Konsep Manajemen Proyek Menurut PMI

Posted by Taufick Max Sabtu, 14 Desember 2013 0 komentar
Share on :

Konsep Manajemen Proyek Menurut PMI

Pelaksanaan manajemen Proyek kosntruksi
Terima kasih Teman-teman Civil Enginers masih mau mengikuti Materi-materi di Kampus Teknik sipil Indonesia ini. Pada kesempatan ini kita akan membahasa tentang Konsep Manajemen Proyek Menurut PMI. Materi ini ada kaitannya dengan Pembahasan sebelumnya yaitu tentang Profesi Manajemen Proyek Konstruksi.

Di Indonesia Banyak Mengadopsi Konsep Manajemen Proyek yang Bersumber dari PMI yang berkedudukan di Amerika. PMI (Project Management Institute) di Amerika Serikat sejak tahun 1981 dan beberapa institusi di negara-negara lain seperti INTERNET (International Project Management Association) di Eropa telah merintis program dan langkah-langkah untuk menyusun dan memenuhi atribut di atas dengan sasaran berikutnya sertifikasi profesi manaj emen proyek. 

Mengingat banyaknya macam, kompleksitas dan ukuran proyek, dapat dipahami bagaimana sulitnya menyusun suatu PM-BOK yang berusaha menampung demikian banyak variabel. Sebagai contoh, PMI memerlukan waktu yang panjang (± 10 tahun) untuk menyiapkan satu "Project Management Body of Knowledge".

Ini pun masih terbuka untuk menampung saran-saran suatu perbaikan. Agar lebih mudah memahami perumusan PM BOK dari PMI maka perlu diketahui definisi yang menjadi la tar belakangnya, yakni sebagai berikut:

"Manajemen proyek adalah ilmu dan seni yang berkaitan dengan memimpin dan mengkoordinir sumber daya yang terdiri dari manusia dan material dengan menggunakan teknik pengelolaan modern untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, yaitu lingkup, mutu, jadwal, dan biaya serta memenuhi keinginan para stake holder."

Berbeda dengan definisi H. Kerzner yang kita bahas sebelumnya pada Materi Defenisi dan Prinsip Penting Manajemen Proyek yang menekankan hubungannya dengan manajemen fungsional/ klasik, definisi PMI condong menekankan hubungannya dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi keinginan stake holder, serta ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola proyek.

Dalam hal ini yang dimaksud dengan stake holder terdiri dari individu atau organisasi yang secara aktif terlibat dalam proyek, seperti pemilik, sponsor, penyandang dana, kontraktor, rekanan, bangunan proyek. Mudah dimengerti bahwa seringkali mereka mempunyai harapan atau keinginan yang berbeda, bahkan bertentangan dengan yang lalu. Oleh karena itu, pengelola proyek harus dapat menyeimbangkan tuntutan yang berbeda-beda tersebut, terutama dalam masalah-masalah biaya, mutu, jadwal, dan sasaran yang lain.

Konsep Manajemen Proyek Konstruksi

Hubungan dengan Disiplin llmu Manajemen yang Lain

Sama halnya dengan para pemerhati atau pemikir manajemen proyek yang lain, PMI juga mengidentifikasi adanya tumpang tindih antara ilmu dan "practices" manajemen lain (seperti, manajemen fungsional/klasik atau "general management" yang dipakai untuk mengelola kegiatan operasional rutin dengan manajemen proyek, seperti fungsi-fungsi merencanakan, mengorganisir, memimpin, staffi ng, dan mengendalikan. 

Hubungan tumpang tindih ini terutama dirasakan dan diperlukan pada aspek pengelolaan sumber daya manusia (kepemimpinan, motivasi, komunikasi, dan negosiasi). Dalam pada itu, perlu diperhatikan bahwa manajemen fungsional memberikan dasar-dasar ilmu tempat manajemen proyek dikembangkan.

Area llmu Manajemen Proyek

Telah disebutkan di muka, area ilmu manajemen proyek (PM-BOK) adalah suatu dokumen yang menjelaskan sejumlah ilmu (know ledge area) yang berada dalam lingkup profesi manajemen proyek. PM-BOK tersebut berlaku untuk semua jenis proyek dengan pengertian bahwa penerapannya harus disesuaikan dengan jenis ataupun ukuran proyek yang bersangkutan.

Manajemen Proyek Konstruksi

Batasan PM-BOK PMI

Dalam menyusun PM-BOK, PMI menggunakan batasan sebagai berikut : 
  • Banyak body of knowledge manajemen fungsional atau general management harus diakui merupakan prerequisite dari manajemen proyek tetapi tidak dimasukkan sebagai komponen PM-BOK, kecuali bila aspek pengetahuan yang bersangkutan merupakan bagian integral dari proses manajemen proyek.
  • PM-BOK tidak memasukkan area ilmu disiplin lain, profesi atau perincian ilmu pengetahuan industri yang spesifik, kecuali bila aspek di atas merupakan bagian dari proses manajemen proyek.
  • PM-BOK tidak memasukkan ilmu pengetahuan, teknologi atau kecakapan yang hanya terbatas untuk satu jenis industri atau teknologi tertentu.
  • PM-BOK tidak memasukkan bagian terbesar disiplin "service", kecuali bila disiplin tersebut berlaku untuk kebanyakan proyek.
  • PM-BOK harus menekankan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknik yang bersifat unik terhadap manajemen proyek, atau yang kegunaannya bersifat mendasar untuk melaksanakan proses manajemen proyek.
  • Terdapat banyak keperluan yang bersifat tumpang tindih dengan "BOK" dari disiplin ilmu atau profesi lain, sehingga pimpro dan stafnya harus mengidentifikasi dan menguasai BOK disiplin ilmu yang berkaitan dengan proyek spesifik yang akan atau sedang dikelola.
Dengan memperhatikan batasan di atas, tersusunlah PM-BOK seperti  pada Gambar dibawah ini dengan dengan keterangan yaitu PM-BOK terdiri dari 1 kerangka kerja  4 komponen inti dan 4 komponen pendukung 




Kerangka kerja terdiri dari 

  • Pengelolaan integrasi

Komponen inti terdiri dari

  • Pengelolaan lingkup proyek
  • Pengelolaan waktu atau jadwal
  • Pengelolaan biaya
  • Pengelolaan kualitas atau mutu

Komponen pendukung terdiri dari

  • Pengelolaan sumber daya manusia (SDM)
  • Pengelolaan risiko
  • Pengelolaan pengadaan /kontrak
  • Pengelolaan komunikasi

Kerangka Kerja

Pengelolaan integrasi adalah proses yang diperlukan agar komponen kegiatan dan peserta proyek dapat terkoordinasikan sebagaimana mestinya. Ini dianggap sebagai kerangka penting pada pengelolaan proyek secara keseluruhan.

Komponen Inti

Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa 4 komponen inti seperti di atas merupakan sasaran proyek yang terkait satu dengan yang lain selarna siklus proyek. Dari perspektif pernilik dan pelaksana, keernpatnya dapat berfungsi sebagai parameter yang harus dipenuhi sekaligus sebagai rintangan yang perlu diperhitungkan. Bagi rnereka, keberhasilan atau kegagalan penyelenggaraan proyek dapat ditelusuri dengan rnelihat sejauh mana sasaran tersebut dapat dicapai.

Konsep manajemen Konstruksi

Komponen Pendukung

Keempat komponen pendukung yang terdiri dari pengelolaan-pengelolaan SDM, risiko, pengadaan/kontrak, dan komunikasi adalah fungsi pendukung dalam arti semuanya merupakan sarana yang tidak dapat ditinggalkan untuk rnencapai fungsi inti.

Demikianlah Materi tentang Konsep Manajemen Proyek Menurut PMI. anda bisa membaca Materi berikutnya tentang Manajemen Integrasi Manajemen Proyek PMI. Jika anda menyukai Materi ini, anda bisa mengikuti Updetan Materinya melalui facebook.

Klik Follow



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Konsep Manajemen Proyek Menurut PMI
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/12/konsep-manajemen-proyek-menurut-pmi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer