pada bagian dinding lain dibawah plafond, sehingga aliran udara tetap lancar tetapi intensitas cahaya yang masuk tetap bisa terkendali dan terkontrol oleh jalusi tersebut.

10.Upaya untuk membantu menciptakan kenyamanan dalam ruang bisa dilakukan dengan cara meninggikan plafod hingga setinggi 3m, hal ini bisa membantu mempercepat pergerakan udara panas, karna berat jeni udara panas lebih ringan dibandinggkan dengan udara dingin, singga jika udara panas bisa terdorong keluar melalui lubang ventilasi dibagian atas, maka kenyamanan ruang akan bertambah secara alami.

Demikianlah artikel tentang tips Pentingnya perencanaan Rumah  ini tentang Perencanaan pencahayaan dan ventilasi udara Rumah Impian anda.


Jika Anda memiliki tips – tips lain bagikanlah disini. Atau BAGIKAN TULISAN ini kepada yang lain. Semoga bermanfaat.

Baca Informasi Lainnya :

 


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Perencanaan Pencahayaan ventilasi Udara Rumah
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/06/perencanaan-pencahayaan-ventilasi-udara.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer