Kompleksitas dan Macam Macam Proyek

Posted by Taufick Max Jumat, 06 Desember 2013 0 komentar
Share on :

Kompleksitas dan Macam Macam Proyek

Kompleksitas dan Macam Macam Proyek- Sampai pada saat ini belum ada kriteria yang telah dibakukan untuk dapat mengatakan besar kecilnya suatu proyek secara kuantitatif.

Salah satu sebab adalah banyaknya ragam proyek sehingga besarya ukuran proyek yang satu (misalnya, rumah tinggal), belum tentu sama dengan ukuran proyek yang lain (misalnya, bendungan serbaguna).

Kompleksitas Proyek

Kompleksitas proyek tergantung dari hal-hal sebagai berikut :
  • Jumlah Macam Kegiatan dalam Proyek
  • Macam dan Jumlah hubungan Kelompok ( Organisasi ) dalam Proyek
  • Macam dan jumlah hubungan antar Kegiatan (organisasi) di dalam proyek dengan pihak luar.
Kompleksitas tidak tergantung dari besar kecilnya ukuran suatu proyek. Proyek kecil dapat saja bersifat lebih kompleks daripada proyek besar.

Macam Macam proyek

Dilihat dari komponen kegiatan utamanya macam proyek dapat dikelompokkan sebagai berikut  

Proyek Engineering-Konstruksi 

Komponen kegiatan utama jenis proyek ini terdiri dari pengkajian kelayakan, desain engineering, pengadaan dan konstruksi. Contoh proyek -macam ini adalah pembangunan gedung, jembatan, pelabuhan, jalan raya, fasilitas industri.

Proyek Engineering-Manufaktur

Proyek ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk baru. Jadi, produk tersebut adalah hasil usaha kegiatan proyek. Dengan kata lain, proyek manufaktur merupakan proses untuk menghasilkan produk baru. Kegiatan utamanya meliputi desain-engineering, pengembangan produk (product development), pengadaan, manufaktur, perakitan, uji coba fungsi dan operasi produk yang dihasilkan. Contoh untuk ini adalah pembuatan ketel uap, generator listrik, mesin pabrik, kendaraan. Bila kegiatan manufaktur dilakukan berulangulang, rutin, dan menghasilkan produk yang sama dengan terdahulu, maka kegiatan ini tidak lagi diklasifikasikan sebagai proyek.

Proyek Penelitian dan pengembangan

Proyek penelitian dan pengembangan (research and development) bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan suatu produk tertentu. Dalam mengejar hasil akhir, proyek ini seringkali menempuh proses yang berubah-ubah, demikian pula dengan lingkup kerjanya. Agar tidak melebihi anggaran atau jadwal secara substansial maka perlu diberikan batasan yang ketat perihal masalah tersebut.

Proyck Pelayanan Manajemen 

Banyak Perusahaan memerlukan proyek semacam ini. Di antaranya:

  • Merancang sistem informasi manajemen, meliputi perangkat lunak ataupun perangkat keras.
  • Merancang program efisiensi dan penghematan.
  • Melakukan diversifikasi, penggabungan dan pengambilalihan.
Proyek tersebut tidak membuahkan hasil dalam bentuk fisik, tetapi laporan akhir.

Proyek Kapital 

Berbagai badan usaha atau pemerintah memiliki kriteria tertentu untuk proyek kapital. Hal ini berkaitan dengan penggunaan dana kapital (istilah akuntansi untuk investasi. Proyek kapital umumnya meliputi pembebasan tanah, penyiapan lahan, pembelian material dan peralatan (mesinmesin), manufaktur (pabrikasi) dan konstruksi pembangun fasilitas produksi.

Proyek Radio telekomunikasi

Proyek di atas dimaksudkan untuk membangun jaringan telekomunikasi yang dapat menjangkau area yang luas dengan biaya yang relatif tidak terlalu mahal. Komponen utama kegiatannya adalah:
  • Site survey, untuk menentukan titik-titik yang akan dihubungkan dengan lokasi "repeater". 
  • Penentuan "frequency band". 
  • Desain engineering sistem.
  • Manufaktur I pabrikasi peralatan telekomunikasi.
  • Transpor ke site.
  • Instalasi repeater dan peralatan.
Berbeda dengan proyek-proyek yang mendirikan instalasi industri yang terkonsentrasi di satu atau banyak lokasi, proyek radio telekomunikasi umumnya terdiri dari banyak lokasi dan terpencar di seantero wilayah yang berjauhan. Oleh karena itu, aspek logistik dan koordinasi seringkali harus mendapatkan perhatian utama.

Proyek Konservasi Bio-Diversity


Proyek ini berkaitan dengan usaha pelestarian lingkungan. Salah satu pendekatan yang terkenal ialah aplikasi sistem IPAS (Integrated Protected Area System ), yaitu menentukan daerah yang dilindungi atau "protected area", "zona buffer", dan "adjacent area". Aspek yang dijangkau sistern IPAS arnat luas,meliputi sosial, ekonomi, ekosistem, kependudukan, dan lain-lain. Komponen utama kegiatannya terdiri dari:
Menyusun dan melaksanakan program penyuluhan dan menyadarkan penduduk yang daerah pemukimannya akan terkena proyek ( tidak harus memindahkan mereka), bahwa proyek berusaha melestarikan lingkungan dan menaikkan taraf hidup mereka.
  • Mengadakan survei "biofisik" (biophysical) dan sosio-ekonomi.
  • Menentukan batas-batas "protected area", "zona buffer", dan "adjacent area" (zoning, delineation, dan demarkasi).
  • Membangun "zona buffer" dan "adjacent area" dengan cara penghijauan, "agro forestry", konservasi tanah, dan "community development" seperti pernbuatan jalan dan jembatan.
Dari kornponen kegiatan di atas, terlihat bahwa dalam jenis proyek tersebut tidak terlalu banyak Unsur-unsur kegiatan engineering, konstruksi atau manufaktur, tetapi sarat dengan pengkajian, penelitian dan survei. Oleh karena itu, implementasinya memerlukan jasa konsultan yang amat intensif.

Sebab Timubulnya Suatu Proyek

Awal timbulnya proyek dapat berasal dari beberapa sumber berikut ini:

Rencana Pemerintah

Misalnya, proyeknpembangunan prasarana, seperti jalan,jembatan, bendungan, saluran irigasi, pelabuhan,lapangan terbang. Tujuannya lebihndititikberatkan pada kepentingan umum dan masyarakat.

Permintaan Pasar

Hal ini terjadi bila suatu ketika pasar memerlukan kenaikan suatu macam produk dalam jumlah besar. Permintaan ini dipenuhi dengan jalan membangun sarana produksi baru.

Dari dalam Perusahan yang Bersangkutan

Hal ini dimulai dengan adanya desakan keperluan dan setelah dikaji dari segala aspek menghasilkan keputusan untuk merealisasikannya menjadi proyek. Misalnya proyek yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan memperbaharui (modernisasi) perangkat dan sistem kerja lama agar lebih mampu bersaing.

Dari Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

Dari kegiatan tersebut dihasilkan produk baru yang diperkirakan akan banyak manfaat dan peminatnya, sehingga mendorong dibangunnya fasilitas produksi. Misalnya, komoditi obat-obatan dan bahan kimia yang lain. Bagi proyek yang berukuran besar dan kompleks, karena umurnnya melibatkan sumber daya yang besar, prakarsa sering timbul dari pihak pemerintah, perusahaan swasta besar, atau multinasional.

Mungkin Itu saja Pembahasan tentang Kompleksitas dan Macam-macam Proyek. Pada Pembahasan selanjutnya Kita akan membahas tentang  dinamika Dalam suklus Proyek.

Sumber referensi Pembahasan kita ini berasal Dari Buku Manajemen Proyek Imam Soeharto untuk mempelajari dengan jelasnya anda bisa membaca Bukunya.

Buku Imam soeharto Bisa anda dapatkan di Toko-toko buku, atau bisa mendownloadnya dalam Blog ini.
Jika Suka Artikel Ini. IKUTI UPDATEan Artikel Selanjutnya Di Facebook 

Terima Kasih

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kompleksitas dan Macam Macam Proyek
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/12/kompleksitas-dan-macam-macam-proyek.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer