Siklus Sistem Proses Engineering Proyek

Posted by Taufick Max Senin, 23 Desember 2013 0 komentar
Share on :

Siklus Sistem dan Proses Engineering Proyek

Sistem Manajemen Proyek
Salam Civil Engineers. Berjumpa lagi melalui Blog Kampus-Sipil.com ini dalam rangka membahas materi-materi berhubungan dengan Ilmu Teknik Sipil. sebelumnya telah kita bahas tentang Aplikasi Konsep Sistem dana Proyek  dan Unsur dan sifat Sistem dalam proyek oada kesempatan ini kita akan membahas kelanjuan dari kedua materi tersebut Yakni Siklus Sistem dan Proses engineering Proyek.

Seperti halnya dengan sistem itu sendiri, Engineering sistem mempunyai siklus yang ditandai oleh seluruh spektrum aktivitas yang terdiri dari beberapa tahap . Tahap-tahap tersebut diawali identifikasi kebutuhan, dilanjutkan dengan desain dan pengembangan, Aspek Engineering pada Konstruksi, produksi, operasi dan pemeliharaan. Pada akhirnya sistem berhenti tak berguna lagi.

Aktivitas masing-masing tahap memiliki hubungan tertentu dengan tahap sebelum dan sesudahnya. Oleh karena itu, amatlah penting untuk memperhatikan keseluruhan siklus bila ingin mengelola engineering sistem dengan hasil yang optimal.

Tahap-tahap dalam sistem engineering mempunyai kurun waktu maupun sifat yang berbeda-beda tergantung dari keperluan, tujuan dan kompleksitas sistem tersebut. Pola umum Siklus Engineering Sistem di dalam siklus sistem (produk) mengikuti dibawah ini.






Pemahaman akan sifat siklus engineering sistem tersebut adalah penting untuk mengantisipasi, mengarahkan, dan merencanakan tindakan-tindakan pengelolaan yang tepat dalam Aspek desain-engineering. Siklus sistem dan siklus engineering sistem dimulai dengan timbulnya kebutuhan. Bila hal tersebut terjadi, yang harus dihadapi pertama-tama adalah mengidentifikasi seberapa jauh keperluan tersebut harus dipenuhi dan memperkirakan secara kasar seberapa besar sumber daya yang sekiranya diperlukan.

Pada taraf ini belum diperlukan analisis cara memecahkan persoalan yang timbul secara spesifik, tetapi baru dipusatkan pada cara mencari jawaban atas pertanyaan apakah benar kebutuhan tersebut harus segera diatasi dan diprioritaskan.

Adapun tahap atau proses selanjutnya adalah seperti berikut.

Tahap Konseptual

Memperjelas dan merumuskan permasalahan dalam suatu studi kelayakan, termasuk menentukan tujuan dan sasaran. Mengkaji dasar-dasar keperluan untuk mewujudkan sistem, operasi sistem, dan pemeliharaan.

Desain Pendahuluan dan Definisi Sistem

Menentukan fungsi utama sistem berarti meletakkan dasar untuk penyusunan kriteria dan spesifikasi peralatan yang diperlukan, kualitas dan kuantitas pegawai, fasilitas pendukung, pemeliharaan, dan lain-lain. Kemudian mengelompokkan dalam subsistem, dilanjutkan dengan melakukan analisis untuk mengevaluasi alternatif desain secara terperinci seperti :
  • Melihat semua aspek untuk mewujudkan sistem ( Konstruksi atau manufaktur ) operasi, dan Pemiliharaan.
  • Mendefinisikan masing-masing fungsi semua komponen sistem ( peralatan pendukung, dan lain-lain )
  • Mencari keseimbangan antara keperluan dengan sumber daya yang tersedia, dengan mengkaji parameter teknis yang dibandingkan dengan siklus biaya.
Jadi, misalnya pada suatu proyek E-MK, maka kegiatan ini mencoba menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan operasi, pemeliharaan, dan pendukungnya ke dalam parameter desain engineering secara spesifik, kuantitatif, dan kualitatif.

Desain Terinci

Desain terinci melanjutkan segala sesuatu yang dasar-dasarnya telah diletakkan pada langkah sebelumnya, terdiri dari kegiatankegiatan menyiapkan deskripsi konfigurasi subsistem, komponen sistem, dan perincian lain-lainnya. Pada akhirnya desain terinci menghasilkan dokumen-dokumen seperti gambar-gambar engineering, gambar konstruksi, dan lain-lain.

Termasuk kegiatan desain terinci adalah membuat model dan menyusun prosedur tes dan evaluasi. Secara singkat kegiatan ini terdiri dari  :

Deskripsi dari spesifikasi, kriteria, dan konfigurasi terinci dari subsistem atau komponen sistem. 
  • Membuat d okumen engineering subsistem seperti gambar engineering, gambar konstruksi, dan lain-lain .
  • Membuat model dari sistcm yang hendak dibangun.
  • Menyiapkan prosedur inspeksi , tes, dan evaluasi.
Seperti telah disinggung di muka bahwa desain-engineering hendaknya ditujukan ke arah pemenuhan kebutuhan operasi dan pemeliharaan sistem dengan mengingat kendala Biaya Siklus Sistem. Oleh karena itu, pada taraf desain terinci ini, masalah tersebut hendaknya telah dapat dipecahkan dan dimasukkan sebagai syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan produk-produk desain engineering.

Adapun kebutuhan operasi dan pemeliharaan yang dominan terdiri dari :
  • Memenuhi kinerja teknis (technical performance), baik kapasitas maupun mutu.
  • Bersifat tangguh atau dapat dipercaya (reliable), beroperasi dengan baik selama kurun waktu yang telah ditentukan.
  • Memperhatikan faktor manusia yang akan mengerjakan operasi dan pemeliharaan, tidak sulit, tidak cepat melelahkan, dan cukup memperhatikan aspek keamanan (safety).
  • Memperhatikan faktor productibility, constructibility, dan maintainability.
  • Keluwesan atau flexibility, misalnya, suatu sistem yang diwujudkan harus mampu beroperasi dengan kapasitas yang berubah-ubah atau mutu yang bervariasi.
Transportasi, sistem, atau produk yang dihasilkan telah memasukkan faktor transportasi yang dihadapi, misalnya ukuran, dimensi, berat rakitan, dan lain-lain.
  • Pemeriksaan dan inspeksi, yaitu, apakah sistem atau produk yang dihasilkan telah memperhatikan kemudahan bagi pemeriksaan, inspeksi, dan testing yang setiap waktu diperlukan.
  • Tersedianya material atau komponen di lokasi atau daerah yang berdekatan.

Setelah memperhatikan kebutuhan-kebutuhan di atas maka faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah pertimbangan ekonomis . Bagaimanapun baiknya hasil desain-engineering yang dibuat harus didukung juga oleh faktor ekonomi, agar dapat direalisasi dan dipertanggungjawabkan dalam jangka panjang.

Sistem Manajemen proyek

Pabrikasi dan Konstruksi

Pada tahap ini, engineering sistem mendukung aspek engineering dari seluruh kegiatan, mulai dari pembelian material, peralatan pabrikasi dan manufaktur, konstruksi, inspeksi, dan uji coba, dalam rangka mewujudkan sistem yang diinginkan menjadi kenyataan fisik, yang siap untuk dioperasikan.

Operasi atau Produksi

Pada tahap ini sistem beroperasi atau berproduksi (misalnya, pabrik), atau utilisasi (misalnya, pesawat terbang) . Pendekatan engineering sistem bermaksud mendukung sistem yang telah terwujud agar dapat beroperasi sesuai dengan kapasitas atau prestasi yang telah ditentukan dengan cara antara lain melakukan pemeriksaan, inspeksi berkala, evaluasi untuk perbaikan, dan lain-lain.

Pendukung dan Pemeliharaan

Tahap keenam ini merupakan aspek engineering dari pemeliharaan yang dapat di modifikasi bila diperlukan dan didukung pelayanan teknis yang lain agar sistem dapat beroperasi atau berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

Menurun  dan Berhenti

Di sini fungsi sistem mulai menurun, misalnya karena bagian-bagian yang merupakan komponen (peralatan) telah menjadi usang dan akhimya seluruh sistem berhenti karena tidak ekonornis lagi untuk berfungsi. Pada aspek engineering diadakan evaluasi apakah perbaikan memang sudah tidak ekonomis lagi untuk dilakukan.

Sepanjang Proses Engineering Sistem dilakukan kegiatan evaluasi untuk meyakini bahwa sistem yang akan diwujudkan betul-betul dapat memenuhi tujuan dan sasaran yang telah ditentukan seperti kriteria mutu, prestasi, dan efisiensi dalarn operasi atau penggunaannya.

Siklus Proyek dan Siklus Sistem

Pada Pembahsan Sebelumnya tentang Konsep Sistem Manajemen Integrasi Proyek,  telah disinggung perihal siklus proyek. Di manakah letaknya siklus proyek tersebut bila dihubungkan dengan Siklus Sistem, misalnya sistem produk? Mengingat proyek adalah kegiatan a tau usaha yang bertujuan mewujudkan gagasan menjadi bentuk fisik, maka hal ini sama dengan bagian dari sistem, yaitu mulai dari definisi keperluan, tahap konseptual, engineering pendahuluan, engineering terinci, sampai dengan konstruksi atau manufaktur.

Di sini instalasi atau produk hasil proyek telah terwujud dalam bentuk fisik. Tahap atau proses perwujudan tersebut sering disebut akuisisi (acquisition). Adapun proses dari siklus sistem selanjutnya, seperti operasi atau produksi dan pemeliharaan, sudah di luar siklus proyek. Meskipun demikian, dalam menentukan berbagai faktor dan parameter pada proses akuisisi harus diperhitungkan keperluan keperluan tahap operasi atau produksi dan pemeliharaan. Inilah yang merupakan ciri pokok pendekatan total sistem.

Pendekatan Sistem Manajemen proyek

Manajemen Sistem

Jadi sebelumnya juga dibicarakan beberapa metodologi konsep sistem, yaitu analisis sistem dan engineering sistem. Metodologi yang lain adalah manajemen sistem, yaitu mengelola suatu organisasi atau usaha dengan pendekatan sistem.

Sarana halnya dengan dua metodologi terdahulu, manajemen sistem juga berorientasi ke totalitas. Hal ini berarti penekanan terletak pada keberhasilan tujuan sistem secara keseluruhan, dengan dernikian pengelolaan dilakukan berdasarkan pertirnbangan optimasi total sistem dan bukan komponen-komponennya.
Manajemen sistem menitikberatkan pada terselenggaranya koordinasi dan integrasi di antara komponen-komponennya, baik dalam aspek perencanaan, implementasi, maupun pengendalian agar terdapat sinkronisasi dalam usaha mencapai tujuan total sistem secara efektif. H. Kerzner (1989) merumuskan definisi manajemen sistern dipandang dari sudut pengelolaan perusahaan sebagai berikut:

"Sejumlah unsur, baik manusia ataupun bukan rnanusia (nonhuman) diorganisir dan diatur sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut bertindak sebagai kesatuan dalam rangka mencapai tujuan."

Jadi, manajemen sistem ditandai oleh orientasi keberhasilan misi total sistem. Keputusan-keputusan didasarkan atas optimasi total sistem, bukan unsur-unsurnya (kepentingan perusahaan, bukan kepentingan divisi-divisi logistik, pemasaran, manufaktur, dan lain-lain).

Umumnya usaha-usaha besar melibatkan banyak organisasi sebagai peserta, sehingga penanggung jawab langsung, dalam hal ini pimpinan sistem, hendaknya mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah saling ketergantungan dan keterkaitan di antara organisasi atau komponen organisasi peserta.

Demikianlah Sekilas informasi tentang Siklus Sistem dan Proses Engineering Sistem. Jika anda menyukai Materi ini Bisa IKUTI Updetan Materinya melalui facebook. Materi Selanjutnya Kita akan membahas tentang Manfaat Konsep Sistem Dalam Manajemen Proyek.

Klik Follow




TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Siklus Sistem Proses Engineering Proyek
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/12/siklus-sistem-proses-engineering-proyek.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer