PKL Praktek Kerja Lapangan Teknik Sipil

Posted by taufick max Jumat, 13 Juni 2014 2 komentar

Tips Untuk Mahasiswa Sipil Sebelum PKL

Tips PKL, Cara Praktek Kerja Lapangan, Laporan PKL
Ilustrasi PKL

 

Bagi anda  yang Kuliah Teknik Sipil atau anak SMK mungkin tidak asing lagi mendengar PKL karena PKL merupakan sebuah kegiatan yang wajib untuk dijalankan bagi setiap siswa SMK atau Mahasiswa Teknik Sipil.

Tulisan ini sengaja saya buat karena berdasarkan hasil sharing antara saya dan seorang teman Mahasiswa Teknik Sipil yang saat ini mau melakukan PKL. Saking pentingnya PKL ini maka terkadang hal ini sangat mengkhawatirkan setidaknya dari sisi psikologi untuk mempersiapkan sesuatunya sebelum PKL.

Ketakutan dalam mempersiapkan untuk menjalani PKL ini sebenarnya hanyalah masalah ketidak percayaan Diri, terutama dengan pertanyaan-pertanyaan, Apakah ilmu saya cukup untuk diterapkan dilokasi PKL ? atau Apakah saya bisa bekerja untuk melakukan sesuatu yang menjadi tujuan perusahan ?. Jawabannya dari pertanyaan itu simple saja yaitu "Justru itulah ada PKL dimana kita bisa belajar lagi dilapangan pada kondisi yang sebenarnya dimana selama ini kita hanya mendapatkan lewat belajar di kelas atau kuliah".

Btw... Mungkin bagi anda yang bukan Anak SMK atau Alumni SMK dan Mahasiswa Teknik Sipil, sedikit bingung membaca Tulisan ini dan bertanya sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan PKL ? Oh, iyha saya lupa karena terlalu semangatnya saya menulis lupa untuk menjelaskan  Definisi dari PKL. Jika ada yang bertanya tentang PKL maka menurut  saya :

Cara melakukan PKL, Sebelum Praktek Kerja Lapangan
Praktek Kerja Lapangan

Definisi PKL

PKL yang di maksud disini yaitu singakatan dari PRAKTEK KERJA LAPANGAN, dimana sudah mejadi Program wajib akademik sebagai Mahasiswa Teknik sipil harus menjalankan Prakter Kerja secara langsung dilapangan. Baik di Instansi pemerintahan yang berhubungan dengan Teknik Sipil ataupun pada perusahan-perusahan Proyek Konstruksi.

Jika dalam beberapa tahun Mahasiswa Teknik sipil sudah belajar dan praktek atas teori-teori Ilmu Teknik Sipil, maka dalam waktu PKL ini lebih diarahkan pada Pengenalan Dunia Industri atau Dunia Proyek Konstruksi dimana teman-teman bisa menerapkan Ilmu Teknik Sipil yang dipelajari ataupun tidak menerapkan sama sekali. kenapa saya bilang tidak menerapkan sama sekali ? Iyha, karena kondisinya mungkin berbeda dilapangan, dimana apa yang selama ini anda pelajari mungkin tidak diterapkan pada Perusahan tertentu atau mungkin dilapangan lebih bersifat Teknis yang sudah dimodifikasi berdasarkan pengalaman perusahan tertentu sementara Ilmu Sipil yang anda miliki baru sebatas teori. Artinya dilapangan kadang sangat berbeda dengan apa yang digambarkan dalam teori.

Apa yang Perlu disiapkan Sebelum PKL

Bagi saya yang perlu disiapkan justru Pikiran teman-teman tentang PKL. Dalam artian teman-teman harus bertanya dalam diri, apa yang ingin teman-teman raih dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan tersebut ? Apakah sekedar mengikuti Program akademik atau memang ada motivasi dari dalam untuk mempelajari lebih jauh tentang penerapan Ilmu Teknik Sipil dilapangan ?

Artinya bahwa teman-teman harus punya tujuan secara pribadi dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. Apa yang mau teman-teman pelajari dilapangan ? Hasil apa yang anda inginkan jika sudah selesai melakukan PKL ?  atau Pertanyaan tentang "Anda mau jadi apa, kerja dimana setelah selesai Kuliah nanti ?" mungkin itu juga perlu dipertimbangkan.

Jika semua Misi dalam melakukan Praktek  Kerja Lapangan Sudah anda buat dan tanamkan dalam diri serta  konsisten menjalankannya. barulah anda siapkan hal-hal teknisnya  yang berhubungan dengan Tujuan anda. Apa saja hal-hal teknis itu ?

Memilih Perusahan yang menjadi Tempat PKL

Jika dari kampus atau Pihak jurusan belum menentukan dimana anda harus melakukan PKL maka anda punya keleluasaan dalam memilih perusahan apa dan bagaimana yang menjadi Tempat PKL. Nah, dalam memilih perusahan inilah Tujuan PKL anda secara pribadi tadi perlu dilibatkan, dimana anda meingidentifikasi terlebih dahulu perusahan-perusahan yang menurut anda cocok dengan apa yang menjadi Tujuan anda.

Misalnya Jika anda ingin mempelajari lebih jauh tentang Pondasi karena ingin membuat Perusahan Khusus tentang Pondasi Tiang Pancang maka anda bisa mencari perusahan yang berhubungan dengan Tiang Pancang atau Bor Pile. Atau Jika anda ingin mempelajari lebih jauh tentang  Manajemen Proyek Konstruksi maka anda memilih perusahan yang sedang  melaksanakan Pembangunan Proyek Konstruksi , seperti Perumahan,  Gedung Perkantoran, Hotel, Apartemen, Mall, dan lain sebagainya.

Bisa juga sesuai dengan Konsentrasi anda, Misalnya tentang Transportasi maka tentu Perusahan yang tepat adalah berhubungan dengan Pelaksanaan Proyek transportasi. begitu juga yang lainnnya, saya pikir anda paham yah apa yang saya maksudkan.

Pelajari Latar Belakang Perusahan

ketika anda sudah mengidentifikasi perusahan-perusahan apa saja yang sesuai dengan tujuan anda, maka langkah selanjutnya adalah mempelajari latar belakang perusahan tersebut atau Company Profil Perusahan agar mempermudah anda dalam penyesuaian diri terkait apa yang menjadi Misi perusahan. Anda bisa dapatkan info tentang Proyek-proyek apa saja yang sudah dilakukan, atau latar belakang dari pemilik Perusahan, bila perlu anda identifikasi semua staf strategis dalam perusahan tersebut. Susah yah..? Hehehe Namanya juga Detektif. :D

Buka dan Pelajari kembali Teori

Jika anda sudah menemukan Perusahan yang tepat sesuai tujuan anda maka selanjutnya Mempelajari kembali teori-teori atau referensi yang berhubungan dengan Proyek yang dilaksanakan oleh perusahan itu. Buka semua buku-buku kuliah Teknik Sipil anda dan pelajari secara serius sebagaiaman seorang Detektif ingin mengungkapkan sebuah kasus ( Kok Detektif lagi, apa hubungannya ) :D.

Yang Jelas anda baca dan pelajari lagi Teori-teori yang berhubungan dengan proyek tersebut.Okey !

Perbaiki Sikap dan Perilaku

Inilah yang menjadi hal yang utama dalam Dunia Industri atau Perusahan. Anda mungkin Pintar Hitung dan analisis Struktur, Anda mungkin Jago gunakan Theodolit, Anda mungkin Lincah merekayasa Transportasi, anda mungkin Cerdas menggambar Bangunan. Tapi semuanya itu jika tidak dibarengi dengan Sikap dan Perilaku yang baik maka anda akan terbelakang dalam berprestasi dalam Perusahan. ( Baca : Pengaruh sikap Kerja terhadap Prestasi )

Olehnya itu pelajari kembali Sikap dan perilaku anda. Baca Buku-buku yang berhubungan dengan sikap dan Perilaku ini agar anda bisa membandingkan dengan sikap dan perilaku anda. apakah sudah sesuai atau belum ? jika belum sebaiknya anda merubahnya.


Saya pikir itu saja cukup persiapannya sebelum anda melakukan Praktek Kerja Lapangan.

Jika anda sudah diterima oleh salah satu perusahan untuk melaksanakan PKL maka Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

Sikap dan Perilaku

Jika yang diatas Sikap dan perilaku ke tiga maka ketika sudah di terima oleh perusahan Sikap dan perilaku akan menjadi hal yang utama.Loh, Kok Sikap dan perilaku lagi..? Iyha yang tadikan sebelum anda Praktek dilapangan dimana anda hanya mempelajari tentang Ilmunya saja. Sekarang adalah waktunya bagaimana anda mempraktekan Sikap dan Perilaku yang baik. Setidaknya ini membawa nama baik dan keuntungan untuk Kampus atau almamater anda, karena bisa mendidik Mahasisnya sehingga Bisa Sopan dalam Sikap, Santun dalam bertutur, dan terbuka dalam berkomunikasi.

Sikap Praktek Kerja Lapangan, Praktek Kerja Industri


Keuntungan lainnya yaitu anda akan disenangi oleh semua staf atau karyawan yang nantinya mempermudah anda dalam Belajar  dan memperoleh data sesuai dengan  misi anda sebelumnya. Ah, tapi kan saya disini praktek  Kerja bukan belajar ? Hmmm... Bagi saya PKL adalah Belajar Praktek dan Belajar Kerja dilapangan. Jadi seharusnya Belajar Praktek Dan Kerja Lapangan ( BPKL ), So..nanti di usulin lagi ke kampusnya yah agar nama kegiatannya di rubah. Jangan PKL tapi BPKL.Hehehe

Bersikap sebagai seorang sahabat kepada semua orang yang ada dalam perusahan akan memudahkan anda. Namun jangan karena ada maksud tertentu anda mau menunjukan sikap baik, Namun lakukanlah dengan penuh keikhlasan, bahwa anda memang benar-benar tertarik untuk mengenal mereka secara personal.

Seperti motto " Senyum, Sapa, layani", ini motto apa yah, Lupa ! :D . Tapi senyum yang penuh keihklasan adalah kesan awal yang baik dalam menjalin persabatan. ( Kecuali teman Medsos banyak Bohongnya :D . ABCD => Aku hanya BerCanDa )

Praktek Kerja Lapangan Sukabumi, Tempat PKL yang Baik, Perusahan Tempat PKL Teknik Sipil
Komunikasi dalam Praktek Kerja Lapangan

Mengatur Waktu PKL.

Manajemen Waktu dalam Dunia Kerja atau dilapangan itu sangat penting, karena waktu adalah Cost yang mempengaruhi Produktivitas. ( Baca : Pengaruh Manajemen Waktu terhadap Biaya dan Produktivitas ) Maka menyesuaikan dengan Schedule yang telah ditetapkan perusahan kemudian menganilisnya, dan jika anda punya pengetahuan tentang Manajemen waktu ini gak ada salahnya memberikan masukan pada perusahan ( Fungsi Baca Teori Sebelum ). Artinya anda sudah harus memposisikan diri anda sebagai bagian dari perusahan tersebut sehingga menanamkan prinsip dalam diri bahwa anda juga penentu kesuksesan perusahan.

Atur Waktu PKL, Manajemen Waktu Praktek Kerja Lapangan
Manajemen Waktu PKL


Aturlah jadwal anda yang berhubungan dengan Tujuan anda, Misalnya kapan anda mempelajari tentang Misi jangka pendek yang ingin dicapai perusahan ( Membandingkan dengan yang sudah anda pelajari sebelumnya ),Kapan anda perlu mempelajari Ilmu yang sesuai dengan Tujuan anda, Kapan anda perlu memikirkan Laporan Prakter Kerja anda, Kapan anda mengambil data-data untuk laporan tersebut.

Walaupun anda mungkin ditempatkan pada Bidang tertentu, tapi anda perlu mempelajari garis besar dari perusahan itu secara keseluruhan agar pola kerja dari perusahan tersebut bisa anda temukan. Siapa tahu setelah Lulus Kuliah nanti anda punya Perusahan Sendiri. *senyum*

Tentukan Topik Laporan

Penentuan Topik laporan tentang PKL harus berdasarkan Tujuan pribadi yang sudah anda tetapkan sebelumnya. Misalnya jika anda ingin  menguasai Manajemen Proyek maka laporannya bisa berhubungan dengan hal tersebut. Selanjutnya berdasarkan referensi maka anda bisa mengamati ada masalah apa dalam perusahan itu yang mengganggu kesuksesan Perusahan. Misalnya berhubungan dengan Optimasi material, atau Jadwal Proyek, dan bisa saja tentang Perencanaan Komunikasi.

Tentukan Topik Skripsi

Ini namanya Sambil Menyelam minum Air, sekiranya itulah pepatah yang menggambarkan tentang memanfatkan situasi untuk keuntungan yang ganda. Tentu Jika anda sudah sampai pada Semester akhir mau tidak mau anda perlu menulis Skripsi Teknik Sipil. Nah, ini kesempatan anda untuk mengamati persoalan secara langsung dilapangan yang bisa anda jadikan Topik masalah pada penulisan Skripsi anda.

Jadi setelah selesai PKL maka setidaknya ada 2 yang anda hasilkan yang pertama adalah Laporan PKL dan kedua yaitu Topik Skipsi. Untuk itu Jenis laporan PKL anda jangan asal tapi memang ingin memantau apa yang menjadi Hambatan atau masalah dalam perusahan itu. Sehingga bisa saja Laporan tersebut berhubungan dengan Topik masalah Skripsi anda.

Jika anda bisa melewati ini dengan baik, maka anda adalah Mahasiswa Teknik Sipil yang beruntung dan sukses melakukan Praktek Kerja Lapangan ( Setidaknya itu menurut saya ). Jika dalam PKL nanti anda masih bingung kita bisa diskusi disini.

Akhirnya bagi anda yang sekarang Mau PKL, saya secara Pribadi dan www.Kampus-Sipil.com sebagai media Mengucapkan SELAMAT BERJUANG dan SEMOGA PKLnya berjalan dengan SUKSES.

Mungkin itu saja yang bisa sampaikan, Jika ada teman-teman yang PUNYA PENGALAMAN TENTANG PKL mungkin bisa diBAGIKAN disini agar teman-teman Mahasiswa Teknik sipil yang baru melakukan PKL ini bisa tercerahkan.

AYO Mengenal Jurusan Teknik Sipil


TERIMA KASIH
...........................................................
Note : Tulisan ini Spesial buat Sahabatku yang Mau PKL



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Perencanaan Desain Bangunan Rumah Tinggal

Posted by taufick max Kamis, 12 Juni 2014 0 komentar

Perencanaan Desain Bangunan Rumah Tinggal

Interior Rumah Tinggal Sederhana
Perencanaan Interior Rumah

 

Setelah kita mendapatkan data-data akurat dan lengkap dari hasil servey ( Baca : Panduan Survey Rumah Tinggal ), maka langkah selanjutnya yaitu Perencanaan Desain Bangunan Rumah.

Desain Denah Rumah Tinggal

Mendesain bangunan Rumah adalah proses membentuk Ide-ide dan seni, sehingga tercipta suatu dambar Rencana dan gambar kerja yang sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Dengan Mendesain Bangunan Rumah kita akan mendapatkan Bentuk dan Tipe Rumah yang sesuai.

Langkah pertama yang harus kita lakukan dalam mendesain Rumah Tinggal adalah Pembuatan Denah Rumah. Dalam denah rumah ini kita akan mendesain bagaimana hubungan antara Ruangan yang ada dalam sebuah Rumah tinggal yang ingin kita buat. berapa ukuran ruangan yang kita Inginkan, dan ruangan-ruangan apa saja yang menjadi Kebutuhan kita yang disesuaikan dengan Luas Lahan yang kita miliki.

Desain Rumah Tinggal Sederhana

Desain Tampak Rumah Tinggal

Gambar Rencana Pembangunan Rumah Tinggal Selain Denah, ada juga Gambar Tampak Depan, Tampak Belakang, Tampak Samping, dan Gambat potongan. Dalam mendesain Tampak Rumah Tinggal maka disesuaikan dengan Model atau Tipe Rumah apa yang mau kita banguan. apakah Tampak Rumah Sederhana, Minimalis, Mediterania, Modern, atau Tampak Rumah dengan ciri khas budaya tertentu. Semua disesuaikan dengan Model dan Imajinasi sang Desainer atau Arsitek.

Desain Interior Rumah Tinggal

Tak kalah Penting dalam Mendesain Rumah Tinggal yaitu Desain Interiornya. Dalam mendesain Onterior rumah tinggal maka tentunya ada banyak aspek yang perlu kita perhatikan, Mulai dari Jenis Ruangannya, Pemilihan warna yang tepat sesuai fungsi Ruangan, dan Jenis Perabotan apa yang sebaiknya ada dalam suatu ruangan itu perlu untuk di desain sejak awal.

Selanjutnya dalam mendesain Interior Rumah tinggal Konsep pencahayaan juga sangat perlu untuk menjadi pertimbangan, karena jenis Ruangan Privat, Semi Privat, dan Publik tentu memiliki Pencahayaan yang berbeda tergantung keinginan sang pemilik Rumah.

Ruangan yang perlu di perhatikan dalam Desain Interior yaitu Desain Interior Bedroom atau Kamar Tidur, Desain Dapur/Kitchen, Desain Ruang Tamu dan Ruang Keluarga/ Living Room atau Desain Interior Bathroom atau Kamar Mandi.

Desain Rumah Sederhana, Foto Rumah Tinggal Sederhana
Contoh Rumah Tinggal Sederhana



Jika Perencanaan Denah sudah maksimal alias sesuai dengan Ruangan yang diinginkan. selanjutnya tampak Rumah sesuai dengan Jenis Model rumah sudah di desain, serta Interiornya juga sudah selesai di Desain. maka Langkah Selanjutnya adalah Menghitung Rencana Anggaran Biaya dari Desain Rumah Tinggal Tersebut.

Bagaimana Cara Menghitung Rencana Anggaran Biaya..? Silahkan Baca Disini ==> Cara Menghitung Rencana Anggaran Biaya Rumah

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Panduan Survei Membangun Rumah Tinggal

Posted by taufick max 2 komentar

Panduan Survei Membangun Rumah Tinggal

Panduan Membangun Rumah Tinggal, Panduan Survey Rumah Tinggal
Panduan Survey Rumah Tinggal

 

Langkah Awal yang harus dilakukan dalam pembangunan rumah adalah Survei. Tujuan Survei adalah mendapatkan data-data yang akurat, sehingga memudahkan perencanaan pembangunan Rumah Tinggal. Hal-hal yang termasuk dalam kegiatan Survey dalam pembangunan Rumah Tinggal adalah Survey Lokasi, Survey Material, dan Survey Lingkungan.

Survey Lokasi Rumah Tinggal

MAsyarakat yang berniat membangun Rumah Tinggal dan belum memiliki lahan sebaiknya melakukan survei dan memilih lahan yang cocok untuk tempat Tingga. Sementara itu, Masyarakat yang sudah memiliki lahan, langkah-langkah selanjutnya adalah menentukan posisi dan tata letak Rumah tinggal, mengukur lahan yang terpakai, dan Menentukan saluran pembuangan Limbah.

Survey Material Untuk Rumah Tinggal

Banyak pembangunan tidak selesai tepat waktu akibat tidak adanya atau tertundanya pengiriman bahan-bahan atau material yang dibutuhkan. Dalam banyak hal, penunudaan ini dapat dihindari jika Suplay material direncanakan dengan Baik.

Memilih tempat pembelian Material yang terdekat denganlokasi pembangunan Rumah Tinggal adalah langkah terbaik demi kelancaran aktivitas Pembangunan Rumah tersebut. Hal ini merupakan salah satu langkah penghemetan Biaya pengeluaran yang tak terduga.

Survey Lingkungan Rumah Tinggal

Umumnya Masyarakat tidak mempedulikan Survey lingkungan dalam Pembangunan Rumah Tinggal. Padahal, lingkungan sangat berarti bagi perkembangan ikatan sosial antara anggota masyarakat sekitarnya.

Lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram berpengaruh besar, baik dalam pelaksanaan Pembangunan Rumah maupun setelah Rumah di tempati.

Panduan Membangun Rumah Sederhana, Tips Membangun Rumah Minimalis
Tips Survey Lokasi Pembangunan Rumah


Lingkungan juga mempengaruhi Posisi dan tata letak bangunan Rumah Tinggal.

Jadi bagi anda yang berniat mau membangun Rumah Tinggal maka sebaiknya langkah tersebut dilakukan guna mempermudah anda dalam pembangunan Rumah. Jika hal tersebut diatas sudah dilakukan maka langkah Selanjutnya yaitu Tahapan Desain Rumah Tinggal.

Silahkan Baca Informasi tentang Tahapan Desain Rumah Tinggal.





Baca Selengkapnya ....
Share on :

Cara Menulis Tesis Teknik Sipil

Posted by taufick max Rabu, 11 Juni 2014 1 komentar

Cara Menulis Tesis Teknik Sipil

Tips Menulis Tesis, Cara Menulis Tesis, Tesis Teknik Sipil Lengkap
Cara Menulis Tesis Teknik Sipil

 

Tesis Teknik Sipil merupakan syarat penting untuk meraih gelar akademik magister Teknik. Artinya bahwa ketika kita ingin mendapatkan Gelar Magister Teknik maka langkah terakhir yang harus dilakukan yaitu menyelesaikan suatu penelitian yang berhubungan dengan Konsentrasi yang anda ambil dalam Teknik Sipil. Penelitian tersebut dalam tahapan kuliah Pascasarjana dinamakan Tesis.

Penulisan Tesis Teknik Sipil tentu metodenya sama dengan penulisan tesis dalam jurusan yang lainnya. Intinya adalah kita ingin menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara melakukan penelitian dan menerapkan kaidah dalam penelitian Ilmiah.

Dalam Penelitian Tesis Teknik Sipil sebagaian besar melakukannya dengan menggunakan Study kasus atau observasi dilapangan. Perlu diketahui jenis penelitian itu bermacam-macam namun disini kita tidak menjelaskan tentang Macam-macam Penelitian. kita hanya akan membahas tentang Tahapan atau Cara Menulis Tesis Teknik Sipil secara teratur.

Contoh Tesis Teknik Sipil, Judul Tesis Teknik Sipil, Download tesis Teknik Sipil
Jangan Pusing Menulis Tesis Teknik Sipil

PENENTUAN TOPIK MASALAH

Olehnya itu langkah pertama yang harus dilakukan tentu menentukan Topik sebagai permasalahan yang mau diteliti.Nah, penetuan topik masalah ini biasanya banyak yang bingung dari mana atau apa yang menjadi landasan kita untuk menentukan Topik masalah tersebut.

Kalau menurut saya penentuan Topik Masalah itu harus sesuai dengan apa yang anda sukai dan kuasai. Dalam artian Topik masalah tersebut menjadi konsentrasi anda dalam Jurusan Teknik Sipil.

Misalnya saya contohkan Jika anda mengambil Konsentrasi Magister  Manajemen Konstruksi maka sebaiknya anda tahu dulu dalam manajemen Konstruksi Mata kuliah apa yang paling anda sukai atau Kuasai. Sekalipun anda kuasai dan Sukai semuanya, tapi pasti dong ada yang lebih. Nah, yang lebih itulah yang pilih. Misalnya kalau saya lebih senang Mata Kuliah Aspek Hukum, Manajemen Proyek Konstruksi, Estimasi Biaya, Rekayasa Nilai, dan Ekonomi Teknik. Namun yang paling suka adalah Mata Kuliah Manajemen Proyek Konstruksi. Maka Topik masalah yang akan saya ambil biasanya berhubungan dengan Mata Kuliah tersebut. Kenapa saran saya seperti itu karena untuk mempermudah anda dalam penyusunan Tesis selanjutnya.

Biasanya dalam Mata kuliah tertentu memiliki Topik-topik akan dibahas. Dalam hal ini misalnya salah satu topiknya yaitu berhubungan dengan Savety Management atau biasa kita kenal dengan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja. maka Topik ini bisa menjadi satu Masalah yang akan kita jadikan Topik Tesis kita.

Itu salah satu cara untuk menentukan topik, sebenarnya banyak cara lainnya. Misalnya sesuai Kondisi dalam Proyek yang anda hadapi disitu anda temukan masalah yang mau anda selesaikan atau berdasarkan pengamatan Undang-undang, atau bisa juga berdasarkan referensi Buku. Dll

Tesis Teknik Sipil


Pengamatan Masalah yang Terjadi

Setelah memilih Topik maka langkah selanjutnya yaitu mengamati masalah yang terjadi baik langsung dilapangan atau melalui buku atau sumber bacaan lain. Dalam hal ini berhubungan dengan Topik yang dipilih tadi yaitu tentang Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. misalnya anda meninjau dan mendapatkan informasi dari sumber bacaan Undang-undang yang berhubungan dengan SMK3 ( Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja )contonya tentang PERMEN Nomor 05 Tahun 1996 tentang Pedoman Penerapan Manajemen K3 maka anda bisa mengamati masalah-masalah apa saja yang mungkin timbul atau terjadi yang berhubungan dengan Undang-undang tersebut.

Pemilihan Masalah Penelitian

Jika sudah di tentukan Topik tentang Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang berhubungan dengan PERMEN 05 Tahun 1996 maka kita bisa memilih satu permasalahan dari situ. Misalnya tentang Pengaruh Komunikasi Internal K3 terhadap Peningkatan Kinerja Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja. Artinya bahwa yang mau kita tinjau adalah masalah Komunikasi yang terjadi dalam Penerapan manajemen K3 sejauh mana pengaruhnya terhadap Kinerja

Penulisan Bab 1 Tesis

Latar Belakang Masalah

Pada penulisan Bab 1 ini yang pertama kita lakukan adalah menjelaskan Latar belakang persoalan sehingga kita memilih Pengaruh Komunikasi Internal K3 sebagai penelitian Tesis kita.

Rumusan Masalah

Setalah itu barulah kita bisa merumuskan persoalannya dalam bentuk Pertanyaan penelitian yang berhubungan dengan Komunikasi Internal dan Kinerja. Setiap rumusan masalah tentu memiliki sasaran san satu kesimpulan berdasarkan persoalan yang kita rumuskan.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini dibuat berdasarkan Rumusan masalah yang telah ditetapkan, dalam artian bahwa ada persoalan yang mau kita cari jalan keluarnya melalui penelitian tersebut. Misalnya kita ingin mengetahui Faktor-faktor apa saja yang paling Dominan dalam Komunikasi Internal yang mempengaruhi Kinerja.

Manfaat Penelitian

Setiap Persoalan yang mau kita selesaikan tentu harus ada manfaatnya. dalam hal ini manfaat pastinya berhubungan dengan Tujuan penelitian yaitu Agar penerapan Komunikasi internal dalam Manajemen keselamatan dan kesehatan Kerja bisa berjalan secara efektif sehingga mampu meningkatkan Kinerja K3.

Batasan Masalah

Agar penelitian yang kita lakukan tidak melebar maka kita perlu membatasi masalah apa saja yang mau kita tinjau. Biasanya Batasan ini menunjukan dimana Lokasi yang mau kita teliti, Sampelnya apa saja, Variabel bebas dan terikat yang kita gunakan apa saja. semua harus jelas agar penelitian kita memang benar-benar terarah.

Berdasarkan Judul penelitian yaitu Pengaruh Komunikasi Internal terhadap Kinerja maka kita bisa menentukan Varibelnya yaitu Komunikasi Internal sebagai Variabel bebas dan Kinerja K3 sebagai Variabel Terikat. dengan sampel misalnya pada Proyek tertentu pada yang dilakukan PT. X

Selain itu dalam bab 1 juga kita bisa memasukan sasaran penelitian dan lainsebagainya yang sesuai dengan Format penulisan Tesis Teknik sipil dikampus masing-masing.

JIka Bab I telah selesai maka langklah selanjutnya adalah masuk ke Bab II


Untuk mengetahui Bagaimana dan apa saja yang perlu dilakukan pada Bab 2 silahkan baca Disini Cara Menulis Tesis Teknik Sipil Tahap ke 2

Sekian Terima Kasih 
.......................................................



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Koleksi Contoh Skripsi Teknik Sipil

Posted by taufick max Jumat, 07 Maret 2014 2 komentar

Koleksi Contoh Skripsi Teknik Sipil

Koleksi Skripsi Teknik Sipil Lengkap

Koleksi Contoh Skripsi Teknik Sipil- Salam Civil Enggineer. Terima kasih atas kesetiannnya dalam berkunjung ke situs Kampus Teknik Sipil Ini Semoga kita bisa terus belajar bersama untuk mengembangkan Ilmu Teknik Sipil Kita.

Pada kesempatan ini saya akan kembali dalam pembahasan Tentang Contoh Skripsi Teknik. Namun disini kita tidak akan membahas tentang Bagaimana membuat Judul Skripsi dan lain sebagainya.

Saat ini saya hanya menginformasikan kepada teman-teman yang kesulitan mencari Contoh Skripsi Teknik sipil bagi yang mau melakukan penelitian tentang ketekniksipilan.

Melakukan penelitian bagi Mahasiswa S1 terkhususnya Jurusan Teknik Sipil merupakan suatu kewajjiban sebelum meraih gelar sebagai Sarjana Teknik. Dan penelitian yang dilakukan juga merupakan sebagai Bukti kelayakannya sebagai seorang Sarjana.

Namun terkadang untuk melakukan Penelitian yang kemudian laporan tersebut di susun yang kita kenal dengan nama Skripsi tersebut terbilang gampang-gampang susah.

Penyusunan Skripsi Bisa dibilang gampang jika kita sudah memahami Metodologi penelitian yang akan di gunakan. Namun akan terasa susah jika kita tidak paham tentang Metode penelitian yang ilmiah yang harus digunakan.

Saya tidak akan berbicara panjang lebar terkait dengan Cara Penyusunan Skripsi disini. karena kita sudah banyak membahasnya di pertemuan sebelumnya di Situs ini.

Informasi yang mau saya sampaikan adalah Jika anda membutuhkan Contoh Skripsi Teknik Sipil untuk referensi atau gambaran anda melakukan Penelitian.

Maka Informasi menariknya yaitu anda bisa PESAN KOLEKSI SKRIPSI TEKNIK SIPIL itu disini. karena Kampus Teknik Sipil memiliki kurang lebih 150 Judul Skripsi Secara lengkap dari Mulai Bab 1 sampai Penutup.

Contoh Teknik Sipil Lengkap



Koleksi Skripsi Teknik Sipil tersebut dalam bentuk File Pdf, dan Ms word yang sudah dibuatkan dalam 2 Kepiangan DVD yang terdiri dari :
  1. Lebih dari 150 Judul Skripsi Teknik Sipil Lengkap
  2. Lebih dari 500 Ebook Teknik Sipil
  3. Software-software Pendukung lainnya.
Untuk Mendapatkan Paket DVD Koleksi Skripsi Teknik Sipil.
 Biayanya Rp. 149,000 ( Sudah Termasuk Ongkos Kirim )

Cara Pemesanannya :


Ketik :

#Pesan Skripsi Teknik Sipil# Nama # Alamat #
KIRIM SMS Ke Nomor ===>  021- 28 8080 27 atau 0852 4076 4122

Contoh :

#Pesan Skripsi Teknik Sipil# Iklam Djamal# Jl. Koepal Bacan No 212, Halmahera#

Kirim ke ==> 021-28808027 atau 0852 4076 4122



Selanjutnya Jika PAKET DVD SKRIPSI TEKNIK SIPILnya masih ada maka anda akan mendapatkan balasan selanjutnya untuk melakukan Transaksi Biaya Pengiriman.

Semoga Bermanfaat.


Baca Selengkapnya ....
Share on :

Alasan Pemilihan Konstruksi Baja

Posted by taufick max Senin, 03 Maret 2014 1 komentar

Alasan Pemilihan Material Konstruksi Baja

Konstruksi Baja, Fungsi Baja, Kelebihan Baja, Konstruksi Baja murah
Salam Civil Engineers. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang Alasan Kenapa Konstruksi Baja banyak digunakan dalam Pembangunan Proyek saat ini. Tentu saja selain baja banyak Material yang bisa kita gunakan sebagai Material Struktur Konstruksi Baja. Namun kenapa harus memilih Baja. ? Mari kita bahas secara sistematis alasannya.

Pengertian Baja

Sebelum kita membahas tentang Konstruksi baja, maka hal yang paling mendasar yang pelu kita ketahui yaitu apa sih yang di maksud dengan Baja itu ? Menurut Wikipedia Baja merupakan material logam paduan, dengan unsur Dasarnya adalah logam besi yang di campur dengan Elemen lainnya seperti Karbon dan lain sebagainya.

Fungsi Baja

Berbicara tentang Fungsi baja maka semua tergantung dari perencanaan dan apa yang mau kita manfaatkan yang bisa menggunakan Baja sebagai materialnya. Fungsi baja tidak jauh berbeda dengan Fungsi Logam secara keseluruhan Seperti Tembaga, alumunium, Besi, dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan Baja digunakan dalam banyak hal, salam satunya yaitu sebagai Struktur Konstruksi sebuah Bangunan. Penggunaan Baja sebagai Struktur Bangunan biasanya kita sebut sebagai Konstruksi Baja.

Struktur Baja

Struktur baja yang kita maksudkan disini yaitu Bukan sebagai Struktur atau elemen-elemen yang menyusun baja, namun lebih mengarah pada Manfaat Baja sebagai Struktur suatu bangunan.

Baja sebagai Struktur dalam suatu bangunan, bisa dimanfaatkan sebagai Kolom atau Ring balknya. Komposisi atau Ukuran dan jenis baja yang digunakan sebagai Kolom atau Ring Balk tergantung pada Perhitungan Struktur yang mengarah pada Kebutuhan kekuatan atau beban yang dipikul oleh struktur atas dan kekuatan gaya Horizontalnya.

Metode perhitungan Baja memiliki standar perhitungan tersendiri, dimana di Indonesia Perhitungan Baja Mengacu pada Standar Nasional Indonesia atau SNI 03- 1729-2002. Bagaimana Rumus dan cara Penghitung Kekuatan Struktur Baja. Bisa di Baca pada Materi yang lain tentang Cara Menghitung Struktur Baja.

Pembuatan Baja

Pembuatan Material Baja dilakukan dengan cara proses peleburan Bijih besi dengan mengurangi kandungan karbon tertentu sesuai dengan yang diinginkan dan kemudian elemen-elemen lainnya di tambahkan kedalam hasil logam yang telah memuai tersebut.

Setelah kompoisis pembentukan Baja telah disatukan atau dipadukan maka cairannya dituangkan dengan metode tertentu secara berkelanjutan hingga membentuk Lempengan-lempengan Baja.

Pembuatan Konstruksi Baja

Konstruksi Baja 2

Kelebihan Baja sebagai Struktur

Kelebihan baja ini dimaksud jika baja dibandingkan dengan Material Struktur yang lain, misalnya Beton, Kayu dan lainnya. Dengan Demikian baja memiliki kelebihan :
  • Kuat tariknya Tinggi
  • Tidak dimakan Rayap jika dibandingkan dengan Kayu
  • Memiliki Nilai Muai dan Susut yang sangat kecil
  • Penggunaannya bisa di Daur Ulang
  • Baja lebih murah jik dibandingkan dengan Stainless Steel
  • Baja Lebih ringan dan lebih Lentur jika dibandingkan dengan Beton
  • Baja Lebih kuat jika dibandingkan dengan Aluminium
Kelebihan Baja tersebut diatas merupakan Alasan kenapa Konstruksi Baja banyak digunakan dalam Proyek pembuatan sebuah bangunan.

Demikialah yang bisa kita bahas pada kesempatan ini tentang Konstruksi Baja. Anda Bisa Mengikut Updetan Informasi lainnya tentang Konstruksi Baja disini yang akan di bahas secara Detail. Silahkan Klik Ikuti untuk mengikuti info lanjutan.

KLIK IKUTI





Baca Selengkapnya ....
Share on :

Aspek Penting dalam Manajemen Proyek

Posted by taufick max Sabtu, 01 Maret 2014 0 komentar

Aspek-aspek Penting dalam Manajemen Proyek

Aspek Penting dalam Manajemen Proyek,

Terima kasih teman-teman Civil Engineers yang selalui Mengikuti Updetan Materi dari Kampus Sipil ini. Sebelumnya kita telah membahas tentang Definisi dan Ruang Lingkup Manajemen Proyek, dan pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Aspek-Aspek penting dalam Manajemen proyek.

Dalam manajemen proyek, yang perlu dipertimbangkan agar output Proyek sesuai dengan sasaran dan tujuan yang direncanakan adalah mengidentifikasi berbagai masalah yang mungkin timbul ketika proyek dilaksanakan.

Beberapa aspek yang dapat diidentifikasi dan menjadi masalah dalam manajemen Proyek serta membutuhkan penanganan yang cermat, adalah sebagai berikut :

Aspek Keuangan

Masalah ini berkaitan dengan pembelanjaan dan pembiayaan proyek. Biasanya berasal dari modal sendiri dan/atau pinjaman dari bank atau investor dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Pembiayaan proyek menjadi sangat krusial bila proyek berskala besar dengan tingkat kompleksitas yang rumit, yang membutuhkan analisis keuangan yang cermat dan terencana.

Aspek Anggaran Biaya

Masalah ini berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian biaya selama proyek berlangsung. Perencanaan yang matang dan terperinci akan memudahkan proses pengendalian biaya, sehingga biaya yang dikeluarkan sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Jika sebaliknya,akan terjadi peningkatan biaya yang besar dan merugikan bila proses Perencanaannya salah.

Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia: 

Masalah ini berkaitan dengan kebutuhan dan alokasi SDM selama proyek berlangsung yang berfluktuatif. Agar tidak menimbulkan masalah yang kompleks, perencanaan SDM didasarkan atas organisasi proyek yang dibentuk sebelumnya dengan melakukan langkah-langkah, Proses staffing SDM, deskripsi kerja, perhitungan beban kerja, deskripsi wewenang dan tanggung jawab SDM serta penjelasan tentang sasaran dan tujuan proyek.

Aspek Manajemen Produksi:

Masalah ini berkaitan dengan hasil akhir dari proyek; hasil akhir proyek negatif bila proses perencanaan dan pengendaliannya tidak baik. Agar hal ini tidak terjadi, maka dilakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produktivitas SDM, meningkatkan efisiensi proses produksi dan kerja, meningkatkan kualitas produksi melalui jaminan mutu dan pengendalian mutu.

Aspek Harga:

Masalah ini timbul karena kondisi eksternal dalam hal persaingan harga yang dapat merugikan perusahaan karena produk yang dihasilkan membutuhkan biaya produksi yang tinggi dan kalah bersaing dengan produk lain.

Aspek Efektivitas dan Efisiensi:

Masalah ini dapat merugikan bila fungsi produk yang dihasilkan tidak terpenuhi/tidak efektif atau dapat juga terjadi bila faktor efisiensi tidak dipenuhi, sehingga usaha produksi membutuhkan biaya yang besar.

Aspek Pemasaran:

Masalah ini timbul berkaitan dengan perkembangan faktor eksternal sehubungan dengan persaingan harga, strategi promosi, mutu produk serta analisis pasar yang salah terhadap produksi yang dihasilkan.

Aspek Mutu:

Masalah ini berkaitan dengan kualitas produk akhir yang nantinya dapat meningkatkan daya saing serta memberikan kepuasan bagi pelanggan.

Aspek Waktu:

Masalah waktu dapat menimbulkan kerugian biaya bila terlambat dari yang direncanakan serta akan menguntungkan bila dapat dipercepat.


Demikianlah Materi tentang Aspek-Aspek penting dalam Manajemen Proyek. semoga bermanfat, Jika anda menyukai Materi ini anda bisa mengikuti Updetan materi selanjutnya melalui Facebook yang akan dibahas tentang Karakteristik dan Siklus Proyek.

KLIK IKUTI



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Definisi & Ruang Lingkup Manajemen Proyek

Posted by taufick max 0 komentar

Definisi dan Ruang Lingkup Manajemen Proyek

Ruang Lingkup Manajemen Proyek

Dalam Blog Kampus-sipil ini kita sudah sering membahas tentang Manajemen Proyek dan Juga definisi serta Ruang lingkupnya. Namun pada kesempatan ini saya merasa perlu untuk menjelaskan kembali secara mendetail, agar bisa lebih dipahami. Karena pendefinisian secara baik tentang Manajemen Proyek ini, bisa berpengaruh pada apa yang kita lakukan dan sistematika dari mempelajari Ilmu Manajemen Proyek.

Kemajuan dalam kegiatan industri pada beberapa aspek memerlukan manajemen atau pengelolaan yang dituntut memiliki kinerja, kecermatan, keekonomisan, keterpaduan, kecepatan, ketepatan, ketelitian serta keamanan yang tinggi dalam rangka memperoleh hasil akhir yang sesuai harapan.

Pengelolaan suatu kegiatan dengan investasi berskala besar dan tingkat kompleksitas yang sangat sulit membutuhkan cara teknis/metode yang teruji, sumber daya yang berkualitas, serta Penerapan ilmu pengetahuan yang tepat dan up to date.

Manajemen sebagai ilmu mengelola suatu kegiatan yang skalanya dapat bersifat kecil atau bahkan sangat besar, mempunyai ukuran tersendiri terhadap hasil akhir. Dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen yang sama oleh individu atau organisasi yang berbeda, hasil akhir proses manajemen dapat berbeda satu sama lain.

Ini karena ada perbedaan- perbedaan budaya, pengalaman,lingkungan, kondisi sosial,tingkat ekonomi, karakter sumber daya manusia serta kemampuan untuk menguasai pirinsip-prinsip dasar manajemen

Perkembangan ilmu pengetahuan tentang manajemen berjalan beriringan dengan perkembangan praktis yang terjadi sehari-hari dalam laju kemajuan implementasi prinsip-prinsip manajemen pada masyarakat.

Pengalaman selama proses implementasi memberikan suatu data primer yang berguna untuk mengembangkan teori-teori manajemen agar menjadi lebih luas dan mempunyai nilai tambah, sehingga dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu manajemen baik secara teoretis maupun praktis.

Untuk memberikan gambaran tentang manajemen, selanjutnya diuraikan definisi dan Ruang Lingkup Manajemen Proyek.

Definisi Manajemen Proyek

Suatu ilmu pengetahuan tentang seni memimpin organisasi yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian terhadap sumber-sumber daya yang terbatas dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran yang efektif dan efisien.

Tujuan Manajemen Proyek
Mendapatkan metode atau cara teknis yang paling baik agar dengan sumber-sumber daya yang terbatas diperoleh hasil maksimal dalam hal ketepatan, kecepatan, penghematan dan keselamatan kerja secara komprehensif.

Unsur-unsur Manajemen Proyek

Tujuan: sasaran yang hendak dicapai dalam optimasi biaya, mutu, waktu dan keselamatan.
Pemimpin mengarahkan organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan.
Sumber-sumber daya yang terbatas: manusia,modal/biaya, peralatan dan material
Kegiatan : Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengendalian.

Perencanaan (Planning)

Pada kegiatan ini dilakukan antisipasi tugas dan kondisi yang ada dengan menetapkan sasaran dan tujuan yang harus dicapai serta menentukan kebijakan pelaksanaan, program yang akan dilakukan, jadwal waktu pelaksanaan, prosedur pelaksanaan secara administratif dan operasional serta alokasi anggaran biaya dan sumber daya.

Perencanaan harus dibuat dengan cermat, lengkap, terpadu dan dengan tingkat kesalahan paling minimal. Namun hasil dari perencanaan bukanlah dokumen yang bebas dari koreksi karena sebagai acuan bagi tahapan pelaksanaan dan pengendalian, perencanaan harus terus disempurnakan secara iteratif untuk menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi pada proses selanjutnya.

Pengorganisasian (Organizing)

Pada kegiatan ini dilakukan identifikasi dan pengelompokan jenis-jenis pekerjaan, menentukan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab personel serta meletakkan dasar bagi hubungan masing-masing unsur organisasi.

Untuk menggerakkan organisasi, pimpinan harus mampu mengarahkan organisasi dan menjalin komunikasi antar pribadi dalam hierarki organisasi. Semua itu dibangkitkan melalui tanggung jawab dan partisipasi semua pihak.Stuktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan kerangka penjabaran tugas personel penanggungjawab yang jelas, sefta kemampuan personel yang sesuai keahliannya, akan diperoleh hasil positif bagi organisasi.

Pelaksanaan (Actuating)

Kegiatan ini adalah implementasi dari perencanaan yang telah ditetapkan, dengan melakukan tahapan pekerjaan yang sesungguhnya secara fisik atau nonfisik sehingga produk akhir sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Karena kondisi perencanaan sifatnya masih ramalan dan subyektif serta masih perlu penyempurnaan, dalam tahapan ini sering terjadi perubahan-perubahan dari rencana yang telah ditetapkan.

Biasanya, pada tahapan pelaksanaan, pihak-pihak yang terlibat lebih beragam. Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi terpadu untuk mencapai keserasian dan keseimbangan kerja. Pada tahapan ini juga telah ditetapkan konsep pelaksanaan serta personel yang terlibat pada organisasinya, kemudian secara detail menetapkan jadwal, program, alokasi biaya, serta alokasi sumber daya yang digunakan.

Pengendalian (Controlling)

Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa program dan aturan kerja yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan penyimpangan paling minimal dan hasil paling memuaskan.Untuk itu dilakukan  bentuk-bentuk kegiatan seperti berikut :

Supervisi : melakukan serangkaian tindakan koordinasi pengawasan dalam batas wewenang dan tanggung jawab menurut prosedur organisasi yang telah ditetapkan, agar dalam operasional dapat dilakukan secara bersama-sama oleh semua personel dengan kendali Pengawas.

Inspeksi : melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan dengan tujuan menjamin spesifikasi mutu dan produk sesuai dengan yang direncanakan.

Tindakan Koreksi : melakukan perubahan dan perbaikan terhadap rencana yang telah ditetapkan untuk menyesuaikan dengan kondisi pelaksanaan.

Proses dalam manajemen sifatnya umum dan dapat digunakan dalam berbagai kegiatan/bidang yang membutuhkan pengelolaan yang sistematis, terarah serta mempunyai sasaran dan tujuan yang jelas.

Macam dan bidang yang menggunakan ilmu manajemen adalah manajemen pemerintahan, manajemen industri, manajemen perusahaan, manajemen sumber daya,manajemen proyek, dan lain sebagainya. Untuk manajemen proyek biasanya kurun waktu dibatasi oleh program-program yang sifatnya sementara dan berakhir bila sasaran dan tujuan organisasi proyek sudah tercapai.

Bila membuat proyek sejenis pada waktu sesudahnya biasanya sasaran dan tujuannya lebih inovatif dengan memodifikasi program-program sebelumnya.

Proyek :
Gabungan dari sumber-sumber daya seperti manusia, material, peralatan dan modal/biaya yang dihimpun dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai sasaran dan tujuan.

Dari semua uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen Proyek adalah penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan keterampilan,'cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja biaya, mutu dan waktu, serta keselarnatan kerja.

Proses manajemen proyek

Dari Gambar diatas dapat diuraikan bahwa proses manajemen proyek dimulai dari kegiatan perencanaan hingga pengendalian yang didasarkan atas input-input seperti tujuan dan sasaran proyek, informasi dan data yang digunakan, serta penggunaan sumber daya yang benar dan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Dalam proses sesungguhnya, pemimpin dengan wewenang yang ada dalam organisasi proyek mengelola dan mengarahkan segala perangkat dan sumber daya yang ada dengan kondisi terbatas, tetapi berusaha memperoleh pencapaian paling maksimal sesuai dengan standar kinerja proyek dalam hal biaya, mutu, waktu dan keselamatan kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk mendapatkan produk akhir yang maksimal, segala macam kegiatan pada proses manajemen proyek direncanakan dengan detail dan akurat untuk mengurangi penyimpangan-penyimpangan, Dan bila ada tindakan koreksi dalam Proses selanjutnya,diusahakan koreksi tersebut tidak terlalu banyak.


Demikianlah Materi Definisi dan Ruang Lingkup Manajemen Proyek ini, semoga bermanfaat. Bagi anda yang menyukai Materi ini, Bisa Ikuti Updetan Materi selanjutnya yaitu tentang Aspek-aspek Penting dalam Manajemen Proyek melalui Facebook.


KLIK IKUTI.





Baca Selengkapnya ....
Share on :

Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya Proyek

Posted by taufick max Rabu, 12 Februari 2014 1 komentar

Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya Proyek

Perencanaan Sumber daya Proyek

Untuk Merencanakan Jadwal Proyek yang ekonomis dan murah seperti yang kita bahas sebelumnya. Maka Perencanaan Sumber Daya  perlu maksimalkan dan diperhatikan, Karena waktu atau Jadwal proyek sangat tergantung pada pemenfaatan dan pengendalian Sumber daya yang digunakan dalam proyek.  baik Sumber Daya Manusia, Peralatan, maupun Material. Olehnya itu pada kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut tentang Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya dalam Proyek.

Perencanaan Sumber Daya dalam Proyek sangat menentukan Efektifitas dan kesuksesan sebuah proyek, baik dari segi Waktu, Biaya, maupun Kualitas atau Mutu. olehnya pada pada kesempatan ini melalui Kampus Teknik Sipil ini kita akan membahas tentang cara memaksimalkan Sumber Daya dalam sebuah Perencanaan Proyek.

Untuk menunjukkan sejauh mana Pengaruh Keterbatasan Jumlah Sumber Daya terhadap Jadwal, maka pada Gambar dibawah ini diberikan sebuah contoh jaringan kerja dari suatu proyek yang memiliki jumlah sumber daya terbatas.

Contoh proyek dengan keterbatasan sumber daya

Dengan memakai perhitungan maju-mundur dihasilkan :

  • Jalur kritis : a - b - f - h
  • Waktu penyelesaian proyek: 20 hari
  • Float total c : 10 hari
  • Float total d - e - g: 3 hari

Jika digambarkan dengan bagan balok berskala waktu, akan tampak seperti Gambar dibawah ini :

Jaringan kerja yang disajikan dengan bagan balok


Keterbatasan sumber daya tersebut ditunjukkan pada gambar diatas. dan Gambar dibawah ini dengan keadaan sebagai berikut :

Pengaruh keterbatasan sumber daya terhadap float

  • Pekerjaan c memerlukan sumber daya yang sama (misalnya, tukang kayu) dengan pekerjaan b, sedangkan sumber daya ini terbatas, sehingga c harus digeser sebagian float totalnya terpakai dari 10 tinggal 3 hari.
  • Pekerjaan g memerlukan sumber daya yang sama dengan f, padahal ini terbatas, sehingga g harus digeser, sebagian float totalnya terpakai dari 3 menjadi 2 hari.
Dengan demikian, kegiatan-kegiatan yang berada di jalur d - e - g float totalnya juga tinggal 2 hari.

Sumber daya manusia Manajemen Proyek


Dari contoh di atas dapat ditarik kesimpulan secara umum sebagai berikut :
  • Keterbatasan sumber daya akan mengurangi jumlah float.
  • Kemungkinan akan terbentuk kegiatan kritis baru, di samping yang telah ada sebelumnya (sewaktu memakai dasar sumber daya tak terbatas).
  • Di samping tergantung pada hubunganhubungan antarkegiatan, float juga tergantung kepada keterbatasan sumber daya.
Dari ilustrasi singkat di atas, dapat dipikirkan bahwa keterbatasan yang terlalu besar dapat menimbulkan kesulitan pemakaian kaidahkaidah yang mendasari penggunaan jaringan kerja.

Misalnya, jalur kritis bukan terletak di jalur yang terpanjang seperti pengertian yang dipegang selama ini, tetapi mungkin di jalur yang memiliki keterbatasan sumber daya yang terparah.

Meratakan Penunaan Sumber Daya

Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam hubungan antara jadwal dan sumber daya adalah usaha pemakaian secara efisien. Di sini yang akan ditinjau adalah sumber daya yang berbentuk tenaga kerja.

Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang penting, seringkali penyediaannya terbatas, baik karena faktor kualitas ataupun hal-hal lain. Merekrut, menyeleksi, dan melatih tenaga kerja memerlukan biaya mahal dan membutuhkan waktu lama sebelum mereka siap pakai.

Setelah mereka bergabung dengan proyek, tidak mudah untuk melepas dan memanggil kembali untuk bekerja sesuai dengan fluktuasi pekerjaan yang tersedia.

Sedangkan menahan mereka untuk stand-by akan menelan biaya yang dipandang tidak efisien. Oleh karena itu, diusahakan jangan sampai terjadi fluktuasi keperluan secara tajam. Metode CPM dapat membantu mengatasi masalah tersebut, yang dikenal sebagai pemerataan sumber daya atau resource leveling.

Manajemen Sumber Daya manusia dalam Proyek

Penyajian Grafis

Pemerataan sumber daya dengan CPM dapat dikerjakan dengan cara grafis. Pertama-tama membuat koordinat y dan x, pada y dicantumkan sumber daya, misalnya tenaga kerja, sedangkan sumbu y menunjukkan kurun waktu.

Dicari Jalur Kritis dan Float Jaringan Kerja dari proyek yang diteliti, kemudian komponen-komponen kegiatan proyek digambarkan pada koordinat yang telah disiapkan.

Komponen kegiatan nonkritis diatur dengan menggeser-geser (sebatas float yang tersedia) dan mengusahakan untuk tidak terj adi fluktuasi yang tajam.

Ilustrasi

Suatu proyek terdiri dari tujuh pekerjaan yang tersusun menjadi jaringan kerja seperti pada Gambar dibawah ini.

Proyek terdiri dari 7 pekerjaan

Setiap komponen pekerjaan memerlukan sumber daya yang berbentuk tenaga kerja sebagai berikut  :

  • Kegiatan a sebanyak 20 orang selama 6 hari.
  • Kegiatan b sebanyak 15 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan c sebanyak 15 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan d sebanyak 10 orang selama 3 hari.
  •  Kegiatan e sebanyak 15 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan f sebanyak 35 orang selama 3 hari.
  • Kegiatan g sebanyak 5 orang selama 3 hari.
Jaringan kerja itu digambarkan dengan skala waktu dan memakai ES (Early Start) untuk tiap kegiatan, sehingga akan diperoleh seperti Gambar dibawah ini.

Jaringan kerja berskala waktu untuk proyek

Selanjutnya, disusun koordinat x, y, dengan x menunjukkan waktu dan y menunjukkan jumlah tenaga kerja. Bila komponen pekerjaan dipaparkan pada koordinat tersebut akan terlihat seperti Gambar bawah.

Pekerjaan disusun dengan muatan tenaga kerja

Agar diingat hendaknya pekerjaan kritis (a, f, g) dipaparkan terlebih dahulu. Hasil pemaparan pertama menunjukkan terjadinya keadaan naik turun yang tajam (setelah hari ke-3 terjadi penurunan sejumlah 20 dari total 50 tenaga kerja atau 40 persen yang berlangsung 3 hari kemudian, naik lagi sebesar 40 persen).

Hal ini diperbaiki dengan menggeser kegiatan-kegiatan b, d, dan e yang dimungkinkan karena memiliki float-float sebesar di daftar tersebut. Dengan demikian, keperluan tenaga kerja lebih merata dan tidak terjadi fluktuasi secara tajam.

Susunan pekerjaan setelah diadakan pemerataan

Ilustrasi tersebut adalah contoh sederhana, di mana pada kenyataan sesungguhnya cukup sulit untuk melakukan pemerataan kegiatan proyek dengan ribuan kegiatan dan tenaga kerja yang heterogen. Namun, dengan penggunaan perangkat lunak atau komputer, kesulitan tersebut banyak teratasi.

Demikianlah Materi sekilas tentang Perencanaan Sumber Daya Proyek. Semoga bisa bermanfaat, Jika anda menyukai Materi ini anda bisa ikuti Updetannya melalui Facebook. mteri berikut yaitu berhubungan dengan Struktur Organisasi Proyek.

KLIK IKUTI






Baca Selengkapnya ....
Share on :

Perencanaan Jadwal Proyek yang Murah

Posted by taufick max Selasa, 04 Februari 2014 0 komentar

Perencanaan Jadwal Proyek yang Murah Ekonomis

perencanaan proyek biaya murah, Manajemen Proyek Konstruksi
Kita ketahui Bersama bahwa faktor-faktor kesuksesan suatu proyek diantaranya adalah Waktu pelaksanaan yang cepat dan Biaya yang ekonomis. Untuk memperjelas hubungan antara Waktu dan Biaya maka pada kesempatan ini kita akan membahas tentang materi Perencanaan Jadwal Proyek yang Murah Ekonomis. 

Sebelumnya telah dibahas Jalur Kritis  dalam suatu Jaringan Kerja yang menunjukkan waktu paling cepat Penyelesaian Proyek dan float yang Mengidentifikasi Jalur Kritis atau kapan suatu kegiatan paling lambat boleh dimulai, tanpa mengganggu jadwal proyek secara keseluruhan.

Dengan diketahuinya kurun Waktu Penyelenggaraan Proyek, seringkali timbul pertanyaan apakah kurun waktu tersebut sudah optimal, atau dengan kalimat lain, dapatkah kurun waktu penyelesaian proyek dipersingkat dengan Menambah Biaya atau Sumber Daya lain dalam batas-batas yang masih dianggap ekonomis.

Sementara itu, sampai sejauh ini dalam Menyusun Jaringan Kerja, digunakan asumsi bahwa sumber daya yang diperlukan selalu tersedia, dalam arti analisis dan perhitungan belum memasukkan faktor kemungkinan keterbatasan sumber daya. Akibatnya, jadwal yang dihasilkan atas dasar asumsi demikian tidak akan realistik bila kenyataannya sumber daya yang tersedia terbatas.

Oleh karena itu, sebelum menjadi jadwal yang siap pakai sebagai pegangan praktek pelaksanaan, hendaknya diperhatikan juga faktor ketersediaan sumber daya.

Hal lain yang perlu diperhitungkan dalam penggunaan tenaga kerja dan peralatan adalah usaha menghindari terjadinya fluktuasi yang tajam, dengan jalan mengadakan pemerataan pemakaian sumber daya.

Dalam pembahasan kita kali ini akan ditinjau sejauh mana faktor-faktor tersebut di atas mempengaruhi jadwal atau perencanaan proyek, beserta pendekatan yang lazim dipakai untuk mengatasinya.

Secara spesifik meliputi hal-hal sebagai berikut :
  • Mencari hubungan jadwal-biaya yang ekonomis.
  • Menyusun jadwal dengan keterbatasan sumber daya.
  • Meratakan pemakaian sumber daya.
Namun yang kita bahas saat ini hanya mengacu pada Poin pertama diatas yaitu Mencari Hubungan Jadwal-Biaya yang Ekonomis. sementara Penyusunan Jadwal dengan Sumber Daya yang terbatas dan Meratakan Sumber Daya , akan di bahas pada materi Berikutnya.

Jadwal Proyek manajemen Konstruksi

Menyusun Jadwal yang Ekonomis

Metode jaringan kerja CPM dapat digunakan untuk menganalisis masalah tersebut, yaitu dengan memperkirakan :
  • Jadwal yang ekonomis bagi suatu proyek, yang didasarkan atas biaya langsung untuk mempersingkat waktu penyelesaian komponen-komponennya.
  • Jadwal yang optimal dengan memperhatikan biaya langsung dan tidak langsung.
Langkah ini dilakukan dengan mengadakan analisis hubungan antara waktu terhadap biaya. Dimulai dari satu kegiatan, kemudian dikembangkan bagi semua kegiatan-kegiatan yang merupakan suatu proyek.

Mempersingkat Waktu Penyelesaian

Telah disebutkan bahwa CPM memakai satu angka estimasi bagi kurun waktu masingmasing kegiatan dengan penggunaan sumber daya pada tingkat normal. Proses mempercepat kurun waktu disebut Crash Program. Di dalam menganalisis proses tersebut digunakan asumsi sebagai berikut :
  • Jumlah sumber daya yang tersedia tidak merupakan kendala. Ini berarti dalam menganalisis program mempersingkat waktu, altematif yang akan dipilih tidak dibatasi oleh ketersediaan sumber daya.
  • Bila diinginkan waktu penyelesaian kegiatan lebih cepat dengan lingkup yang sama, maka keperluan sumber daya akan bertambah. Sumber daya ini dapat berupa tenaga kerja, material, peralatan atau bentuk lain yang dapat dinyatakan dalam sejumlah dana.
Jadi, tujuan utama dari program mempersingkat waktu adalah Memperpendek Jadwal Penyelesaian Kegiatan atau proyek dengan kenaikan biaya yang minimal.

Terminologi dan Rumus Perhitungan

Untuk menganalisis lebih lanjut hubungan antara waktu dan biaya suatu kegiatan, dipakai definisi sebagai berikut :
  • Kurun Waktu Normal Adalah kurun waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan sampai selesai, dengan cara yang efisien tetapi di luar pertimbangan adanya kerja lembur dan usaha-usaha khusus lainnya, seperti menyewa peralatan yang lebih canggih.
  • Biaya Normal Adalah biaya langsung yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan dengan kurun waktu normal.
  • Kurun Waktu Dipersingkat (Crash Time) Adalah waktu tersingkat untuk menyelesaikan sua tu kegiatan yang secara teknis masih mungkin. Di sini dianggap sumber daya bukan merupakan hambatan 
  • Biaya untuk Waktu Dipersingkat (Crash Cost) Adalah jumlah biaya langsung untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kurun waktu tersingkat.

Hubungan antara waktu dan biaya digambarkan seperti grafik pada Gambar dibawah ini. Titik A menunjukkan titik normal, sedangkan B adalah titik dipersingkat.
Hubungan waktu - biaya pada keadaan normal dan dipersingkat untuk satu kegiatan

Garis yang menghubungkan titik A dengan B disebut kurva waktu-biaya. Pada umumnya garis ini dapat dianggap sebagai garis lurus, bila tidak (misalnya, cekung) maka diadakan perhitungan per segmen yang terdiri dari beberapa garis lurus.

Seandainya diketahui bentuk kurva waktu-biaya suatu kegiatan, artinya dengan mengetahui berapa slope atau sudut kemiringannya, maka bisa dihitung berapa besar biaya untuk mempersingkat waktu satu hari dengan rumus :
Rumus Slope Biaya

Sebagai contoh, misalkan kegiatan a dengan data-data
Contoh Menghitung Slope
contoh slope biaya

Maka diperoleh angka Rp5.000 untuk mempersingkat waktu 2 hari atau Rp2.500 sehari, jadi besar slope biaya = Rp2.500.

Konsep ini amat berguna untuk menganalisis berapa besar biaya untuk mempersingkat kurun waktu pelaksanaan suatu kegiatan, bilamana diketahui informasi-informasi yang diperlukan.

TPD dan TOT Proyek

Sebelumnya telah dibahas bagaimana mekanisme mempersingkat waktu dan hubungannya terhadap biaya bagi suatu kegiatan. Hal serupa berlaku bagi proyek, karena proyek adalah kumpulan dari sejumlah kegiatan.

Untuk maksud tersebut, dimulai dengan menentukan titik awal, yaitu titik yang menunjukkan waktu dan biaya normal proyek. Titik ini dihasilkan dari menjumlahkan biaya normal masing-masing kegiatan komponen proyek, sedangkan waktu penyelesaian proyek normal dihitung dengan metode CPM.

Pada Gambar  Hubungan waktu - biaya diatas, titik A merupakan titik normal. Dari titik awal ini kemudian dilakukan langkah- langkah mempersingkat waktu dengan pertama-tama terhadap kegiatan kritis.

Pada setiap langkah, tambahan biaya untuk memperpendek waktu terlihat pada slope biaya kegiatan yang dipercepat.

Dengan menambahkan biaya tersebut, maka pada setiap langkah akan dihasilkan jumlah biaya proyek yang baru sesuai dengan kurun waktunya.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya titik-titik yang memperlihatkan hubungan baru antara waktu dan biaya, seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.
Titik normal TPD dan TDT

Bila langkah mempersingkat waktu diteruskan, akan menghasilkan titik-titik baru yang jika dihubungkan berbentuk garis-garis putus yang melengkung ke atas (cekung), yang akhimya langkah tersebut sampai pada titik proyek dipersingkat (TPD) atau project crashpoint.

Titik ini merupakan batas maksimum waktu proyek dapat dipersingkat. Pada TPD ini mungkin masih terdapat beberapa kegiatan komponen proyek yang belum dipersingkat waktunya, dan bila ingin dipersingkat juga (berarti mempersingkat waktu semua kegiatan proyek yang secara teknis dapat dipersingkat), maka akan menaikkan total biaya proyek tanpa adanya pengurangan waktu. Titik tersebut dinamakan titik dipersingkat total (TDT) atau all crash-point.

Sebagai gambaran, berikut adalah contoh program mempersingkat waktu proyek yang terdiri dari lima kegiatan dengan biaya normal dan dipercepat seperti terlihat dibawah ini.
Proyek yang terdiri dari Iima komponen kegiatan dengan kurun waktu normal

1 . Pertama-tama mencari jalur kritis, menghitung kurun waktu penyelesaian proyek, dan float.

Hitungan maju :

EF (1-2) = ES(1-2) + 5 = 5
EF (2-4) = ES(2-4) + 9 = 14
EF (4-5) = ES(4-5) + 4 = 18
EF (2-3) = ES(2-3) + 3 = 5 + 3 = 8
EF (3-4) = ES(3-4) + 2 = 8 + 2 = 10

Diperoleh waktu penyelesaian proyek 18 hari.

Hitungan mundur :

Didapat float total 2-3-4:

LF (4-5) = EF(4-5) = 18
LS (4-5) = LF(4-5) - 4 = 18 - 4 = 14
LF (3-4) = LF(2-4) = LS(4-5) = 14
LS (3-4) = LF(3-4) - D = 14 - 2 = 12
LF (2-3) = LS(3-4) = 12
TF (3-4) = LF(3-4) - EF(3-4) = 14 - 10 = 4
TF (2-3) = LF(2-3) - EF(2-3) = 12 - 8 = 4

Dari hitungan di atas diperoleh :
  • Jalur kritis adalah 1-2-4-5.
  • Kurun waktu penyelesaian proyek 18 hari.
  • Float total terletak di jalur 2-3-4 sebesar 4 hari.
2. Membuat tabulasi waktu serta biaya normal dan dipersingkat.
3. Menghitung slope biaya masing-masing kegiatan, hasilnya dimasukkan pada kolom paling kanan Tabel dibawah ini.
Contoh Perhitungan Biaya Slope

Dengan cara yang sama, diperoleh berturut-turut angka untuk slope biaya kegiatan-kegiatan selanjutnya, yaitu 100, 75, 110, dan 60.
Tabulasi contoh soal

4. Mempersingkat waktu proyek

Menganalisis TPD dan TDT


Dari Tabel dibawah ini terlihat bahwa titik TPD (crash point) tercapai setelah selesai mempersingkat kegiatan 1-2, yaitu diperoleh angka-angka waktu penyelesaian proyek 13 hari dengan biaya langsung Rp l.800.

Tabel mempersingkat kegiatan

Melewati titik TPD, usaha mempersingkat waktu kegiatankegiatan berikutnya tidak menghasilkan semua komponen kegiatan proyek yang dapat dipersingkat telah dipersingkat dan dicapailah titik TDT (all crash point) dengan total biaya Rp2.010 tanpa mengurangi waktu penyelesaian proyek (tetap 13 hari).

Jadi, dari segi usaha mempersingkat jadwal, maka pengeluaran sebesar Rp 2.010 - Rpl.800 = Rp210 adalah sia-sia. Grafik dibawah ini menunjukkan hasil analisis di atas.


Titik-titik normal TPD dan TDT

Untuk memberi gambaran bagaimana dampak mempersingkat waktu terhadap proyek keseluruhan, maka Gambar a, b, c, d, e, f  memperlihatkan proses tersebut selangkah demi selangkah.

a .Proyek dengan kurun  waktu normal


b. Kegiatan 4-5 dipercepat 2 hari



c. kegiatan kritis 2-4 dipercepat 2 hari



d. Kegiatan kritis 1-2 dipercepat 1 hari



e. Kegiatan nonkritis 2-3 dipercepat 1 hari



f. Kegiatan non kritis 3-4 dipercepat 1 hari




Jalur Kritis Baru

Seringkali dalam proses mempercepat waktu penyelesaian proyek timbul jalur kritis baru. Pada contoh Gambar diatas, hal tersebut terjadi seandainya kegiatan kritis 2-4 dapat dipersingkat dengan angka melebihi besar · float total di jalur nonkritis 2-3-4.


Biaya langsung dan tidak langsung

Analisis dan contoh yang disajikan pada pembahasan sebelumnya hanya mengenai biaya langsung kegiatan proyek. Kenyataan sesungguhnya, biaya proyek terdiri dari biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost).

Perincian mengenai hal tersebut terdapat pada pembahasan sebelumnya. Yang termasuk biaya tidak langsung antara lain sebagai adalah :
  • Gaji dan pengeluaran lain bagi tenaga administrasi, tim penyelia, dan manajemen proyek.
  • Biaya pengadaan fasilitas sementara untuk pekerja, seperti perumahan atau asrama sementara, tempat rekreasi, dan lain-lain, yang biasanya diperlukan untuk proyekproyek besar yang letaknya terpencil.
  • Menyewa atau membeli alat-alat berat untuk konstruksi.
  • Ongkos menyewa kantor, termasuk keperluan utiliti seperti listrik clan air.
  • Bunga clari clana yang cliperlukan proyek.

Jadi, total biaya proyek adalah sama dengan jumlah biaya langsung ditambah biaya tidak langsung. Kedua duanya berubah sesuai dengan waktu dan kemajuan proyek.

Meskipun tidak dapat diperhitungkan dengan rumus tertentu, tetapi pada umumnya,semakin lama proyek berjalan maka semakin tinggi kumulatif biaya tidak langsung yangbdiperlukan.

Grafik dibawah ini menunjukkan hubungan ketiga macam biaya tersebut. Terlihat bahwa biaya optimal didapat dengan mencari total biaya proyek yang terkecil.

Hubungan biaya-biaya total,langsung,tidak langsung ,dan optimal

Ringkasan Prosedur Mempersingkat Waktu

Dari uraian di atas maka garis besar prosedur mempersingkat waktu adalah sebagai berikut :
  • Menghitung waktu penyelesaian proyek dan identifikasi float dengan CPM, memakai kurun waktu normal.
  • Menentukan biaya normal masing-masing kegiatan.
  • Menentukan biaya dipercepat masingmasing kegiatan.
  • Menghitung slope biaya masing-masing komponen kegiatan.
  • Mempersingkat kurun waktu kegiatan, dimulai dari kegiatan kritis yang mempunyai slope biaya terendah.
  • Setiap kali selesai mempercepat kegiatan, teliti kemungkinan adanya float yang mungkin dapat dipakai untuk mengulur waktu kegiatan yang bersangkutan untuk memperkecil biaya.
  • Bila dalam proses mempercepat waktu proyek terbentuk jalur kritis baru, maka percepat kegiatan-kegiatan kritis yang mempunyai kombinasi slope biaya terendah.
  • Meneruskan mempersingkat waktu kegiatan sampai titik TPD.
  • Buat tabulasi biaya versus waktu, gambarkan dalam grafik dan hubungkan titik normal (biaya dan waktu normal), titik-titik yang terbentuk setiap kali mempersingkat kegiatan, sampai dengan titik-titik TPD.
  • Hitung biaya tidak langsung proyek dan gambarkan pada kertas grafik di atas.
  • Jumlahkan biaya langsung dan tidak langsung untuk mencari biaya total sebelum kurun waktu yang diinginkan.
  • Periksa pada grafik biaya total untuk mencapai waktu optimal, yaitu kurun waktu penyelesaian proyek dengan biaya terendah.
Demikianlah Materi tentang Perencanaan Jadwal Proyek yang Murah Ekonomis ini, semoga bermanfaat. Bagi anda yang menyukai materi ini bisa IKUTI Updetan informasi selanjutnya yaitu Perencanaan Keterbatasan Sumber Daya Proyek anda bisa Ikuti Materinya Melalui Facebook.

KLIK IKUTI




Baca Selengkapnya ....
Share on :

Materi Populer