Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya Proyek

Posted by Taufick Max Rabu, 12 Februari 2014 1 komentar
Share on :

Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya Proyek

Perencanaan Sumber daya Proyek

Untuk Merencanakan Jadwal Proyek yang ekonomis dan murah seperti yang kita bahas sebelumnya. Maka Perencanaan Sumber Daya  perlu maksimalkan dan diperhatikan, Karena waktu atau Jadwal proyek sangat tergantung pada pemenfaatan dan pengendalian Sumber daya yang digunakan dalam proyek.  baik Sumber Daya Manusia, Peralatan, maupun Material. Olehnya itu pada kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut tentang Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya dalam Proyek.

Perencanaan Sumber Daya dalam Proyek sangat menentukan Efektifitas dan kesuksesan sebuah proyek, baik dari segi Waktu, Biaya, maupun Kualitas atau Mutu. olehnya pada pada kesempatan ini melalui Kampus Teknik Sipil ini kita akan membahas tentang cara memaksimalkan Sumber Daya dalam sebuah Perencanaan Proyek.

Untuk menunjukkan sejauh mana Pengaruh Keterbatasan Jumlah Sumber Daya terhadap Jadwal, maka pada Gambar dibawah ini diberikan sebuah contoh jaringan kerja dari suatu proyek yang memiliki jumlah sumber daya terbatas.

Contoh proyek dengan keterbatasan sumber daya

Dengan memakai perhitungan maju-mundur dihasilkan :

  • Jalur kritis : a - b - f - h
  • Waktu penyelesaian proyek: 20 hari
  • Float total c : 10 hari
  • Float total d - e - g: 3 hari

Jika digambarkan dengan bagan balok berskala waktu, akan tampak seperti Gambar dibawah ini :

Jaringan kerja yang disajikan dengan bagan balok


Keterbatasan sumber daya tersebut ditunjukkan pada gambar diatas. dan Gambar dibawah ini dengan keadaan sebagai berikut :

Pengaruh keterbatasan sumber daya terhadap float

  • Pekerjaan c memerlukan sumber daya yang sama (misalnya, tukang kayu) dengan pekerjaan b, sedangkan sumber daya ini terbatas, sehingga c harus digeser sebagian float totalnya terpakai dari 10 tinggal 3 hari.
  • Pekerjaan g memerlukan sumber daya yang sama dengan f, padahal ini terbatas, sehingga g harus digeser, sebagian float totalnya terpakai dari 3 menjadi 2 hari.
Dengan demikian, kegiatan-kegiatan yang berada di jalur d - e - g float totalnya juga tinggal 2 hari.

Sumber daya manusia Manajemen Proyek


Dari contoh di atas dapat ditarik kesimpulan secara umum sebagai berikut :
  • Keterbatasan sumber daya akan mengurangi jumlah float.
  • Kemungkinan akan terbentuk kegiatan kritis baru, di samping yang telah ada sebelumnya (sewaktu memakai dasar sumber daya tak terbatas).
  • Di samping tergantung pada hubunganhubungan antarkegiatan, float juga tergantung kepada keterbatasan sumber daya.
Dari ilustrasi singkat di atas, dapat dipikirkan bahwa keterbatasan yang terlalu besar dapat menimbulkan kesulitan pemakaian kaidahkaidah yang mendasari penggunaan jaringan kerja.

Misalnya, jalur kritis bukan terletak di jalur yang terpanjang seperti pengertian yang dipegang selama ini, tetapi mungkin di jalur yang memiliki keterbatasan sumber daya yang terparah.

Meratakan Penunaan Sumber Daya

Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam hubungan antara jadwal dan sumber daya adalah usaha pemakaian secara efisien. Di sini yang akan ditinjau adalah sumber daya yang berbentuk tenaga kerja.

Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang penting, seringkali penyediaannya terbatas, baik karena faktor kualitas ataupun hal-hal lain. Merekrut, menyeleksi, dan melatih tenaga kerja memerlukan biaya mahal dan membutuhkan waktu lama sebelum mereka siap pakai.

Setelah mereka bergabung dengan proyek, tidak mudah untuk melepas dan memanggil kembali untuk bekerja sesuai dengan fluktuasi pekerjaan yang tersedia.

Sedangkan menahan mereka untuk stand-by akan menelan biaya yang dipandang tidak efisien. Oleh karena itu, diusahakan jangan sampai terjadi fluktuasi keperluan secara tajam. Metode CPM dapat membantu mengatasi masalah tersebut, yang dikenal sebagai pemerataan sumber daya atau resource leveling.

Manajemen Sumber Daya manusia dalam Proyek

Penyajian Grafis

Pemerataan sumber daya dengan CPM dapat dikerjakan dengan cara grafis. Pertama-tama membuat koordinat y dan x, pada y dicantumkan sumber daya, misalnya tenaga kerja, sedangkan sumbu y menunjukkan kurun waktu.

Dicari Jalur Kritis dan Float Jaringan Kerja dari proyek yang diteliti, kemudian komponen-komponen kegiatan proyek digambarkan pada koordinat yang telah disiapkan.

Komponen kegiatan nonkritis diatur dengan menggeser-geser (sebatas float yang tersedia) dan mengusahakan untuk tidak terj adi fluktuasi yang tajam.

Ilustrasi

Suatu proyek terdiri dari tujuh pekerjaan yang tersusun menjadi jaringan kerja seperti pada Gambar dibawah ini.

Proyek terdiri dari 7 pekerjaan

Setiap komponen pekerjaan memerlukan sumber daya yang berbentuk tenaga kerja sebagai berikut  :

  • Kegiatan a sebanyak 20 orang selama 6 hari.
  • Kegiatan b sebanyak 15 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan c sebanyak 15 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan d sebanyak 10 orang selama 3 hari.
  •  Kegiatan e sebanyak 15 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan f sebanyak 35 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan g sebanyak 5 orang selama 3 hari.
Jaringan kerja itu digambarkan dengan skala waktu dan memakai ES (Early Start) untuk tiap kegiatan, sehingga akan diperoleh seperti Gambar dibawah ini.

Jaringan kerja berskala waktu untuk proyek

Selanjutnya, disusun koordinat x, y, dengan x menunjukkan waktu dan y menunjukkan jumlah tenaga kerja. Bila komponen pekerjaan dipaparkan pada koordinat tersebut akan terlihat seperti Gambar bawah.

Pekerjaan disusun dengan muatan tenaga kerja

Agar diingat hendaknya pekerjaan kritis (a, f, g) dipaparkan terlebih dahulu. Hasil pemaparan pertama menunjukkan terjadinya keadaan naik turun yang tajam (setelah hari ke-3 terjadi penurunan sejumlah 20 dari total 50 tenaga kerja atau 40 persen yang berlangsung 3 hari kemudian, naik lagi sebesar 40 persen).

Hal ini diperbaiki dengan menggeser kegiatan-kegiatan b, d, dan e yang dimungkinkan karena memiliki float-float sebesar di daftar tersebut. Dengan demikian, keperluan tenaga kerja lebih merata dan tidak terjadi fluktuasi secara tajam.

Susunan pekerjaan setelah diadakan pemerataan

Ilustrasi tersebut adalah contoh sederhana, di mana pada kenyataan sesungguhnya cukup sulit untuk melakukan pemerataan kegiatan proyek dengan ribuan kegiatan dan tenaga kerja yang heterogen. Namun, dengan penggunaan perangkat lunak atau komputer, kesulitan tersebut banyak teratasi.

Demikianlah Materi sekilas tentang Perencanaan Sumber Daya Proyek. Semoga bisa bermanfaat, Jika anda menyukai Materi ini anda bisa ikuti Updetannya melalui Facebook. mteri berikut yaitu berhubungan dengan Struktur Organisasi Proyek.

KLIK IKUTI





TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya Proyek
Ditulis oleh Taufick Max
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kampus-sipil.blogspot.com/2014/02/perencanaan-keterbatasan-sumber-daya.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Share on :

1 komentar:

Eko Gotama mengatakan...

masih bingung menelaah uraian di atas gan, bisa gak lebih di serdahanakan lagi bahasanya , terimaksih

Posting Komentar

MOHON MASUKAN DAN PENDAPAT ANDA TENTANG ARTIKEL DI ATAS JIKA DALAM TULISAN ADA YANG SALAH MOHON SARAN DAN KRITIKANNYA DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN ILMU TEKNIK SIPIL SAYA

Materi Populer