Perbandingan Kereta Api Indonesia China

Posted by Taufick Max Rabu, 27 Februari 2013 0 komentar

Perbandingan Kereta Api antara  Indonesia dan China

Indonesia sudah memiliki Sistem Transportasi Kereta Api sejak lama, namun masih banyak persoalan terkait dengan Kereta Api Indonesia. entah apakah sistem manajemen yang kurang bagus, kurangnya anggaran untuk membangun Infrastruktur yang lebih baik. ataukah pengetahuan tentang perkeretaan yang minim. trus dimana para Ahli Transportasi dinegeri ini ?

Beriku saya tampilkan Perbandingan Sistem Transportasi Indonesia dan China khususnya Kereta Api.

Foto Rel Kereta Api China

Kereta Api China

Jalan Kereta Api China

Stasiun Kereta Api China

Jembatan Kereta Api China

Model Kereta Api China

Teknologi Kereta Api Indonesia


Sistem Kereta Api Indonesia

Kereta Api Indoensia Terbagus

Kereta Api Indoensia

Kereta Api Indonesia
Sistem Kereta Api Indonesia

Stasiun Kereta Api Indonesia
Stasiun Kereta Api Indonesia

Penumpang Kereta Api Indonesia
Transportasi Darat seperti Kereta Api memang sanga dibutuhkan di Indonesia, dimana bisa mengangkut secara massal penumpangnya. Semua oarng tau bahwa kebutuhan Masyarakat terhadap Transportasi kereta Api di Indonesia sangat tinggi, apalagi pada hari-hari lebaran. namun bertahun-tahun kondisi kereta Api Indonesia tidak mengalami Perubahan yang signifikan.

Namun Semoga Kedepan Indonesia lebih maju lagi khususnya dibidang Transportasi, Minimalis bisa sama seperti China khususnya di Asia.

Bagaimana Menurut anda tentang Kereta Api Indonesia..?

Baca Juga Artikel Lainnya :

1. Rel Kereta Api Terindah di Dunia

2. Jalan Baja Rel Kereta Api

3. Alat Transportasi Indonesia

4. Kenapa Butuh Perencanaan Jalan Raya

5. Teknologi Form Work

6. Perhitungan Kekuatan Untuk Form Work

7. Pengenalan Form Work dalam Proyek

8. Manajemen Proyek Konstruksi

9. Jembatan Terpanjang di Dunia

10. Alat-alat Berat dalam Konstruksi



Baca Selengkapnya ....
Share on :

10 Rel Kereta Api Terindah di Dunia

Posted by Taufick Max 0 komentar

10 Rel Kereta Api Terindah di Dunia

Hanya sekedar Sharing aja hasil pencarian Google tentang foto-foto 10 Rel Kereta Api Terindah di Dunia, yeah. anggap aja sebagai refresing sambil belajar tentang Jalan Rel didaerah Negara-negara lain. melihat pemandangan yang indah-indah tentu akan membuat otak menjadi fresh, apalagi otak para Civil Enggineer selalu saja digunakan untuk menghitung. hmmmm.bikin pusing. hehehe.

Ilustrasi Rel Kereta Api Terindah



Oke Teman-teman Civil Engginering sekalian berikut ini 10 Rel Kereta Api terindah di Dunia Versi Blog Kampus Teknik Sipil Indonesia :

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 1

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 2

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 3

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 4

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 5

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 6

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 7

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 8

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 9

Rel Kereta Api Terindah di Dunia 10

Demikianlah beberapa Foto Rel Kereta Api terindah Di Dunia. Bagaimana dengan Rel Kereta Api di Indinesia..? Bagaimana Peranan Civil engginering dalam Menangani Jalan Rel Kereta Api di Indonesia..? Silahkan Berikan Komentar.

Baca Juga Artikel Lainnya Yah 

1. Jalan Baja : Rel Kereta Api

2. Alat Transportasi Indonesia

3. Kenapa Butuh Perencanaan Jalan Raya

4. Teknologi Form Work

5. Perhitungan Kekuatan Untuk Form Work

6. Pengenalan Form Work dalam Proyek

7. Manajemen Proyek Total Quality Control

8. Jembatan Terpanjang Di Dunia

9. Alat -Alat Berat yang Sering dipakai dalam Proyek Konstruksi

10. Contoh Skripsi Teknik Sipil



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Jalan Baja : Rel Kereta Api

Posted by Taufick Max 0 komentar

Jalan Baja : Rel Kereta Api

Gambar Rel Kereta Api
Jalan baja adalah jalan yang terdiri dari dua batang rel baja yang dipasang sejajar satu sama lain pada jarak tertentudan di mana batang-batang rel itu berfungsi untuk menghantar jalannya roda-roda dari kendaraan yang berjalan di atasnya.

Jalan baja terdiri atas 2 bagaian yakni: bagian bawah jalan baja dan bagian atas jalan baja
Bagian atas jalan baja terdiri atas bantalan-bantalan, rel-rel dan perlengkapan baja kecil yakni benda-benda baja kecil yang gunanya untuk  mengikat rel-rel pada bantalan dan untuk menghubungkan rel yang satu  dengan rel yang lainnya.
Jalan Kereta Api Unik

Di daerah yang tanahnya datar dan sedikit miring, tubuh jalan baja itu selain itu selalu dibuat dalam peninggian artinya dibuat lebih tinggi dari pada permukaan tanah asli yang terletak di sisi-sisinya jalan baja supaya jalan baja itu tidak terendam air pada waktu ada banjir karena itu maka jalan baja itu harus dibuat sekurangnya ½ meter di atas permukaan air banjir yang tertinggi.

Letak jalan baja yang lebih tinggi dari pada permukaan tanah yang ada di sisi-sisinya ini, juga perlu untuk dapat mengalirkan keluar air hujan yang masuk ke dalam alas dan tubuh jalan dengan segera, juga miringnya jalan-jalan baja itu terbatas, karena itu maka di daerah-daerah pegunungan, jalan-jalan baja itu tidak dapat mengikuti naik turunnya permukaan tanah asli. sehubungan dengan itu maka tubuh jalan baja di daerah berbukit-bukit dan pegunungan seringkali harus dibuat dalam galian.

Jalur Rel Kereta Api

Rel-rel gunanya untuk meneruskan tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh roda-roda lokomotif dan oleh roda-roda kereta pengangkutan ke bantalan-bantalan dan untuk mengantarkan jalannya roda-roda kendaraan. Bantalan gunanya untuk tempat menambatkan rel-rel untuk menjaga supaya rel-rel tetap tinggal di tempatnya tidak menggeser baik ke arah menggeser maupun ke arah melintang, untuk menjaga agar duduknya jalan baja kokoh kuat serta mantap di dalam alas dan untuk meneruskan tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh roda-roda kendaraan pada rel-rel ke alas dan diteruskan ke tubuh jalan.

Pada jalan baja yang dilalui oleh kereta api terdapat 3 macam tekanan (gaya) yaitu:

Jembatan Rel Kereta Api
- Tekanan pada rel-rel yang arahnya lurus yang ditimbulkan oleh muatan dan berat sendiri dari kereta api.
- Tekanan pada rel-rel yang arahnya mendatar siku-siku pada arah membujurnya jalan baja yang ditimbulkan oleh bergoyangnya kereta api sedang berjalan dan oleh tekanan angin.
- Tekanan pada rel-rel yang arahnya mendatar searah dengan arah membujurnya jalan yang ditimbulkan oleh muatan yang bergerak maju.

Rel-rel yang digunakan pada jalan baja di indonesia umumnya ialah rel jenis Vignolle yang bentuk profilnya adalah sebagai berikut:

Jalan Rel Kereta Api


Rel-rel itu harus kuat, keras dan elastis supaya tidak cepat aus, karena itu maka rel-rel itu dibuat dari baja leleh bermutu tinggi denagn kekuatan tarik sebesar 60 - 70 kg/mm² dan tegangan rentang sebesar minimal 18%, baja leleh bermutu tinggi adalah terdiri dari: 0,6% - 0,75%; Carbon: 0,6% - 0,95% Mn; 0,05% P; 0,05% S. 0,4% Si dan sisanya Fe.

Rel-rel dipasang di atas bantalan-bantalan kayu atau di atas bantalan baja, juga kadangkala digunakan bantalan beton bertulang. Fungsi bantalan itu adalah:

- Untuk meneruskan tekanan-tekanan yang ditimbulkan oleh roda-roda kendaraan pada rel-rel alas jalan.
- Untuk menjamin kedudukan rel-rel supaya lebar rel kereta api tetap tidak berubah.
- Untuk menjamin kokohnya kedudukan rel-rel berikut bantalan di alam alas jalan.

Bantalan Rel Kereta Api harus keras supaya kuat menahan tekanan-tekanan dan supaya dapat di tahan lama, bantalan kayu harus cukup keras supaya paku-paku erl tidak mudah terlepas, pada umumnya di indonesia digunakan kayu jati sebagai bantalannya, di mana kayu jati dapat tahan sampai 16-20 tahun.

Bantalan Rel Kereta Api


Duduknya kedua rel diatas bantalan itu harus tetap dan kokoh, lebar sepur yaitu jaraknya antara sisi sebelah dalam kepada rel yang satu dan sisi sebelah dalam kepala rel yang lainnya itu harus tetap dan tidak berubah, jadi rel-rel itu tidak boleh bergeser terhadap bantalan-bantalan. untuk memenuhi persyratan tersebut  haruslah kedua rel dan bantalannya mewujudkan suatu kesatuan atau suatu kerangka yang kuat kokoh dan oleh karena itu rel harus diikat pada bantalan dengan sebaik-baiknya dan kuat.

Baca Juga Artikel Lainnya

1. Alat Transportasi Indonesia

2. Kenapa Butuh Perencanaan Jalan Raya

3. Teknologi Form Work

4. Perhitungan Kekuatan Untuk Form Work

5. Pengenalan Form Work dalam Proyek

6. Manajemen Proyek Konstruksi

7. Jembatan Terpanjang di Dunia

8. Alat-Alat Berat Konstruksi

9. Contoh Skripsi Teknik Sipil

10. Judul Skripsi Teknik Sipil


TRANSPORTASI
  1. Alat Transportasi
  2. Kenapa Butuh Perencanaan Jalan Raya - New !!
- See more at: http://kampus-sipil.blogspot.com/p/blog-page_27.html#sthash.rDdBrnuy.dpuf
Anda Juga Bisa Membaca Artikel Lain Tentang Teknik Sipil : - See more at: http://kampus-sipil.blogspot.com/2013/02/teknologi-form-work.html#sthash.dEU2oJuF.dpuf

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Teknologi Form Work

Posted by Taufick Max Selasa, 26 Februari 2013 0 komentar

Teknologi Form Work

Teknologi Form Work

Pada Pembahasan sebelumnya kita telah membahas tentang Pengenalan Form Work dalam proyek Kontstruksi, Maka Pada kesempatan ini kita akan membahas secara Lebih mendetail lagi tentang Perkembangan Teknologi Form Work.

Sesuai dengan perkembanganya, Sistem Form Work dapat dikatagorikan sebagai :

Teknologi Form Work

 

- Sistem Konvensional
- Sistem Prepabrikasi
- Sistem Bergerak
- Sistem Khusus


* Sistem Konvensional yaitu pengerjaan Form Work dilakukan ditempat, tanpa membuat modul-modul tertentu.

* Sistem Prepabrikasi yaitu Pengerjaan Form Work dilakukan diworkshop. form Work dibuat dalam modul-modul dengan berbagai type. Modul-modul form work kemudian diangkut ke lokasi proyek dan dipasang sesuai dengan perencanaan. dan modul-modul tersebut bisa juga dipakai untuk proyek Lainnya.


* Sistem Bergerak yaitu Pergerakan Horisontal yang digunakan untuk bangunan jembatan, Tunnel. Pergerakan vertikal, digunakan untuk bagian core wall, shear wall (Dinding BEton) dari gedung, bangunan silo dan menara.

* Sistem Khusus yaitu bagian form work yang dipakai sebagai elemen Struktur Permanent. Contohnya
- Pelat baja (Bondek, Spann-Deck) selain berfungsi sebagai form work pada pengecoran, akan berfungsi sebagai pengganti tulangan bawah dari pelat lantai.
- Half slab (Panel BEton Pracetak) Sebagai form work dan berfungsi sebagai bagian dari pelat lantai.

Peralatan Bantu untuk Form Work

Peralatan Form Work

Alat Bantu yang paling penting dalam form work adalah Form Tie. Form tie digunakan untuk memikul tekanan horisontal dari beton plastis, yang bekerja pada dinding form work. karena itu sebagian besar Form tie digunakan untuk form work kolom dan dinding.

Bagian penting dari form tie yaitu

Teknologi Form Work

 

- Batang tulangan, dibagi dalam 3 bagian yaitu Bagian tengah dan luar kiri-kanan.
- Konus dari pastik (Penyambung)
- Pelat angkur
- Baut Pengencang.

Alat bantu lainnya yaitu :

Sistem Form Work Lantai

 

- support (Penunjang)
- Pelumas Kulit Form Work, untuk memudahkan pda saat pembongkaran
- Rantai untuk mengencangkan atau mengatur posisi form work.
- dan lain-lain.

Modul-Modul pada Form Work

Modul Form Work
Yang dimaksud dengan modul Form Work adalah bagian form Work yang dipakai berulang kali, tanpa harus banyak pekerjaan untuk merangkai form work tersebut. Form Work akan dibongkar/dipasang sebagai satu kesatuan utuh. MOdul form work, banyak dikerjakan untuk struktur luasan yang bidangnya besar (Tipikal), Misalnya Pelat lantai dan dinding.

Untuk bagian yang tidak bisa diatasi dengan modul, maka akan dikerjakan dengan form work ditempat. MOdul Form Work yang akan dipasang tanpa hambatan akibat bagian struktur yang menonjol, akan mempercepat pekerjaan konstruksi beton secara signifikan.

Contohnya sistem Flat Slab, Memungkinkan penggunaan modul lebih efisien dari pada sistem pelat dengan balok.

Oke Mungkin itu saja Tentang Teknologi Form Work, anda bisa membaca Artikel sebelumnya tentang Pengenalan Form Work. Jika ada yang salah dalam penulisan ini  mohon maaf dan mohon saran dan koreksinya. Terima kasih.
Pemasangan Form Work


Sumber Referensi : Bahan Kuliah Prof. Dr. Ing. Harianto Hardjasaputra

Anda Juga Bisa Membaca Artikel Lain Tentang Teknik Sipil :


Baca Selengkapnya ....
Share on :

Perhitungan Kekuatan Untuk Form Work

Posted by Taufick Max 0 komentar

Perhitungan Kekuatan Untuk Form Work

Perhitungan Form Work

Walaupun Form Work Merupakan Stuktur sementara, yang bersifat membantu namun Form work tetap harus memenuhi syarat :

- Kekuatan yaitu tegangan yang terjadi pada bahan form work, apakah itu kayu, logam, atau bahan lainnya. harus dibuktikan lebih kecil dari teganga izinnya.

- Deformasi Yaitu Lendutan yang terjadi harus pula dibatasi, yaitu lebih kecil dari lendutan izinnya.

Perhitungan Form Work dapat dilakukan dengan analisa statika yang sederhana dan type form work hanya terbatas pada tipe form work untuk lantai, balok,kolom, dan dinding. Form Work lantai di rancang untuk memikul beban garavitasi, sedangkan kolom dan dinding di rancang untuk memikul beban horizontal akibat tekanan beton plastis. balok dirancang memikul beban gracitasi dan beban horizontal.

Untuk memulai perhitungan form work, pertama kita tentukan dulu rencana sistem form work, artinya kita rancang dulu form worknya, yaitu jarak/ukuran, dan dimensi bahan-bahan yang dipakai. dari sistem tersebut, bdarulah dapat dihitung statiknya, apakah sistem form work tersebut memenuhi syarat kekuatannya ataukah tidak.

Saat ini banyak Elemen Form work yang dijual dengan merk tertentu, seperti PERI dan lainnya, dimana pada elemen ini sudah disediakan tabel-tabel standar kekuatan.

Tata Cara Perhitungan akan dibahas meliputi Form Work Lantai, Kolom, dan dinding.

Form Work Kolom

* Tata Cara Perhitungan Form Work Lantai

Gambar Sistem Perencanaan
- Denah dari penempatan elemen struktur form work :
   Kulit Form Work (plywood)
   Balok Anak (kaso) @ 45 Cm
   Balok Induk (Balok Kayu) @ 1,20 Meter
   Penunjang (Scaffolding ) @ 1,35 M X 1,20 M
- Potongan Memanjang
- Potongan Melintang

Pembebanan

Pemasangan Worm Work Kolom

* Beban yang bekerja pada Form Work lantai yang perlu diperhitungkan adalah :

- Berat Sendiri Beton
   qbs = t x b
Dimana t = Tebal pelat yang akan dicor
       b = Berat jenis beton = 24 KN/m3

- Kemungkinan Bertumpuknya beton disuatu tempat
Kemungkinan bertumpuknya beton disuatu tempat, ditentukan sebesar 50% dari qbs

- Beban Hidup saat konstruksi berjalan Seperti : Pekerja, Peralatan, dan lainnya.
Beban Hidup dari Pekerja, Peralatan, ql. sementara berat Sendir dari Form Work diabaikan.

Sistem Statika

Dari gambar yang akan kita Buat dapt kita tentukan sistem statika dari masing-masing elemen form work dan tranfer beban. pemeriksaan kekuatan dan deformasi per elemen form work, sesuai dengna transfer beban. untuk form work lantai misalnya Berurutan pemeriksaan Plywood (kulit form work), Balok anak (kaso), Balok utama dan penunjang (perancah)

Jika Form Tidak Memenuhi Syarat

Form Work Dinding
Bila ada yang tidak memenuhi syarat, sistem perancah form work dapat diubah seperti, mempertebal dimensi bahan atau mengecilkan jarak perletakan.

Form Work Untuk Kolom

* Gambar Sistem perencanaan
- Potongan melintang kolom
- Kulit Form Work (Plywood)
- Balok Anak (kaso)yang ditempatkan dengan jarak tertentu
- Balok induk yaitu balok yang ditempatkan melintang pada jarak tertentu. digunakan 2 balok agar dapat ditempatkan form tie diantara kedua balok tersebut.

Form Tie yaitu ditempatkan pada keempat sisi melintang dengan jarak tertentu yang berfungsi sebagai batang tarik yang mengikat form work untuk memikul tekanan lateral dari beton plastis.

Form Work Untuk Dinding

* Gambar Sistem Perencanaan
- Denah dari penempatan Elemen Struktur Form Work
- Kulit Form Work (Plywood)
- Balok Anak (kaso) yang ditempatkan secara vertikal dengan jarak tertentu.
- Balok Induk yang ditempatkan pada jarak tertentu.digunakan 2 Balok agar dapat ditempatkan form tie diantaranya.
- Form Tie ditempatkan melintang menembus penampang dinding dengan jarak tertentu arah vertikal maupun horizontal seperti halnya pada kolom, Form tie berfungsi sebagai batang tarik yang mengikat form work untuk memikul tekanan lateral dari beton plastis.

Anda Juga Bisa Membaca Artikel Lain Tentang Teknik Sipil :


Baca Selengkapnya ....
Share on :

Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi

Posted by Taufick Max 0 komentar

Pengenalan Form Work pada Proyek Konstruksi

Form Work Kolom

Saat ini konstruksi Beton berperan sebagai bahan bangunan yang dugunakan pada berbagai macam proyek konstruksi, Baik untuk gedung maupun untuk bangunan sipil lainnya. Walaupun bangunan menggunakan konstruksi baja, namun pastinya ada beberapa bagiannya yang menggunakan Beton.

Karena Konstruksi Beton selain lebih ekonomis, tetap saja lebih disukai karena konstruksi Beton dapat mengikuti bentuk yang di inginkan oleh desainer.

Namun demikian Konstruksi Beton Baik dari Aspek Estetika maupun Aspek Biaya, tidak terlepas dari perkembangan Teknologi Konstruksi yaitu Teknik FormWork.

Penggunaan Form Work tidak dapat dihindari, untuk memberi bentuk yang kita inginkan dari beton yang masih plastis, dan sebagai bagian yang akan menunjang beton selama beberapa hari atau minggu,sampai kekuatan Beton mencukupi setelah itu Form Work dapat dilepas dan bisa digunakan lagi.

Form Work dikatagorika sebagai Stuktur sementara ataupun struktus pembantu. tapi form work harus diperiksa dan dirancang untuk stabil dan memenuhi syarat kekuatan, seperti halnya struktur permanen.

Hal yang perlu dipikirkan dalam perancangan wormwork yaitu :

Tradisional Form Work
- Kemudahan pemasangan dan pembongkaran agar bahan worm work tidak rusak.
- Sirkulasi dari form work.

Ditinjau dari segi biaya, perhatian form work harus ditingkatkan, karena presentase biaya form work terhadap biaya konstruksi bisa mencapai 28%. sebagai kontraktor, penghematan biaya konstruksi bisa dapat dilakukan bila form work dikerjakan secara efisien.

Elemen Utama dari Form Work

Elemen Utama Form Work

* Kulit form work
bagian ini berhubunga langsung dengan beton plastis, memberi bentuk pada bentuk dan motif permukaan.

Syarat utama sebagai kulit form work

- Tidak mengandung bahan-bahan yang secara kimiawi akan berpengaruh pada beton.
- Harus kedap akan beton plastis.
- Mudah untuk dikerjakan dan dibentuk

Material yang bisa digunakan sebagai Kulit Worm Fork

Form Work Dinding Dari Baja

 

- Kayu dalm bentuk Plywood (Kayu Lapis)
- Logam/metal (Aluminium, Pelat, Baja)
- Plastik


* Struktur Penunjang
yaitu Beban yang diterima oleh kulit form work harus disalurkan ke struktur penunjang.

Syarat Struktur Penunjang

- Kokoh, Stabil, Memenuhi Syarat Lendutan
- Bagian-bagian yang diperlukan mudah dipasang/dibongkar.

Material yang bisa digunakan sebagai Struktur Penunjang

Struktur Penunjang Form Work Aluminium

 

- Kayu dalam bentuk Balok atau Trus
- Bambu yang sudah diawetkan
- Logam (Baja, aluminium)


Demikianlah pembahasan sekilas tentang Form Work yang berfungsi sebagai Pemberi Motiv pada permukaan beton dan untuk memikul serta menyalurkan beban dari beton yang masih plastis. semoga bisa bermanfaat.

Anda Juga Bisa Membaca Artikel Lain Tentang Teknik Sipil :




Baca Selengkapnya ....
Share on :

MANAJEMEN PROYEK : Total Quality Control

Posted by Taufick Max 0 komentar

MANAJEMEN PROYEK : Total Quality dan Manajemen Kontrol


Manajemen Proyek

Dalam Pelaksanaan pembangunan proyek baik besar maupun kecil, selalu diinginkan hasil dengan kualitas yang baik, yaitu :

Sistem Manajemen Kontrol PDCA

-Memenuhi spesifikasi yang diinginkan (Quality)
- Selesai tepat pada waktunya ( Delivery)
- Biaya yang serendah-rendahnya (Cost)
- Keamanan (Safety)


Untuk mencapai semua itu kita memerlukan suatu sistem pengawasan tersendiri yang disesuaikan dengan lingkup pekerjaan masing-masing, Sistem pengawasan ini disebut Total Quality Control (TQC), dengan harapan bahwa sistem ini akan menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik.

Perlu ditekankan pengertian total, yang menuntut kepada kita bahwa sistem ini harus mengikutsertakan semua unsur-unsur yang menunjang sistem ini, walaupun unsur tersebut merupakan bagian terkecil.

Ada 4 Komponen utama dalam Total Quality Control seperti yang sudah disebutkan diatas, Yaitu :


- Quality
- Delivery
- Cost
- Safety

Keempat komponen tersebut dalam TQC masing-masing saling berinteraksi. dan perlu diketahui bahwa keempat unsur tersebut harus seimbang, jika salah satu unsur tersebut terlalu besar ataupun kecil akan menyebabkan kegagalan dalam mencapai hasil tujuan yang baik, untuk itulah kita perlu mengadakan kontrol terhadap Q,C,D, dan S.

Untuk mencapai seperti yang inginkan tersebut maka dibutuhkanlah Management Control ( MC ) yang pada prinsipnya yaitu :

Management Control

 

- Manajemen Kontrol Pekerjaan Saat ini
- Manajemen Kontrol Perbaikan cara kerja yang sudah ada


Maksudnya bila saat ini kita bisa menyelesaikan pekerjaan selama 15 hari (Sesuai Schedule), hal itu bukanlah yang terbaik walaupun sesuai rencana, maka harus diadakan perbaikan kerja agar waktunya dapat dipersingkat, hal itu dilakukan terus berulang-ulang sampaikita menemukan waktu yang tersingkat yang masih memungkinkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.


Setelah waktu tertentu, untuk meningkatkan hasil maka harus pula ditingkatkan Standard pengawasan, sehingga makin lama standar pengawasan yang dilakukan semakin meningkat.

Langkah-langkah yang diperlukan untuk manajemen kontrol yaitu :


- Perencanaan (Plan)
- Pelaksanaan (Do)
- Pemeriksaan (Check)
- Tindakan yang akan Diambil (Action )


Keempat langkah tersebut merupakan suatu langkah yang saling bergantung, sehingga merupakan suatu siklus yang berulang-ulang.

Syarat-syarat Langkah Manajemen Kontrol, Yaitu :

Manajemen Kontrol

- Perencanaan (Plan)
Terlebih dahulu rencanakan segala sesuatu berasarkan
* Guide Line dan tujuan
* Cara untuk dapat mencapai tujuan agar sepraktis mungkin

- Pelaksanaan (DO)
Untuk memulai pelaksanaan perhatikan beberapa syarata, yaitu :
* Cara pelaksanaan harus terperinci dan dapat dimengerti, untuk itu perlu suatu latihan maupu pendidikan terlebih dahulu.
* Pelaksanaan disesuaikan menurut apa yang telah direncanakan

- Pemeriksaan (Check)
Setelah mengerjakan apa yang telah direncanakan, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pemeriksaan.
* Apakah cara sesuai dengan rencana
* Apakah hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan
* Jika hasil tidak sesuai maka segera cari penyebabnya.

- Tindakan (Action )
Setelah dilakukan pemeriksaan maka selanjutnya adalah mengmbil tindakan
* Hasil yang jelek harus diperbaiki
* Perbaiki cara kerjanya

Selanjutnya adalah kembali ke Perencanaan (Plan) sehingga Siklus PDCA terus dilakukan berulang-ulang sampai didapatkan hasil yang Optimum

Anda Juga Bisa Membaca Artikel Lain Tentang Teknik Sipil :

 



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Materi Populer