Teknik Perencanaan Operasioanal Proyek

Posted by taufick max Kamis, 09 Januari 2014 1 komentar

Teknik Perencanaan Operasioanal Proyek

Teknik Perencanaan Operasional proyek

Terima kasih Para Civil Enginers semuanya yang masih setia membaca Materi-materi di Blog Kampus sipil ini. semoga kita semua bisa lebih memahami Ilmu Teknik Sipil agar bisa memberikan solusi bagi masyarakat dan Bangsa. Materi kali ini masih seputar Perencanaan. Sebelumnya Kita telah membahas tentang Perencanaan Strategis dalam Proyek Konstruksi, Maka pada kesempatan ini akan dilanjutkan dengan Materi Teknik Perencanaan Operasional Proyek.

Seperti telah diutarakan sebelumnya, Perencanaan Operasional adalah perencanaan terinci yang dimaksudkan untuk menjabarkan segala sesuatu yang telah digariskan dalam perencanaan strategis. Dilihat dari tahap dan kegunaannya, perencanaan operasional dapat dibedakan menjadi perencanaan dasar dan perencanaan untuk pengendalian ( Performance Measurement Baseline-PMB) :

Perencanaan Operasional Proyek

Perencanaan Dasar Proyek

Segera setelah kegiatan proyek dimulai, dipersiapkan perencanaan dasar seperti Perkiraan Biaya, Jadwal dan Penetapan Standar Mutu, organisasi pelaksana serta pengisian personil, demikian pula urutan langkah pelaksanaan pekerjaan.

Perencanaan tahap ini dimaksudkan untuk meletakkan dasar-dasar berpijak bagi sua tu penyelenggaraan proyek sesuai dengan tersedianya informasi dan data pada waktu itu.

Jadi, perencanaan dasar merupakan program pelaksanaan (action plan) untuk mencapai sasaran. Misalnya, pada tahap implementasi fisik, program ini dikenal sebagai "Rencana Implementasi Proyek" (RIP).

Perencanaan untuk Pengendalian

Pada tahap selanjutnya, bila data-data dan informasi lebih banyak tersedia dan terkumpul, maka disusun perencanaan yang lebih terinci dan lebih tebal akurasinya.

Perencanaan ini digunakan manajemen sebagai alat pengendaian (performance measurement baseline). Contohnya adalah anggaran biaya definitif (ABO) atau control budget, yang dipakai sebagai tolok ukur pengendalian biaya proyek.

Manajemen Perencanaan Operasional Proyek

Checklist Perencanaan Operasional

Pertanyaan di bawah ini amat berguna sebagai checklist suatu perencanaan operasional.

Kegiatan apa yang akan dilakukan ?

Ini berarti harus ada perencanaan mengenai lingkup proyek yang diuraikan sampai menjadi paket kerja dengan cara menyusun SRK.

Bagaimana kegiatan harus dilakukan ?

Prosedur serta berbagai petunjuk pelaksanaan suatu kegiatan perlu disiapkan untuk maksud ini.

Siapa yang akan melakukan kegiatan ?

Harus tersusun organisasi serta pengisian personil yang masing-masing mengerti tugas dan tanggung jawabnya.

Kapan kegiatan dikerjakan ?

Ini berarti melakukan identifikasi urutan serta prioritas masing-masing kegiatan.

Di mana kegiatan dilaksanakan ?

Di sini diperlukan penjelasan di mana berlangsungnya kegiatan yang akan dilakukan.

Suatu perencanaan operasional yang lengkap ditandai oleh kesiapan menjawab pertanyaan di atas dengan memuaskan.

Unsur Penting Perencanaan Operasional

Unsur-unsur Perencanaan Operasional Proyek

Dengan mengacu pada area ilmu manajemen proyek PM-BOK yang  perencanaan operasional proyek terdiri dari :
  1. Perencanaan lingkup.
  2. Perencanaan mutu.
  3. Perencanaan waktu dan penyusunan jadwal.
  4. Perencanaan biaya.
  5. Perencanaan sumber daya manusia.
  6. Program pengelolaan risiko.
  7. Perencanaan kontrak dan pembelian.
  8. Perencanaan komunikasi.
Unsur-unsur perencanaan di atas mempunyai keterkaitan satu dengan yang lain, dalam arti yang satu memberikan masukan kepada yang lain seperti terlihat pada Gambar Dibawah ini. 

Unsur perencanaan Operasioanal proyek

Unsur-unsur perencanaan Proyek
Unsur Unsur Perencanaan Proyek
Berikut adalah penjelasan secara detail dari gambar Unsur - unsur perencanaan proyek diatas.

Perencanaan Lingkup Proyek

Perencanaan lingkup proyek adalah proses memberikan deskripsi gambaran perwujudan proyek dan batas-batasnya secara tertulis. Sebagai contoh, untuk proyek E-MK, perencanaan lingkup proyek dihasilkan dari Suatu Studi Kelayakan terutama mengenai aspek teknis dan finansial (manfaat dan biaya).

Perencanaan lingkup proyek mendapatkan masukan dari Perencanaan Mutu, Biaya dan Jadwal, agar diperoleh altematif lingkup yang terbaik dengan mengingat hambatan-hambatan yang ada.

Setelah lingkup disetujui, sebagai output dikeluarkan suatu "works statement" dan daftar "deliverable" yang selanjutnya diikuti oleh pembuatan perkiraan sumber daya berupa material, peralatan, dan tenaga kerja untuk mewujudkan lingkup di atas.

Perencanaan Mutu

Perencanaan mutu proyek adalah proses penentuan standar dan kriteria mutu yang akan dipakai oleh proyek, serta usaha untuk dapat memenuhinya. Parameter standar dan kriteria menjadi masukan penting pada waktu menentukan Definisi Lingkup Proyek.

Ketentuan standar mutu akan besar pengaruhnya terhadap biaya proyek terutama pada waktu desain-engineering, seleksi peralatan, dan material. Oleh karena itu, perlu ada kebijakan mutu (quality policy) dari pihak pimpinan pemilik maupun kontraktor uptuk dipakai sebagai pegangan pelaksanaan.
Output dari perencanaan mutu adalah dokumen yang memuat kebijakan dan prosedur yang menyeluruh tentang masalah QA/QC.

Perencanaan Waktu

Perencanaan waktu atau jadwal proyek meliputi langkah-langkah yang bertujuan agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan sasaran waktu yang ditetapkan. Perencanaan waktu memberikan masukan kepada Perencanaan Sumber Daya agar sumber daya tersebut siap pada waktu diperlukan.

Perencanaan tersebut terdiri dari penentuan definisi komponen kegiatan, urutan pelaksanaan komponen kegiatan, dan perkiraan kurun waktu yang cliperlukan untuk menyelesaikan masingmasing komponen kegiatan. Hasil langkah-langkah tersebut kemudian dianalisis dengan berbagai metode dan teknik untuk menyusun jadwal proyek.


Perencanaan Waktu Operasional proyek

Perencanaan Biaya

Perencanaan (perkiraan) biaya terdiri dari serangkaian langkah untuk memperkirakan besar biaya dari sumber daya yang diperlukan oleh proyek.

Perencanaan Biaya Operasional proyek


Langkah tersebut termasuk mempertimbangkan sebagai alternatif yang mungkin dapat menghasilkan biaya yang paling ekonomis bagi kinerja atau material yang sebanding. Jadi, Perencanaan Biaya baru dapat diselesaikan bila telah tersedia perencanaan keperluan sumber daya.

Faktor risiko besar pengaruhnya terhadap Perencanaan Biaya, yang mengharuskan disediakan sejumlah kontinjensi dan asuransi Biaya perkiraan biaya dikaitkan dengan unsur jadwal pemakaiannya, maka akan tersusun anggaran biaya proyek (time phased budget).

Dengan telah merinci jadwal pemakaian dan jumlah alokasi yang bersangkutan, anggaran biaya ini akan menjadi sarana bagi pengendalian kemajuan atau progres kegiatan proyek.

Perencanaan Budget Operasional proyek

Output dari Perkiraan Biaya Proyek adalah anggaran biaya, yang sesuai dengan tahap keperluan dan waktunya dapat berupa dokumen anggaran biaya proyek (ABP) atau anggaran biaya definitif (ABD).

Perencanaan Sumber Daya

Perencanaan sumber daya proyek dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu perencanaan sumber daya non manusia dan sumber daya manusia (SDM).

Perencanaan sumber daya non manusia.
Perencanaan sumber daya nonmanusia meliputi Pengadaan Material, Peralatan yang akan menjadi bagian permanen proyek serta Peralatan Konstruksi (crane, truck, dan lain-lain) yang diperlukan untuk membangun proyek tetapi tidak menjadi permanen.

Manajemen Peralatan Proyek


Perencanaan sumber daya non manusia secara menyeluruh dapat diartikan sebagai pengkajian dan identifikasi kebutuhan proyek akan sumber daya nonmanusia, serta bagaimana, kapan, berapa banyak, dan dari mana memperolehnya.

Hasil utama perencanaan di atas adalah lembaran yang membuat deskripsi kebijakan, daftar material, dan peralatan utama serta jadwal pengadaannya.

Perencanaan sumber daya manusia.
Adapun perencanaan sumber daya manusia meliputi Rancangan Organisasi, Pengisian Personil untuk Kantor Pusat, Mobilisasi dan Pelatihan Tenaga Kerja untuk lapangan. Perencanaan organisasi terdiri dari penyusunan struktur organisasi, termasuk membuat uraian tugas posisi kunci, tanggung jawab, serta jalur komunikasi dan pelaporan.

Karena proyek umumnya mengikut sertakan organisasi dari luar organisasi pemilik (kontraktor, konsultan, dan lain-lain), penyusunan jalur komunikasi dan pelaporan harus mempertimbangkan hal-hal tersebut. Misalnya, tingkat mana harus melapor kepada siapa.

Perencanaan Operasional Sumber daya manusia


Dalam merencanakan struktur organisasi, berbagai aspek harus dikaji (seperti besar lingkup, lokasi, tingkat kompleksitas kesulitan, dan lainlain) sebelum sampai pada kesimpulan menentukan bentuk struktur (OPM, OPF, atau OPMi) yang dianggap paling sesuai.

Perencanaan pengisian personil (staffing plan) meliputi kegiatan Pengadaan Sumber Daya Manusia sesuai clengan kebutuhan proyek, dalam arti jumlah, kualitas dan jadwalnya.

Perencanaan atau Program Pengelolaan Risiko

Karena proyek selalu menghadapi berbagai risiko yang dapat berdampak besar terhadap pencapaian sasaran, maka pengelola proyek perlu memiliki Perencanaan atau Program Pengelolaan Risiko, terutama dalam/ masalah tanggapan (response) terhadapnya Setelah mengidentifikasi dan mengkuantifikasi jenis, frekuensi dan bobot risiko, langkah berikutnya adalah merencanakan tindakan-tindakan untuk memperkecil dampak negatif, misalnya menyediakan kontinjensi atau menutup asuransi.

Perencanaan tanggapan terhadap risiko memberikan masukan kepada perkiraan biaya dan mungkin juga jadwal. Output program pengelolaan risiko adalah dokumen berupa Project Risk Management Plan.

Perencanaan Kontrak dan Pembelian

Perencanaan kontrak dan pembelian adalah proses Penyusunan Kebijakan Kontrak dan pembelian, kemudian identifikasi, dan pendokumentasian berbagai material, peralatan, dan tenaga kerja keperluan proyek (misalnya, kontraktor) dengan cara kontrak atau pembelian.

Output dari langkah ini adalah dokumen kebijakan perihal kontrak dan pembelian serta daftar material dan peralatan yang akan diadakan.

Perencanaan Komunikasi

Perencanaan komunikasi meliputi penentuan dan pemilihan jenis informasi dan sarana komunikasi yang diperlukan proyek serta kapan dan berapa banyak frekuensinya.

Perencanaan Operasional komunikasi Proyek


Informasi sebagai bagian dari komunikasi dapat berupa lisan (rapat) dan tertulis (laporan). Sarana lain komunikasi adalah Sistem Informasi Manajemen Proyek (SIMP). Sarana ini besar peranannya dalam proses pengendalian kegiatan proyek.
Output Perencanaan Komunikasi adalah dokumen project communication plan yang antara lain memuat keperluan perangkat yang diperlukan seperti SIMP, tata cara komunikasi yang akan digunakan (laporan, rapat) serta frekuensi dan distribusinya.

Perencanaan komunikasi dalam proyek

Overall Project Plan

Overal project plan adalah dokumen yang berisi program dengan unsur-unsur perencanaan yang disebutkan pada butir-butir di atas dalam bentuk terkonsolidasi.

Demikianlah sekilas tentang Teknik Perencanaan Opersional Proyek. Jika anda menyukai Materi ini bisa Ikuti Updetan Materinya melalui Facebook. Materi selanjutnya yaitu Teknik dan Metode Perencanaan Proyek. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita semua.

Jangan Lupa KLIK Like, Share, dan FOLLOW






Baca Selengkapnya ....
Share on :

Perencanaan Strategis dalam Proyek Konstruksi

Posted by taufick max Rabu, 08 Januari 2014 0 komentar

Perencanaan Strategis dalam Proyek Konstruksi

Perencanaan Strategi proyek
Pembahasan Kita sebelumnya yaitu tentang Fungsi dan Tujuan Perencanaan Proyek dimana membahas tentang Apa yang menjadi Tujuan pelaksanaan Proyek, Proses perencanaan yang harus dilakukan, dan berbagai macam pengkajian serta pemilihan alterlatif dalam proyek. Sementara pembahasan kali ini yaitu membahas tentang Perencanaan Strategi dalam  Proyek Konstruksi dimana Terdapat perencanaan dan keputusan yang dapat digolongkan sebagai perencanaan strategis. Di antaranya yang terpenting adalah sebagai berikut :
  • Keputusan go or not to go.
  • Meletakkan batasan atau definisi lingkup proyek.
  • Penentuan alokasi atau pembagian lingkup kerja .
  • Penyusunan strategi penyelenggaraan
  • Filosofi desain.
Dalam melakukan kegiatan di atas, seringkali karena keterbatasan tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan, pemilik meminta bantuan konsultan untuk menyiapkan berbagai paket studi serta melakukan pengkajian dan merumuskan usulan, sedangkan keputusan berada di tangan pemilik. untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu-satu Inti dari Perencanaan Strategis Proyek.

Perencanaan Strategi Proyek

Go or Not to Go

Dalam rangka melihat prospek investasi dengan cara membangun suatu proyek terdapat dua titik penting yaitu pada akhir Studi Kelayakan di tahap konseptual dan pada akhir tahap perencanaan dan pengembangan atau PP /Definisi. Pada titik-titik ini pemilik perusahaan, setelah mempelajari masukan dari staf ahlinya, diharapkan untuk mengambil keputusan strategis, yaitu diteruskan atau tidaknya rencana proyek untuk diimplementasikan.

Keputusan ini sering disebut go or not to go decision. Keterangan lebih jauh telah disajikan dalam Materi Studi Kelayakan Proyek.

Batasan Lingkup Proyek

Dalam proses merumuskan gagasan menjadi proyek dijumpai banyak alternatif perihal berapa besar lingkup proyek (project's scope) dan batasan-batasarmya. Setelah mempertimbangkan biaya, jadwal, mutu serta tujuan perusahaan secara menyeluruh barulah ditentukan lingkup proyek yang definitif.

Alokasi Bagian Lingkup Kerja

Yang dirnaksud dengan alokasi bagian lingkup kerja di sini adalah bagian-bagian lingkup ' kerja proyek yang bisa dikerjakan secara terpisah oleh suatu organisasi atau perusahaan tertentu di luar kontraktor utama.

Pada Proyek Konstruksi yang berukuran besar, misalnya komplek perumahan, pembuatan pelabuhan, dan gedung perkantoran, selalu ada bagian lingkup proyek yang bersifat demikian. Umumnya pemilik menentukan lingkup kerja tersebut· dan menyerahkannya kepada perusahaan dalam negeri atau setempat dalam rangka memberi kesempatan kerja dan usaha.

Strategi Penyelenggaraan

Strategi penyelenggaraan ini menyangkut keputusan yang perlu diambil setelah dikaji pilihan-pilihan yang tersedia berkaitan dengan cara mencapai sasaran proyek, antara lain :
  • Penentuan bobot sasaran pokok.
  • Penggunaan jasa konsultan dan/ a tau kontraktor.
  • Pemilihan macam kontrak.
  • Partisipasi nasional.
Rencana Proyek Konstruksi

Keputusan strategis di atas mempunyai pengaruh besar terhadap cara pengelolaan dan keberhasilan proyek secara keseluruhan

Penentuan Bobot Sasaran Pokok

Sasaran-sasaran pokok proyek adalah lingkup, biaya, jadwal, dan mutu. Keempatnya berkaitan erat dan saling tarik-menarik, dalam arti mengubah dimensi yang satu akan berakibat terhadap yang lain, seperti :
  • Mempertinggi standar mutu akan menaikkan biaya proyek.
  • Mempercepat jadwal penyelesaian pada umumnya akan menaikkan biaya.
  • Mengurangi biaya tanpa mengubah lingkup proyek dapat menurunkan mutu instalasi yang dibangun.
  • Mengubah lingkup proyek akan berpengaruh terhadap biaya, jadwal, dan mungkin juga mutu.

Bobot keempat sasaran tersebut perlu ditentukan secara kuantitas satu dengan yang lain. Unsur mana yang diprioritaskan dan diberi bobot lebih berat relatif terhadap yang lain tergantung pada keputusan pemilik sesuai dengan kepentingan perusahaan. Keputusan itu dapat berupa :
  • Penyelesaian proyek secepatnya agar produk yang dihasilkan dapat memasuki pasar mendahului pesaing.
  • Penentuan mutu peralatan sehingga memenuhi standar industri sejenis.
  • Penghitungan biaya sewajarnya .
  • Lingkup proyek diusahakan tidak mengalami perubahan.

Contoh di atas menggambarkan bahwa Strategi Penyelenggaraan Proyek memberi bobot yang relatif lebih besar kepada jadwal penyelesaian di banding dengan lingkup, biaya maupun mutu.

Penggunaan fasa Kontraktor dan atau Konsultan

Salah satu keputusan penting sebelum mulai melaksanakan kegiatan proyek adalah menentukan siapa yang akan diserahi tanggung jawab menangani penyelenggaraan proyek. Dalam hal ini terbuka pilihan pilihan sebagai berikut:
  • Dikerjakan sendiri oleh pihak pemilik dengan memakai tenaga yang tersedia di perusahaan.
  • Menggunakan jasa konsultan.
  • Menggunakan jasa kontraktor utama.
  • Memanfaatkan kombinasi kemungkinan-kemungkinan di atas.

Penentuan atas pilihan-pilihan tersebut sebagian besar tergantung pada kesiapan Organisasi pemilik untuk melaksanakan penyelenggaraan proyek dipandang dari segi efisiensi dan ekonomi. Dalam hubungan ini perlu pula diingat bahwa acapkali tersedia perusahaan-perusahaan profesional yang menyediakan pelayanan bidang konsultasi dan/ atau konstruksi kepada pemilik sesuai dengan keperluannya. Hal ini perlu dipertimbangkan dengan alasan sebagai berikut :
  • Perusahaan-perusahaan engineering dan konstruksi yang baik (bonafide) mempunyai keahlian, pengalaman, dan spesialisasi dalam bidangnya sehingga dapat diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan secara efisien dan ekonomis.
  • Konsultan yang mempunyai kualifikasi seperti di atas dalam bidangnya dapat membantu pemilik mengerjakan berbagai paket studi serta memberikan dukungan keahlian dalam rangka memonitor dan mengendalikan implementasi fisik. Suatu studi yang dipersiapkan secara profesional akan sangat berguna bagi bahan pengambilan keputusan oleh pemilik.

Pemilihan Jenis Kontrak

Hubungan kerja dan tanggung jawab antara Pemilik dan Kontraktor utama untuk implementasi fisik proyek  diatur dalam kontrak yang disetujui bersama. Dari pembahasan sebelumnya yaitu tentang Jenis Kontrak dan Kemungkinan Penggunaannya. Dari pembahasan tersebut terlihat bahwa pada dasarnya hanya ada dua jenis kontrak, yaitu kontrak harga tetap dan kontrak harga tidak tetap. Keduanya mempunyai berbagai variasi.

Pemilihan jenis kontrak tergantung pada kesiapan pemilik, macam proyek dan kelengkapan lingkup proyek dalam dokumen lelang. Faktor-faktor ini semua akhirnya akan kembali kepada kebijakan pemilik dalam menentukan strategi yang paling baik bagi kepentingan perusahaan.

Perencanaan Kontrak Proyek

Partisipasi Nasional

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan negeri, seringkali pemerintah negara di mana lokasi proyek berada mempunyai kebijaksanaan yang bertujuan untuk memprioritaskan penggunaan tenaga maupun material dari negara tersebut. Implikasi teknisnya adalah bahwa Pemilik proyek dan Kontraktor Utama perlu melakukan hal-hal sebagai berikut :
  • Mengadakan survei di negara tempat lokasi proyek mengenai kualitas dan kuantitas material yang tersedia yang memenuhi persyaratan proyek.
  • Mengadakan evaluasi ulang terhadap kriteria dan spesifikasi desain engineering untuk melihat kemungkinan penggunaan material alternatif.
  • Mengadakan survei tersedianya tenagatenaga bagi proyek dan kemungkinan. mengadakan pelatihan yang diperlukan
Langkah-langkah di atas seringkali cukup besar pengaruhnya terhadap Biaya maupun Jadwal proyek.

Filosofi Desain

Filosofi desain bermaksud merumuskan keterbatasan atau hambatan pada desain engineering setelah pihak pemilik proyek mempertimbangkan aspek ekonomi dan kebijakan yang lain Dalam hal ini, seringkali kontraktor utama memiliki komentar maupun masukan yang perlu dipertimbangkan.

Terdapat hubungan erat antara Biaya proyek dengan Filosofi desain. Pada umumnya, usaha menaikkan faktor-faktor efisiensi, keandalan, reliabilitas dan fleksibilitas operasi, dan pemeliharaan produk atau instalasi akan menaikkan biaya proyek. 

Petunjuk Filosofi desain

Dasar-dasar perhitungan dan kiriteria 

Untuk evaluasi biaya dan ekonomi secara umum seperti tingkat pengembalian, IRR, NPV, dan lain-lain.

Umur instalasi yang diharapkan. 

Umur instalasi atau produk yang diharapkan agar dalam periode tersebut tetap mampu beroperasi normal berpengaruh terhadap pemilihan kualitas material dan peralatan. Semakin tinggi kualitas semakin mahal harganya.

Faktor servis. 

Faktor servis (service factor) adalah angka (%) yang menunjukkan berapa lama waktu operasi dalam satu tahun. Seakin besar faktor servis berarti instalasi dapat beroperasi terus-menerus dengan waktu berhenti minimal. Ini tentu saja menuntut, di samping keandalan peralatan, juga adanya spare yang siap di tempat.

Otomatisasi dan padat karya. 

Di negara-negara dengan jumlah tenaga kerja yang melimpah, pemilik proyek sering dihadapkan pada pemilihan antara padat karya dan otomatisasi yang relatif memerlukan pekerja terbatas. Pemilihan alternatif tersebut sejak awal harus sudah ditentukan karena besar pengaruhnya terhadap berbagai aspek proyek mulai dari proses produksi, pemilihan peralatan sampai fasilitas untuk menampung tenaga kerja.

Derajat kecanggihan teknologi

Teknologi yang canggih umumnya menawarkan efisiensi yang lebih tinggi tetapi juga memerlukan peralatan yang mahal dan operator-operator yang berkualitas. Dengan demikian, keputusan terakhir terletak pada faktor ekonomi.

Fleksibilitas operasi.

Suatu instalasi produksi sering dituntut mampu beroperasi pada keadaan yang · berubah-ubah, baik dalam kuantitas dan kualitas bahan mentah yang diolahnya maupun produk yang akan dihasilkan. Berapa jauh kemampuan ditentukan dalam tahap desain-engineering. Semakin fleksibel makin mahal biayanya.

Penghematan energi. 

Dalam situasi harga energi mahal adalah wajar merancang proses produksi dengan tujuan untuk menekan sedikit mungkin jumlah energi yang terbuang. Misalnya, dipasang waste heat boiler pada cerobong tungku pemanas. Namun demikian, ini memerlukan biaya yang langsung menaikkan anggaran proyek. Usaha-usaha semacam itu seringkali melibatkan jumlah kapital yang cukup besar meskipun dalam jangka panjang menguntungkan.

Keamanan, keselamatan, dan asuransi. 

Faktor keamanan dan keselamatan instalasi sewaktu membangun dan operasi merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi, apalagi hila hal itu dikaitkan dengan premi asuransi. Umurnnya semakin safe suatu instalasi semakin rendah premi asuransi yang harus dibayar.

Dampak lingkungan. 

Faktor dampak lingkungan amat penting artinya untuk menjaga kelestarian lingkungan terutama untuk proyek-proyek industri dalam jangka panjang maupun pendek. Hubungan dengan biaya terletak pada pemilihan process equ ipment dan kemungkinan penambahan peralatan pembersih kontaminan.

Mengingat besarya pengaruh filosofi desain terhadap biaya proyek dan kelangsungan pekerjaan desain-engineering, harus sudah diputuskan altematif mana yang diinginkan oleh pemilik pada awal tahun perencanaan (PP /Definisi).

Hal yang perlu diperhatikan Bagi Kontraktor

Keputusan Ikut atau Tidak Ikut Lelang

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ini dapat bermacam ragam seperti keinginan menjaga relasi dengan pemilik (klien) dalam jangka panjang, kesiapan sumber daya yang tersedia, beban pekerjaan yang masih harus diselesaikan, dan lain-lain.

Proyek Tersebut Dikerjakan Sendiri atau Disubkontrakkan

Kontraktor utama seringkali dihadapkan pada pilihan apakah pekerjaan yang telah dimenangkan akan dikerjakan sendiri atau disubkontrakkan. Baca Kontraktor dan Sub-kontraktor

Membeli atau Meuyewa Peralatan

Kontraktor yang akan menangani pekerjaan dengan biaya dan volume Gam-orang) yang besar serta sifat pekerjaannya menyangkut demikian banyak peralatan konstruksi (construction equipment), seperti crane, dozer, scraper, loader, dump-truck dan lain-lain harus menentukan pengadaan alat-alat tersebut disewa atau dibeli. Bila peralatan tersebut dibeli, harus diperhitungkan keperluan biaya modal yang besar dan kemungkinan mendapatkan proyek-proyek sejenis di masa depan.

Perencanaan Manajemen Proyek


Demikianlah Materi tentang Perencanaan strategis dalam Proyek Konstruksi ini semoga bisa bermanfaat bagi anda. Jika anda sukai Materi ini anda bisa mengikuti Materi berikut melalui Facebook. Pembahasan Materi berikut yaitu mengenai Perencanaan Operasional dalam Proyek.

KLIK FOLLOW




Baca Selengkapnya ....
Share on :

Fungsi dan Tujuan Perencanaan Proyek

Posted by taufick max 0 komentar

Fungsi dan Tujuan Perencanaan Proyek

Strategi Perencanaan Proyek
Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas tentang Sistematika dan Format Study Kelayakan Proyek dan setelah study kelayakan proyek dilakukan maka langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan. untuk itulah saat ini kita akan membahas tentang Fungsi dan Tujuan Perencanaan Proyek.

Fungsi Perencanaan Proyek

Salah satu lingkup perencanaan adalah mengambil keputusan karena hal ini diperlukan dalam proses memilih dan menentukan langkah yang akan datang. Suatu perencanaan yang tepat yang disusun secara sistematis dan memperhatikan faktor objektif akan dapat berfungsi sebagai berikut:
  1. Sarana komunikasi bagi semua pihak penyelenggara proyek.
  2. Dasar pengaturan alokasi sumber daya.
  3. Alat untuk mendorong perencana dan pelaksana melihat ke depan dan menyadari pentingnya unsur waktu.
  4. Pegangan dan tolok ukur fungsi pengendalian. Sebaliknya, suatu perencanaan yang tidak tepat, tidak sistematis dan tidak logis akan segera diikuti oleh adanya himpang tindih dan kebingungan pengimplementasian.
Selain  itu, fungsi pengendalian bermaksud untuk memantau dan mengkaji-bila perlu mengadakan koreksi-agar langkah di atas terbimbing ke arah tujuan yang telah direncanakan. Terlihat di sini adanya hubungan antara fungsi pengendalian dan perencanaan. Lebih-lebih bagi proyek dengan siklus yang relatif pendek dengan jenis dan intensitas kegiatan yang cepat berubah, keterkaitan erat antara dua fungsi tersebut amat diperlukan.

Perencanaan Resiko Proyek


Dari segi penggunaan sumber daya, perencanaan dapat diartikan sebagai pegangan bagi pelaksana mengenai alokasi sumber daya untuk melaksanakan kegiatan, sedangkan pengendalian berarti memantau apakah hasil kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan patokan yang telah digariskan secara efektif dan efisien.

Dengan demikian, perencanaan dan pengendalian berlangsung hampir sepanjang proyek dan merupakan bagian dari siklus perencanaan  pelaksanaan -pengendalian- koreksi.

Proses dan Perencanaan Proyek

Sering dikatakan bahwa proses perencanaan lebih penting daripada perencanaan itu sendiri, karena pada proses perencanaan para pimpinan dan pelaksana "dipaksa" untuk ikut berpikir aktif dan bersuara mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan yang menjadi tanggung jawabnya. Pada saat itu, mereka mulai melihat ke depan untuk mengantisipasi persoalan yang mungkin timbul pada taraf implementasi dan bagaimana mengatasinya.

Penyusunan suatu perencanaan yang lengkap sekurang-kurangnya meliputi :

Penentuan Tujuan

Tujuan ( goal ) organisasi atau perusahaan dapat diartikan sebagai sesuatu yang memberikan arah gerak segala kegiatan yang hendak dilakukan. Misalnya, tujuan perusahaan adalah meningkatkan nilai saham perusahaan di pasaran.

Perencanaan Mutu Proyek


Penentuan Sasaran

Sasaran adalah titik-titik tertentu yang perlu dicapai bila organisasi tersebut ingin memenuhi tujuannya. Dalam konteks di atas, kegiatan proyek dapat digolongkan sebagai kegiatan dengan sasaran yang telah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Misalnya, tujuan perusahaan ialah menaikkan pemasukan neto per tahun. Tujuan tersebut diusahakan dengan membangun fasilitas produksi baru. Agar perusahaan dapat mencapai tujuannya, maka terlebih dahulu dicapai sa·saran proyek yang terdiri dari lingkup, biaya, jadwal dan mutu.

Pengkajian Posisi Awal Terhadap Tujuan

Pengkajian posisi dan situasi awal terhadap tujuan dan sasaran bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan posisi organisasi saat awal terhadap sasaran, misalnya berapa besar sumber daya yang tersedia dalam bentuk dana, peralatan, dan tenaga.

Hanya, setelah mengetahui posisi awal terhadap jarak" sasaran, dapat mulai diidentifikasi hambatan dan kemudahan. Meskipun merupakan hal yang sulit, antisipasi terhadap situasi di masa depan mengenai persoalan, kesempatan maupun peluang merupakan hal-hal yang perlu digali, dikaji dan dipertirnbangkan untuk memperoleh suatu perencanaan yang realistis.

Perencanaan Waktu Proyek, Perencanaan Jadwal, Schedule

Pemilihan Alternatif

Dalam usaha meraih tujuan dan sasaran tersedia berbagai pilihan tindakan atau cara. Umumnya ditempuh pilihan yang menjanjikan cara yang paling efisien dan ekonomis dari segi biaya. Pengkajian dilakukan dengan mencoba menjawab pertanyaan sebagai berikut :
  • Apakah altematif yang dipilih memiliki cukup keluwesan untuk menghadapi perubahan keadaan yang mungkin timbul.
  • Apakah itu merupakan altematif terbaik untuk memenuhi tuntutan proyek akan jadwal, biaya, dan mutu.
  • Apakah altematif yang dipilih telah mempertimbangkan tersedianya sumber daya pada saat diperlukan.
  • Apakah telah dipikirkan penggunaan teknologi baru. Bila jawaban pertanyaan di atas memuaskan, maka dilanjutkan langkah berikutnya.
  • Penyusunan Rangkaian Langkah untuk Mencapai Tujuan Proses ini terdiri dari menetapkan langkah yang terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan setelah memperhatikan berbagai batasan. Kemudian menyusunnya menjadi urutan dan rangkaian menuju suatu sasaran. Sistematika proses perencanaan terlihat pada Gambar dibawah ini.
Manajemen Perencanaan Proyek Konstruksi
Proses Perencanaan

Hierarki Perencanaan

Di samping segi proses dan sistematika, suatu perencanaan dapat ditinjau dari hierarki yang menerangkan urutan jenjang dan kegunaannya. Hierarki perencanaan proyek yang terkait dengan perencanaan perusahaan terlihat pada Gambar dibawah dengan keterangan sebagai berikut :

Hierarki Perencanaan Proyek

Misi Perusahaan

Suatu perencanaan diawali dengan adanya "visi" perusahaan yang jelas. Visi tersebut sekurang-kurangnya harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti apa jenis dan ke mana arah usaha (business) yang akan dimasuki oleh organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Tujuan dan Sasaran Perusahaan

Tujuan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil penting yang harus dicapai oleh perusahaan dalam rangka memenuhi misi di atas, misalnya membuat proyek untuk menambah pendapatan dan menaikkan nilai (saham) perusahaan. Sedangkan sasaran adalah "target spesifik" untuk mendukung tujuan di atas. Misalnya, agar berhasil dengan baik, proyek harus mernenuhi sasaran lingkup, biaya, jadwal, dan mutu

Perencanaan Biaya proyek

Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis adalah perencanaan yang meliputi pengambilan keputusan tentng kebijaksanaan (policy) untuk mencapai sasaran dalam usaha memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan macam ini berurusan dengan masalah-masalah kegiatan organisasi yang bersifat mendasar, berdampak jauh, dan mernberikan kerangka bagi perencanaan operasi pelaksanaan.

Perencanaan strategis disusun setelah mengadakan evaluasi menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan perusahaan serta risiko kegiatan yang bersangkutan.

Manajemen Perencanaan Waktu Proyek

Perencanaan Operasional

Perencanaan operasional proyek adalah perencanaan terinci yang dimaksud untuk menjabarkan segala sesuatu yang telah digariskan dalam perencanaan strategis menjadi suatu action plan dan performance measurement baseline kegiatan pengendalian


Demikianlah sekilas Materi tentang Fungsi dan Tujuan Perencanaan Proyek. Anda bisa Ikuti Updetan Materi berikut melalui Facebook yang akan dibahas tentang Kelanjutan dari Materi ini yakni Perencanaan Strategi Proyek.

KLIK FOLLOW




Baca Selengkapnya ....
Share on :

Sistematika dan Format Study Kelayakan Proyek

Posted by taufick max Sabtu, 04 Januari 2014 0 komentar

Sistematika dan Format Study Kelayakan Proyek

Studi Kelayakan Proyek

 

Pembahasan materi ini tidak terlepas dari Materi sebelumnya yatu tentang Study Kelayakan Investasi proyek.  sementara yang kita bahas saat ini menyangkut dengan Sistematika Study kelayakan yang akan kita lakukan sebelum membuat Proyek.

Pengkajian dan pengembangan dilakukan selangkah demi selangkah: pertama dianalisis manfaat yang akan diperoleh dan dibandingkan dengan biaya serta beban ataupun dampak yang ditimbulkan; selanjutnya disoroti segi-segi positifnya dan diisolasi kendala maupun keterbatasannya, meliputi aspek-aspek yang makin banyak, luas dan mendalam.



Pada akhir dari setiap langkah dibuat kesimpulan mengenai perlu tidaknya meningkat ke langkah berikutnya. Jika kesimpulan menunjukkan bahwa gagasan masih memerlukan evaluasi lebih lanjut, maka dikeluarkan dana yang terbatas hanya untuk maksud tersebut. Bila hal sebaliknya yang terjadi maka gagasan dihentikan sarnpai di situ saja.

Dengan cara pendekatan ini diharapkan dicapai hal-hal sebagai berikut :
  1. Investasi yang akan datang atau proyek yang hendak dibangun mempunyai masa depan yang cerah karena telah lulus dari seleksi yang seksama.
  2. Dengan dilakukan pengembangan, pengkajian, dan seleksi yang bertingkat-tingkat, selangkah-demi selangkah akan dihindari pengeluaran dana yang sekaligus besar jumlahnya.
  3. Pendekatan seperti ini rnernerlukan waktu relatif lama. Meskipun dernikian, hal ini tidak mengurangi perlunya tindakan tersebut dilakukan mengingat proyek besar melibatkan penggunaan dana investasi yang besar. Pada sisi lain diharapkan bahwa proyek tersebut dapat mendatangkan manfaat atau keuntungan masa depan yang cukup lama.
Analisis Kelayakan Proyek

Pengkajian Pendahuluan

Bertitik tolak dari penahapan oleh PMI maka langkah pertama yang dikerjakan dalam rangka mengembangkan, menyaring dan mengkaji gagasan pada tahap konseptual adalah identifikasi pendahuluan, menyusun kerangka acuan, dan studi kelayakan. 

Dalam identifikasi atau pengkajian pendahuluan dilakukan :
  • Penjabaran garis besar gagasan.
  • Identifikasi manfaat dan biaya.
  • ldentifikasi lingkup kerja
  • Peninjauan terhadap permasalahan dan hambatan

Pengkajian pendahuluan biasanya dikerjakan oleh tenaga ahli dari dalam perusahaan yang bersangkutan. Pada tahap ini juga dievaluasi kemampuan organisasi untuk melaksanakan kegiatan berikutnya, yang kemudian disimpulkan perlu tidaknya mengambil bantuan dari luar seperti konsultan.

Kerangka Acuan

Kerangka acuan (term of reference - TOR) merupakan rumusan pokok tujuan dan lingkup gagasan, hasil dari pengkajian pendahuluan yang dituangkan dalam dokumen. Bila tenaga untuk mengerjakan studi kelayakan di dalam organisasi pemilik tidak cukup, maka dokumen ini diserahkan kepada pihak lain (konsultan) sebagai pegangan pokok. Meskipun bersifat garis besar, tetapi TOR diusahakan mencakup inti masalah gagasan, sehingga konsultan yang diserahi tugas mengerti apa yang diingini oleh pemilik.

Analisis Apraisal kelayakan proyek

Format Study Kelayakan

Karena beranekaragarnnya proyek maka sulit menentukan suatu kerangka umum yang memuat sistematika dan ketentuan aspek-aspek apa yang harus mendapat sorotan dalam suatu studi kelayakan.

Oleh karena itu, pengkajian hendaknya disesuaikan dengan jenis proyek serta tujuannya yang spesifik. Meskipun demikian, pada umumnya studi kelayakan mempunyai pola tertentu bagi bidang tertentu. Misalnya, untuk investasi baru dalam bidang usaha dan industri yang nantinya akan direalisir dengan membangun proyek, serta kelangsungan unit usaha yang dihasilkan, lingkup studi minimal akan meliputi aspek-aspek analisis pasar, teknis, finansial, ekonomi, sosial-politik.

Sedangkan untuk pengembangan sistem atau fasilitas yang telah ada, peninjauan akan dipusatkan pada keadaan sistem atau fasilitas semula seperti keterangan ten tang permasalahan yang dihadapi, pendekatan yang diperlukan dalam usaha memecahkan permasalahan, kemudian diakhiri dengan mengemukakan alternatif dan alasan usulan yang diajukan. 

Sebagai contoh berikut adalah kerangka format studi kelayakan proyek membangun instalasi untuk menghasilkan produk.
  1. Merumuskan gagasan yang timbul menjadi proyek dengan definisi lingkup kerja (scope of'work) yang cukup jelas, termasuk kriteria dan spesifikasi produk yang akan dihasilkan.
  2. Mengadakan pengkajian aspek pasar, untuk memperkirakan penawaran dan permintaan tingkat harga, persaingan, strategi pemasaran, dan lain-lain.
  3. Menentukan berapa lama umur unit usaha hasil proyek. Keterangan dari butir 2 dan 3 diperlukan untuk memperkirakan jumlah revenue.
  4. Menentukan mang lingkup proyek, seperti kapasitas instalasi pemilihan teknologi produksi, peralatan, material, fasilitas pendukung (perumahan pegawai, pelabuhan, dan lain-lain).
  5. Membuat perkiraan kurun waktu serta jadwal pelaksanaan proyek.
  6. Membuat perkiraan biaya pertama dan ongkos produksi.
  7. Analisis finansial dan ekonomi terhadap rencana proyek di atas. Misalnya, dengan NPV, IRR, profitabilitas atau rasio benefit terhadap cost.
  8. Indikasi macam dan sumber dana.
  9. Menyiapkan AMDAL bilamana ada tandatanda proyek berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan hidup.
  10. Membuat kesimpulan menarik tidaknya proyek tersebut untuk direalisasikan

Format tersebut telah mencakup aspek-aspek yang disebutkan terdahulu yaitu aspek pasar pada butir 2, aspek teknis pada butir 3, 4 dan 5, aspek ekonomi dan finansial pada butir 6,7, 8 sedangkan AMDAL pada butir 9. Pola studi kelayakan umumnya mengikuti umtan langkah di atas.

Pengalaman menunjukkan bahwa karena banyaknya variabel dan asumsi yang harus dipertimbangkan, maka perlu adanya langkah-langkah ulang sebelum mencapai suatu kesimpulan, agar diperoleh hasil-hasil yang lebih realistis seperti terlihat pada Gambar dibawah ini

Proses Study kelayakan proyek
Proses Study Kelayakan

Suatu studi seperti studi kelayakan yang memiliki aspek dan lingkup yang demikian luas tentu akan melibatkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu dan masukan data serta informasi yang seringkali harus digali dan disurvei di lapangan.

Kelayakan dan Tahap Persiapan Proyek

Mengkaji kelayakan proyek merupakan kegiatan utama yang mendominasi tahap persiapan proyek. Pada tahap konseptual, konsentrasi ditujukan untuk memformulasikan gagasan menjadi bentuk yang memiliki kriteria serta batasan lebih jelas yang kemudian disoroti dari segala aspek.

Sedangkan pada tahap berikutnya, hasil kajian tersebut dianalisis  ( Appraisal ) lebih mendalam sambil menyiapkan perangkat (dokumen lelang dan kontrak). Untuk memberikan gambaran yang menyelumh mengenai studi kelayakan serta kegiatan-kegiatan lain yang terkait dalam rangka persiapan implementasi fisik proyek, pada Gambar dibawah ini disajikan jaringan kerja yang menjelaskan macam dan urutan kegiatan yang bersangkutan




Pada tahap persiapan proyek yang terdiri dari tahap konseptual dan PP /Definisi terdapat titik-titik penentuan diteruskan atau diberhentikannya rencana investasi tergantung dari hasil kajian bermacam aspek yang terkait dengan rencana proyek/investasi tersebut.

Adapun titik-titik tersebut adalah akhir tahap konseptual dan akhir tahap PP /Definisi. Di sini pihak pemilik harus berpikir mendalam mengenai keputusan yang akan diambil, terutama sebelum mengambil keputusan go a head ke taraf implementasi.

Bila implementasi fisik telah berjalan, kontraktor mulai bekerja, telah diadakan ikatan pembelian material dan peralatan, rnaka akan besar kerugian bagi permlik jika sampai menghentikan atau membatalkan proyek.

Garnbar diatas menunjukkan pula garis besar hubungan aspek yang dikaji, yang satu mernpengaruhi dan memberikan masukan aspek yang lain, sampai mendapatkan suatu kesimpulan dilanjutkan atau tidaknya proyek atau investasi yang bersangkutan. Tahap ini diakhiri dengan proses pemilihan kontraktor untuk melaksanakan Implementasi fisik.

Demikianlan Sistematika Study kelayakan yang harus dilakukan, Semoga Bermanfaat. Anda Bisa mengikuti Materi Berikutnya Melalui Facebook. Jangan Lupa klik FOLLOW. Materi selanjutnya berhubungan Fungsi dan Sistematika Perencanaan Proyek.

Klik FOLLOW





Baca Selengkapnya ....
Share on :

Buat Perusahan Kontraktor atau Konsultan ?

Posted by taufick max 5 komentar

Membuat Perusahan Kontraktor atau Konsultan ?

Manajemen Perusahan kontraktor, manajemen Perusahan Konsultan

Buat Perusahan Kontraktor atau Konsultan ?- Pada saat kita mau membuat suatu Perusahan maka Bidang pekerjaannya harus spesifik. Karena spesifikasi yang berbeda tersebutlah maka terkadang kita bingung dalam memilih Jenis Perusahan yang mana yang akan kita buat. Misalnya saja Perusahan yang bergerak dibidang Jasa Kontruksi, kita harus memilih diantara dua Pilihan, Mau membuat Perusahan yang bergerak di Jasa Kontraktor ataukah Bidang Jasa Konsultan ?  inilah yang akan kita bahas pada kesempatan ini.

Pengertian Kontraktor dan Konsultan

Sebelum kita membahas lebih jauh maka sebaiknya kita definisikan dulu apa yang di maksud dengan Kontraktor dan apa itu Konsultan ?
Kontraktor yaitu Seseorang atau sekelompok Orang yang melakukan kerja sama yang diikat dalam sebuah kontrak atau kesepakatan dengan orang lain yang atau pemilik proyek/ Owner untuk pekerjaan tertentu. Misalnya untuk pekerjaan Jalan, Jembatan, Bangunan Gedung, dan lain sebagainya.

Selain itu ada juga yang disebut sebagai SUB-KONTRAKTOR yaitu Seseorang atau sekolompok orang yang bekerja sama dengan Kontraktor Utama untuk Pekerjaan tertentu yang dikerjakan oleh Kontraktor utama. Misalnya Untuk Pengadaan Material, Pemasangan Sanitasi, Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal. dan sebagainya.

Agar Kontraktor-kontraktor ini bisa dipercaya dalam mengerjakan sebuah Proyek maka Perlu adanya Legitimasi tentang keberadaan mereka. Olehnya itu dibuatkanlah sebuah Perusahan baik yang berbentuk CV ataupun PT.

Biasanya juga Untuk Pekerjaan-pekerjaan yang Pemiliknya adalah Pemerintah maka Persyaratan untuk bisa mengikuti Tender Proyek tersebut yaitu orang-orang yang memiliki Sebuah Perusahan Kontraktor ini. dengan demikian Membuat Perusahan Kontraktor adalah hal yang sangat penting.

Sementara yang dimaksud dengan Konsultan yaitu  Seseorang atau sekolompok Orang yang Ahli dibidang tertentu atau Tenaga Profesional yang menyediakan Jasa Konsultasi.

Konsultan yang bergerak dibidang Jasa Konstruksi biasanya berfungsi untuk membantu pekerjaan Owner atau Kontraktor.

Seperti Kontraktor agar Pekerjaannya lebih kelihatan Profesional dan memiliki Legalitas maka perlu dibuatkan Perusahan Jasa Konsultan.

jenis jenis kontraktor, jenis-jenis konsultan

Jenis - jenis Kontraktor

Berbicara tentang Jenis-jenis Kontraktor secara Jelasnya anda bisa baca di artikel Khusus Membahas tentang Jenis-jenis Kontraktor. cuma disini ditambahkan bahwa Jenis-jenis Kontraktor bisa saja diartikan sebagai Jenis Pekerjaan yang dilakukan Oleh Kontraktor tersebut. diantaranya :

Kontraktor Rumah

Dimana Pekerjaan yang dilakukan oleh  Kontraktor ini yaitu hanya menerima Pekerjaan yang berhubungan dengan Rumah, Misalnya Pekerjaan Bangun Rumah, Pekerjaan Renovasi Rumah, Pekerjaan Interior Rumah. dan sebagainya.

Kontraktor Kolam Renang

Pekerjaan yang dilakukan hanya spesifik pada Pekerjaan Pembuatan Kolam renang, jadi mereka hanya akan bekerja sama dengan orang-orang yang mau membuat Kolam renang, entah itu berada dirumah, Villa, Taman rekreasi, Hotel, dan lainnya.

Kontraktor Jalan dan Jembatan

Jenis Kontraktor ini yaitu mereka Membuat Perusahan Kontraktor yang hanya menerima Pekerjaan Pembuatan jalan atau Jembatan, biasanya Proyek-proyek yang dikerjakan adalah Proyek milik Pemerintah.

Anda bisa Membaca Hubungan Kontraktor dengan Owner  dan masih banyak lagi Jenis-jenis Kontraktor berdasarkan Pekerjaannya.

Pemimpin Perusahan Konsultan, Pemimpin Perusahan Kontraktor

Jenis - Jenis Konsultan

Dalam dunia Jasa Konstruksi Jenis Konsultan dibagi menjadi Dua yaitu Konsultan Perencanaan dan Konsultan Pengawasan.

DImana Fungsi dari Konsultan Perencanaan yaitu Merencanakan atau Mendesai segala sesuatu yang berhubungan dengan Proyek yang mau dibuatkan. Mulai dari kegiatan Pra- Kontruski, Pelaksanaan Konstruksi, samai Pasca Konstruksi. tergantung kerja sama.

Sementara Konsultan Pengawasan yaitu Berfungsi untuk Mengawasi Pekerjaan yang dilakukan oleh Kontraktor

Untuk Konsultan Perencanaan Kerjasama bisa dilakukan dengan Owner atau Pemiliki Proyek dan bisa juga dengan Kontraktor langsung.

Sementara Konsultan Pengawasan kebanyakan Kerja samanya dilakukan dengan Pemiliki Proyek atau Owner untuk mengawasi kerja-kerja Kontraktor agar sesuai dengan Spesifikasi yang sudah disepakati dalam Kontrak.

cara membuat perusahan kontraktor, buat perusahan konsultan


Cara Membuat Perusahan Kontraktor dan Konsultan

Untuk Membuat Perusahan Konsultan dan Kontraktor bisa dalam Bentuk CV ataupun PT pembuatan kedua jenis perusahan tersebut tidak beda jauh dan agak sedikit banyak persyaratannya yaitu Pembuatan PT ( Perseroaan Terbatas ).

Berikut Persyaratan Pembuatan PT

  • Copy KTP minimal 2 orang Pemilik Perusahan
  • Copy Kartu Keluarga Direktur Perusahan
  • Memiliki NPWP Direktur
  • Melengkapi 2 lembar Pas photo Direktur Ukuran 3 X 4  
  • Copy PBB tahun terakhir Domisili Perusahan
  • Copy Surat Kontrak/Sewa Kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha
  • Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung jika berdomisili di Gedung Perkantoran
  • Surat Keterangan dari RT/ Kepala Desa ( Jika Dibutuhkan )

Sementara Syarat pendirian PT Sesuai UU No. 40/2007  yaitu :

  • Pendiri Perusahan minimal 2 orang  (pasal. 7 ayat 1)
  • Akta Notaris yang berbahasa Indonesia
  • Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham, kecuali dalam rangka peleburan (ps. 7 ayat 2 & ayat 3)
  • Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan diumumkan dalam BNRI (ps. 7 ayat 4)
  • Modal dasar minimal Rp. 50jt dan modal disetor minimal 25% dari modal dasar (ps. 32, ps 33)
  • Minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris (ps. 92 ayat 3 & ps. 108 ayat 3)
  • Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia, kecuali PT. PMA

Perbedaan Kontraktor dan Konsultan

Berdasarkan Informasi diatas maka kita sudah bisa mengetahui apa sih perbedaan antara Kotraktor dan Konsultan ? Dalam Pekerjaan Jasa Konstruksi, Konsultan lebih berperan pada perencanaan dan pengawasan Kerja dari Kontraktor. sementara Kontraktor bertugas menerima pekerjaan dari Pemilik Proyek dan mengerjakan sampai selesai sesuai dengan waktu dan spesifikasi yang telah disepakati dalam kontrak.  Tentu keduanya Memiliki Tugas dan Kewajiban yang sama Baca Kewajiban Kontraktor dan Konsultan 

Dari penjelasan diatas tentu anda memiliki Gambaran, Jika anda disuruh memilih antara Membuat Perusahan Kontraktor atau Konsultan, yang manakah yang anda Pilih ?

Mohon Berikan Komentar anda.

Baca Selengkapnya ....
Share on :

Tips Memilih Kontraktor Interior Rumah

Posted by taufick max Jumat, 03 Januari 2014 0 komentar

Tips Memilih Kontraktor Interior Rumah

Kontraktor Desain Interior
Tips Cara Memilih Kontraktor Interior- Bagi anda yang sudah membangun Rumah Idaman anda, tentu menginginkan setiap ruangan yang ada didalamnya terlihat indah dan nyaman ketika berada didalamnya. untuk itu butuh orang yang ahli atau tahu mendesain Interior ruangan dalam rumah sehingga sesuai dengan keinginan, karakter, serta kebutuhan anda terhadap ruangan.

Maka dari itu sebaiknya dalam hal Desain Interior Ruangan rumah sebaiknya memilih Kontraktor khusus desain Interior karena pastinya mereka lebih ahli dalam membuatnya. Sebelum memilih Kontraktor Interior Rumah anda, maka anda harus merincikan terlebih dahulu ruangan apa yang mau anda ubah. Apakah semua ruangan yang ada dalam rumah atau beberapa Ruangan saja, Misalnya Kamar Tidur Utama, Kamar Tidur Anak, Ruang Keluarga, Ruang Tamu atau yang lainnya.

Kontraktor Desain Interior Murah


Jika semua Hal tersebut anda sudah tentukan selanjutnya ada beberapa Tips atau cara yang perlu anda perhatikan sebelum Memilih Kontraktor Interior Rumah. Diantaranya adalah :

Pengalaman Kontraktor Interior

Pengalaman dari Kontraktor Interior merupakan hal yang utama agar menjamin kualitas dari pekerjaannya, Biasanya Kontraktor yang memiliki Jam kerja yang sudah lama sudah ahli dan hafal betul apa yang mesti dilakukan dan pemilihan material apa yan cocok sesuai jenis rumah, serta pengaturan warna ruangan yang elegant. olehnya itu sebelum memilih Kontraktor Interior Rumah harap perhatikan Pengalaman Kerjanya yang dibuktikan dengan dokumentasi semaca foto-foto hasil pekerjaan sebelumnya.

Kantornya berdekatan dengan Rumah anda

Jika ada Kontraktor Interior yang lebih dekat dengan rumah anda maka sebaiknya perlu dipertimbangkan, sehingga anda bisa dengan mudah memantau mereka atau setidaknya anda sudah mengenal siapa-siapa yang biasa menjadi pekerjanya.

Selain itu manfaat dari Kantor Kontraktor yang berdekatan dengan rumah anda yaitu mengurangi Biaya Operasional Kontraktor sehingga Potensi harganya lebih murah juga besar.

Sesuaikan dengan Biaya yang anda Miliki

Tentu Biaya dalam Desain Interior bisa saja berbeda-beda tergantung dari material apa yang anda gunakan, semakin bagus kualitas material serta furnitur yang digunakan maka biayanya akan semakin mahal. Olehnya itu anda harus menyesuaikan dengan Biaya yang anda miliki atau langusung menentukan berapa biaya yang anda inginkan dalam Desain Interior Rumah anda.

Jadi setelah anda tentukan Besarnya biaya Interior rumah anda, misalnya untuk Kitchen/ Dapur anda patok dengan biaya 15 Juta, maka langkah selanjutnya adalah bernegosiasi dengan Kontraktor Interior agar bisa memprediksi material-material dan furnitur apa saja yang akan dipakai dengan Budget 15 Juta itu, tentu faktor luasan ruangan sangat berpengaruh.

Negosiasi Harga dengan Kontraktor Interior

Setelah menentukan Budget yang anda inginkan maka langkah selanjutnya anda melakukan tawar menawar dengan Kontraktor,  tentu dengan maksud agar material dan furnitur yang digunakan tidak murahan alias berkualitas dan tahan lama. karena Jenis material berpengaruh pada biaya maka butuh kesepaktan agar sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Selain masalah harga dam material yang dibicarakan, maka lama pengerjaan oleh Konraktor Interior juga perlu diperhatikan untuk disepakati, sehingga penyelesaiannya tepat sesuai yang anda mau.

Desain Interior Kontraktor

Kontraktor Interior




Kemudian metode atau cara pembayaran Jasa Kontraktor Interior juga jangan lupa untuk dibicarakan. apakah pembayarannya sesuai dengan progress pekerjaan, setelah pekerjaan selesai baru di bayar atau mekanisme apa yang digunakan, itu perlu dibicarakan dengan baik.


Mungkin itu saja beberapa Tips Memilih Kontraktor Interior Rumah anda. Semoga bermanfaat bagi anda yang mau Mendekorasi atau renovasi Interior rumah anda.

Anda bisa Ikuti Artikel selanjutnya melalui Facebook. Silahkan Klik Follow dibawah ini.



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Studi Kelayakan Investasi Proyek

Posted by taufick max 0 komentar

Studi Kelayakan Investasi proyek

Study Kelayakan proyek Konstruksi
Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas tentang Integrasi Proyek dan Siklus Proyek secara mendetail. Mulai dari Sistem Manajemen Integrasi Proyek, Perilaku dan Dinamika Proyek Konstruksi   Kompleksitas dan Macam-macam Proyek   Dinamika dalam Siklus Proyek   dan Tahapan Siklus Proyek Menurut PMI

Sementara pada  kesempatan ini kita akan masuk pada tahapan selanjutnya  yaitu mengenai Studi Kelayakan dalam Investasi Proyek. Studi  kelayakan Proyek merupakan Bagian dari tahapan proyek yang  perlu untuk dilakukan, agar setiap perencanaan yang di  desain tepat sasaran dan sesuai dengan yang diinginkan.

Arti kelayakan pada kegiatan mengkaji kelayakan suatu gagasan dikaitkan dengan kemungkinan tingkat keberhasilan tujuan yang hendak diraih. Bila gagasan tersebut adalah investasi membangun proyek berupa fasilitas unit produksi baru maka untuk menilai kelayakannya perlu dilakukan serangkaian kegiatan mulai dari mengembangkan, menganalisis dan menyaring prakarsa atau gagasan yang timbul sampai kepada menelusuri berbagai aspek proyek serta unit usaha hasil proyek.

Gagasan di atas dapat pula berupa tanggapan atas situasi yang disebabkan oleh desakan untuk meningkatkan fasilitas yang tersedia, misalnya perb aikan atau penggantian peralatan yang sudah tua yang menyebabkan efisiensi dan faktor servisnya rendah. Dengan demikian, ongkos produksi dapat dikurangi, sehingga menaikkan daya saing.

Pengkajian yang bersifat menyeluruh dan mencoba menyoroti segala aspek kelayakan proyek atau investasi dikenal sebagai studi kelayakan. Di samping sifatnya yang menyeluruh, studi kelayakan harus dapat menyuguhkan hasil analisis secara kuantitatif tentang manfaat yang akan diperoleh dibandingkan dengan sumber daya yang diperlukan.

cara membuat Study kelayakan Proyek


Gambar dibawah ini merupakan tabulasi lingkup dan aspek-aspek penting yang dikaji dalam kegiatan studi kelayakan. dimana terlihat pada gambar bahwa AMDAL dimasukkan sebagai komponen studi kelayakan.

Hal ini sesuai dengan PP No. 51 Tahun 1993 bagi kegiatan kegiatan yang dianggap mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. Karena lingkupnya yang berbeda, sering sekali dokumen AMDAL dipersiapkan terpisah dari dokumen studi kelayakan meskipun AMDAL memberikan masukan penting kepada studi kelayakan, terutama mengenai aspek teknis dan biaya.

study kelayakan proyek konstruksi



Tujuan, Kriteria, dan Aspek Pengkajian

Pengkajian kelayakan suatu usulan proyek bertujuan mempelajari usulan tersebut dari segala segi secara profesional agar setelah diterima dan dilaksanakan betul-betul dapat mencapai hasil sesuai dengan yang direncanakan; jangan sampai terjadi setelah proyek selesai dibangun dan dioperasikan teryata hasilnya jauh dari harapan.

Pembangunan proyek E-MK, apalagi yang berskala besar, memerlukan dana dan upaya lain yang besar pula, sehingga cukup berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu, perlu penelitian dan pengkajian yang seksama dan sistematis sebelum terlanjur menanam modal untuk implementasi.

Tujuan Membuat Study Kelayakan Proyek Konstruksi

Kriteria Kelayakan Proyek

Seperti disebutkan di atas, kriteria kelayakan erat terkait dengan keberhasilan, dan hal ini akan berbeda dari satu dan lain sudut pandang serta kepentingan. Misalnya, masyarakat akan memandang keberhasilan proyek pembangunan pabrik dari sudut seberapa jauh mereka dapat berpartisipasi mengisi lapangan kerja dan kegiatan usaha.

Bagi pemilik proyek swasta, titik berat keberhasilan diletakkan pada aspek finansial dan ekonomi. Sedangkan pemerintah mempunyai kriteria yang lebih luas lagi, seperti pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan juga mendorong prakarsa swasta.

Kecuali yang telah diutarakan di atas, kriteria kelayakan juga tergantung kepada macam proyek. Semakin besar proyek, semakin besar dana yang akan ditanam, sehingga akan semakin luas jangkauan dan semakin dalam sifat pengkajiannya.

Demikian pula kriteria kelayakan. Kriteria keberhasilan yang akan dibahas dalam buku ini dititikberatkan kepada keberhasilan proyek itu sendiri dilihat dari aspek finansial dan ekonomi.

Jadi, di sini dikaji apakah proyek tersebut cukup menguntungkan dibanding dengan dana dan usaha yang akan dikeluarkan. Hal ini bukan berarti mengabaikan pengkajian aspek lain seperti pemasaran, teknik dan engineering, dampak lingkungan, dan lain-lain. Aspekaspek tersebut perlu dilihat karena memberi masukan penting kepada masalah finansial dan ekonomi proyek-investasi.

Kriteria Study kelayakan Proyek Konstruksi

ldentifikasi dan Formulasi gagasan

Suatu gagasan muncul bilamana pemilik atau penanggung jawab suatu bidang usaha, dari hasil pengamatan, melihat adanya keperluan atau kesempatan. Sesungguhnya gagasan dapat datang dari mana saja dan dari lingkungan apa saja.

Langkah berikutnya adalah mengkaji dan menganalisis kemungkinan manfaat yang bisa diraih dibanding dengan biaya yang diperlukan. Keadaan yang sering terjadi adalah mudah untuk menemukan suatu gagasan, tetapi setelah diidentifikasi dan dirumuskan secara sistematis dan dikaji secara analitis hanya sedikit yang lulus untuk dipertimbangkan lebih jauh.

Hal ini dapat dimengerti karena meskipun gagasan-gagasan tersebut potensial mendatangkan manfaat, tetapi pada umumnya perusahaan hanya mau membiayai investasi yang dianggap paling besar kemungkinannya menghasilkan keuntungan. Gagasan yang lulus umumnya telah memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Sejalan dengan garis besar tujuan perusahaan
  • Merupakan keperluan yang sudah mendesak.
  • Memiliki arti yang khusus , misalnya bertujuan untuk menguasai atau menerapkan teknologi baru.
  • Sumber daya perusahaan mampu mendukungnya.
  • Perkiraan potensi keberhasilan cukup besar.
Study kelayakan Mutu Proyek Konstruksi

Di samping faktor-faktor di atas, suatu gagasan berpotensi untuk dikembangkan bilamana telah didasari oleh suatu wawasan perkembangan dunia usaha dan industri di sekelilingnya.

Aspek, Mutu, dan jangkauan

Melihat kegunaannya yang sangat pentingyaitu sebagai bahan masukan kepada pimpinan perusahaan atau organisasi untuk pengambilan keputusan perihal kelangsungan proyek atau investasi, maka suatu pengkajian kelayakan harus memperhatikan hal-hal berikut.
  • Aspek yang dikaji .
  • Mutu hasil pengkajian .
  • Jangkauan pengkajian.

Aspek yang Di kaji

Aspek yang dikaji tergantung dari tujuan pengkajian yang diinginkan, misalnya studi kelayakan investasi dari perusahaan swasta akan menekankan pada aspek finansial, sedangkan proyek perbaikan perkampungan oleh pemerintah akan melihat efektivitas biaya (cost effectiveness) dari altematif pendekatan yang digunakan.

Pada proyek E-MK, lebihlebih yang berhubungan dengan pembangunan fasilitas industri atau yang bertujuan menghasilkan produk baru, aspek yang dikaji cukup luas meliputi pemasaran, teknis, ekonomi, finansial, dampak lingkungan, sosial, politik, dan lain-lain.

Mutu Pengkajian

Mutu hasil pengkajian akan tergantung pada mereka yang mengerjakannya serta tersedianya data dan informasi. Di samping itu, diperlukan kemampuan untuk melakukan prakiraan akan kondisi dan situasi masa depan yang berkaitan dengan investasi yang dikaji.

Dengan demikian, pemilihan siapa/ organisasi mana yang akan diserahi untuk melakukan pengkaj ian merup akan hal yang kritis hubungannya dengan mutu hasil yang akan diperoleh.

Jangkauan Pengkajian

Jangkauan pengkajian kelayakan proyek atau investasi untuk membangun fasilitas atau produk baru tidaklah terbatas pada periode siklus proyek melainkan menjangkau siklus sistem atau produk.

Investasi demikian sering pula disebut sebagai investasi kapital atau capital investment. Pengkajian kelayakan proyek atau investasi tersebut mempunyai wawasan mulai dari identifikasi dan formulasi gagasan, studi kelayakan, implementasi fisik membangun proyek, operasi fasilitas hasil proyek sampai fasilitas tersebut berhenti bekerja. Garis besarnya terlihat pada Gambar diatas.

Untuk menyingkat penulisan maka dalam pembahasan kelayakan proyek dan keputusan investasi, kata-kata proyek dan investasi dianggap mempunyai makna yang identik dan akan dipakai pada kalimat yang sesuai.


Demikianlah Materi tentang Study kelayakan dan Investasi proyek ini, anda bisa mengikuti Updetan Materi berikut tentang Sistematika dan Format Study kelayakan proyek dan Macam-macam Kontrak Proyek Konstruksi melalui facebook.

Silahkan Klik Follow



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Manfaat Konsep Sistem Manajemen Proyek

Posted by taufick max 0 komentar

Manfaat Konsep Sistem dalam Manajemen Proyek

Manfaat Manajemen Proyek Konstruksi, Fungsi Manajemen proyek Konstruksi

 

Berjumpa lagi Teman-teman Sipil Engineers semuanya dalam Kampus-Sipil.Com ini, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Manfaat Konsep Sistem Manajemen Proyek. Materi ini memiliki Hubungan dengan Materi yang Telah dibahas sebelumnya tentang Siklus Sistem Proses Engineering Proyek

Pokok-pokok metodologi sistem-seperti pemakaian analisis sistem sebagai pola pengambilan keputusan, engineering sistem untuk proses mewujudkan gagasan menjadi sistem secara fisik, dan manajemen sistem sebagai pendekatan pengelolaan yang menekankan aspek koordinasi dan integrasi subsistem agar menjadi satu sistem terpadu-mengarah ke suksesnya tujuan sistem.

Semua ini tepat untuk digunakan dalam usaha mencapai keberhasilan penyelenggaraan proyek, terutama bagi proyek yang berukuran besar dan kompleks seperti proyek E-MK. Pada masa awal proyek, yaitu pada tahap konseptual dan PP/Definisi di mana kegiatan perencanaan- termasuk pengambilan keputusanmerupakan kegiatan yang dominan maka penggunaan analisis sistem akan menaikkan kualitas keputusan yang akan diambil.

manfaat Manajemen Proyek Konstruksi


Pada tahap implementasi, yaitu setelah proyek dinyatakan lulus evaluasi dan seleksi, serta telah tersedia sumber daya, manajemen proyek memusatkan perhatian pada keberhasilan pelaksanaan pekerjaan dengan cara sebagai berikut:
  • Mengelola para peserta proyek (konsultan, kontraktor, rekanan penyandang dana, dan lain-lain) dengan pengertian bahwa mereka adalah subsistem dari suatu sistem (proyek). Mereka harus diarahkan untuk mencapai sasaran bersama, yaitu keberhasilan proyek, meskipun terdapat tujuan yang berlainan. (Pemilik ingin menekan biaya proyek, sedangkan kontraktor atau rekanan ingin meningkatkan laba.)
  • Mengelola proyek dengan menyadari bahwa proyek adalah bagian dari siklus sistem yang utuh, jadi mengikuti pola tahap konseptual, desain pendahuluan dan pengembangan, desain terinci, sampai pada konstruksi atau manufaktur, dengan memperhatikan keperluan-keperluan untuk tahap berikutnya (operasi atau produksi dan pemeliharaan).
  • Mengelola proyek dengan memahami siklus proyek dan siklus sistem, sehingga dapat mengikuti dinamika kegiatan dan mengantisipasi kapan, jumlah, dan jenis sumber daya yang harus disediakan.


Di masa berlangsungnya proyek (siklus proyek), aktivitas pengelolaan akan mengalami perubahan dengan intensitas sesuai dengan macam dan besarya kegiatan yang dihadapi pada waktu itu, seperti telah dibahas sebelumnya , yaitu perilaku kegiatan proyek yang dinamis.  dan Perilaku dan Dinamika Proyek Konstruksi

Sedangkan pada tahap operasi atau produksi pengelolaan bersifat operasional rutin. Penekanan aktivitas pengelolaan untuk masing-masing tahap terlihat pula pada Gambar diatas Sekali lagi ditekankan di sini bahwa salah satu aplikasi yang penting dari pendekatan sistem pada pengelolaan proyek adalah bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari total sistem, sehingga keinginan atau syarat-syarat yang diperlukan agar produk atau fasilitas produksi dapat bekerja dengan efektif dan efisien pada tahap operasi haruslah diperhatikan pada waktu mengelola proyek.



Untuk lebih memahami secara sistematis materi diatas maka anda perlu membaca materi sebelumnya tentang Defenisi dan Prinsip Manajemen Proyek  dan Sistem Manajemen Integrasi Proyek

Demikianlah Materi Manfaat Konsep Sistem Manajemen Proyek. anda bisa IKUTI materi berikutnya Melalui Facebook yang akan membahas tentang Studi Kelayakan Investasi Proyek.

KLIK IKUTI



Baca Selengkapnya ....
Share on :

Materi Populer